Sukses

9-2-1995: Astronot Inggris Saksikan Bumi dari Ketinggian 386 Km

Liputan6.com, New York - Tepat hari ini pada tahun 1995, Michael Foale menjadi orang Amerika Serikat kelahiran Inggris pertama yang berjalan di angkasa luar (spacewalk).

Tak hanya sendiri, Foale yang berasal dari Lincolnshire melakukan perjalanan tersebut bersama astronot Bernard Hariss. Mereka berhasil melangkah keluar dari pesawat ulang-alik milik NASA.

Kala itu, astronot kelahiran Inggris itu sedang menguji setelan antariksa yang telah dimodifikasi, yang memastikan astronot tetap hangat meski di suhu ekstrem.

Kata-kata pertama yang keluar dari mulut pria itu saat menyaksikan Bumi dari jarak 386 kilometer adalah, "Astaga, ini begitu tinggi", demikian dikutip dari laman BBC History, Jumat (9/2/2018).

Foale dan Harris pun diketahui saling berpelukan saat keduanya duduk di bagian samping pesawat antariksa.

Kedua astronot diberi tugas menguji efisiensi sistem insulasi baru pada setelan pakaian antariksa mereka.

Awalnya, Michael Foale dan Harris direncanakan melakukan spacewalk selama lima jam. Namun, keduanya mengeluh dingin dan memutuskan untuk kembali ke modul NASA. Suhu di sana kala itu dilaporkan sekitar minus 92 derajat Celsius. 

Perjalanan ke angkasa luar angkasa tersebut menjadi momentum berharga bagi astronot Bernard Hariss. Pencapaiannya menjadi prestasi bagi warga Amerika keturunan Afrika. Tak hanya menguji pakaian antariksa, keduanya mengumpulkan debu untuk dibawa pulang ke Bumi.

Sementara, Foale sebenarnya ingin menjadi orang Inggris pertama yang dapat ke luar angkasa.

Namun, ia didahului Helen Sharman --  orang Inggris pertama yang ke angkasa luar. Sharman juga menjadi perempuan pertama yang mengunjungi stasiun ruang angkasa MIR. Belakangan, ia akhirnya hijah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan NASA.

Dalam peristiwa terpisah, grup musik legendaris dari Inggris, The Beatles tampil perdana di the Ed Sullivan Show pada 9 Februari 1964.

Kedatangan The Beatles disambut oleh sekitar 3.000 penggemar perempuan yang histeris, dan teriakan fans pria yang memotong rambut mereka persis dengan sang idola.

Tak sedikit dari mereka mengalami luka akibat dorong-dorongan hingga terinjak demi melihat kuartet yang telah membius anak muda dengan lagu-lagu mereka.

Di hari yang sama pada 1949, kapal pengangkut nan mewah milik Angkatan Laut AS The Normandie terbakar dan karam di Pelabuhan New York.

Manhattan diselimuti awan gelap. Beberapa orang percaya bahwa kapal itu sengaja dibakar dan penyidikan FBI pun menyatakan demikian.

Artikel Selanjutnya
Pasangan Ini Traveling Keliling Dunia dengan Mengendarai Bus
Artikel Selanjutnya
Ini Perubahan Gaya Melania Trump sejak Menjadi Ibu Negara Amerika