Sukses

Kawasan Kutub Selatan Mencair Akibat Pemanasan Global

Liputan6.com, Berkshire: Udara bumi semakin panas bersamaan dengan semakin tingginya kadar karbon dioksida yang terkandung di dalam udara. Jika pemanasan itu tidak dikendalikan, dalam waktu 100 tahun mendatang suhu udara di kutub utara diperkirakan akan lebih panas 14 derajat Celsius. Kesimpulan tersebut diungkapkan tim peneliti dari Universitas Reading, Berkshire, Inggris, baru-baru ini.

Jika pemanasan global terjadi maka lapisan es di wilayah Kutub Utara dan Kutub Selatan akan mencair. Dampaknya volume air laut akan meningkat sedikitnya tujuh meter lebih tinggi dari ketinggian air laut normal. Dataran rendah dan pesisir di seluruh dunia juga terancam tenggelam. Kota London di Inggris, Amsterdam di Belanda, Los Angeles di Amerika Serikat, Bombay di India, juga tenggelam.

Jika perkiraan ini benar, manusia baru akan merasakan dampak langsungnya 100 tahun lagi. Namun bagi satwa penghuni Kutub, dampak pemanasan global sudah terasa. Musim dingin semakin pendek sehingga beruang kutup kehilangan waktu banyak untuk mengumpulkan makanan. Kini, tubuh beruang-beruang kutup tersebut mengecil dan tingkat kesuburan menurun. Komunitas beruang kutub dikhawatirkan akan punah.

Sejumlah ahli di bidang pemanasan global masih menggodok solusi mengatasi masalah tersebut. Sebab, jika tindakan efektif tidak dilakukan maka kehidupan manusialah yang nantinya bakal terancam.(OZI/Nlg)
    Artikel Selanjutnya
    Kebakaran Dahsyat Semak Belukar Menghantui Australia
    Artikel Selanjutnya
    Australia Bersiap Hadapi Musim Dingin 'Terganas'