Sukses

Pemanasan Global Menenggelamkan Desa Satava di India

Liputan6.com, Orissa: Perubahan iklim dunia akibat pemanasan global telah menenggelamkan Desa Satava, Orissa, India. Semula Desa Satava merupakan kawasan pertanian subur, tapi kini sebagian besar daratan telah berubah menjadi lautan. Pompa air yang menjadi sumber utama air bersih juga tenggelam. Ribuan penduduk Desa Satava boleh jadi menjadi pengungsi pertama akibat perubahan iklim di bumi. Gambaran tragis tersebut dipaparkan kelompok pencinta lingkungan Greenpeace di India, baru-baru ini.

Tenggelamnya Desa Satava karena intensitas serangan badai meningkat sehingga permukaan laut meninggi. Bencana yang diakibatkan pemanasan global jadi tragedi dunia karena dampaknya lebih dashyat dibanding perubahan cuaca yang ekstrim. Greenpeace juga mengingatkan bahwa banjir bisa memperbesar peluang ancaman wabah malaria.

Haladhar Behera, seorang penduduk Desa Satava menjadi saksi kehancuran desanya. Menurut Haladhar, sebelum tenggelam, desanya merupakan daerah subur dan dikelilingi hamparan sawah. Jika ingin ke pantai, anak-anak desa harus berjalan kaki selama setengah hari.

Haladhar membenarkan, tidak semua penduduk mengungsi. Tapi, sebagian besar warga yang bertahan akhirnya hidup dalam cekaman rasa was-was. Pemanasan global membuat permukaan laut meninggi sehingga sewaktu-waktu bisa terjadi banjir bandang. Tak hanya itu. Intrusi (gangguan) air laut telah merusak kesuburan sawah dan buntutnya produksi padi menurun. Desa Orissa akhirnya masuk ke dalam kategori desa termiskin di India. Pendapatan per kapita penduduk hanya US$ 250 atau sekitar Rp 2-3 juta per tahun.(KEN/Ijx)
    Artikel Selanjutnya
    Ini 5 Serangan Serangga Terburuk dalam Sejarah
    Artikel Selanjutnya
    Usai Longsor di China, Keluarga Korban Gelar Ritual