Sukses

Waduh! Toilet Rusak, Pesawat ke Jepang Tak Jadi Terbang

Gara-gara toilet dalam pesawat rusak, penerbangan maskapai Japan Airlines (JAL) tertunda. Boeing 787 Dreamliner menuju Jepang itu terpaksa berbalik arah, dan terbang kembali ke Rusia karena toilet di pesawat tak mau menyiram atau di-flush.

"Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang membawa 151 awak kapal dan penumpang meninggalkan Moskow Rabu 11 Oktober malam waktu setempat menuju Bandara Narita di timur Tokyo. Tetapi kembali ke Moskow 2 jam kemudian," ujar seorang juru bicara Japan Airlines seperti dimuat News.com.au yang dilansir Liputan6.com, Sabtu (12/10/2013).

"Terjadi suatu masalah, toilet tidak dapat digunakan dan perangkat untuk memanaskan makanan juga mengalami masalah," kata juru bicara itu.

Menurut pihak terkait, diduga masalah itu terjadi karena ada gangguan listrik, tetapi tidak ada hubungannya dengan baterai pesawat.

Waktu terbang rata-rata antara Moskow dan Tokyo sekitar 10 jam. Itulah mengapa pilot memutuskan untuk kembali ke Moskow, sebab kendala tersebut pasti akan menyusahkan para penumpang saat penerbangan.
 
Dalam insiden terpisah, pesawat Dreamliner lain menuju Tokyo juga dialihkan dan kembali ke San Diego karena masalah sistem pendinginan pesawat.

NBC - 7 di San Diego melaporkan, Japan Airlines meninggalkan Lindbergh Field setelah pukul 01.30 waktu setempat. Tapi pesawat berbalik dan mendarat kembali di San Diego pukul 02.10 waktu setempat.

Pejabat Airlines tersebut mengatakan kepada stasiun televisi, pilot menerima pesan bahwa terjadi kesalahan pada deicing system atau sistem pendingin pesawat. Atas dasar itulah, pilot membuat keputusan untuk kembali ke San Diego sehingga perbaikan dapat dilakukan.

Pesawat ringan Boeing 787 memang dipuji-puji karena efisiensi bahan bakarnya. Tetapi produksinya tertunda bertahun-tahun, pada bulan Januari setelah baterai lithium-ion pada 2 pesawat yang berbeda memanas dan salah satunya terbakar di parkiran. (Tnt/Sss)
Artikel Selanjutnya
Gelombang Panas Landa Wilayah Barat Daya AS, 6 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
27-6-1957: Inggris Ungkap Hubungan Merokok dan Kanker Paru-Paru