Sukses

Pemanasan Global Mengganggu Kehidupan Beruang Kutub

Liputan6.com, Kutub Utara: Pemanasan yang terjadi di Kutub Utara menyebabkan temperatur di wilayah itu naik rata-rata 41 derajat Celcius. Akibatnya, lapisan es menjadi 40 persen lebih tipis. Hal ini berdampak buruk terhadap berbagai kehidupan di wilayah ujung dunia itu, baru-baru ini. Di antaranya adalah beruang kutub. Maklum, hewan berbulu putih ini bergantung pada lapisan es untuk mencari makanan mereka.

Menurut para ilmuwan, menghangatnya suhu di Kutub Utara membuat lapisan es lebih cepat mencair, sehingga musim berburu beruang kutub menjadi lebih pendek. Akibatnya, mereka tak sempat menyimpan lemak tubuh yang cukup sebagai cadangan makanan di musim yang lebih hangat.

Jika hal ini terus berlangsung, beruang kutub yang saat ini jumlahnya hanya tinggal 22 ribu ekor di seluruh dunia ini akan segera punah dalam waktu 60 tahun. Para ilmuwan menjelaskan, kehidupan beruang kutub yang terganggu hanyalah satu di antara contoh nyata efek negatif pemanasan global. Siklus cuaca yang anomali, temperatur udara yang ekstrem, banjir atau kekeringan yang melanda berbagai belahan dunia, juga berkaitan dengan pemanasan global.(ZAQ/Uri)
    Artikel Selanjutnya
    Australia Bersiap Hadapi Musim Dingin 'Terganas'
    Artikel Selanjutnya
    Ilmuwan Ungkap Hubungan Badai Matahari dan Terdamparnya 29 Paus