Sukses

Masuk Area Terlarang, Sopir Truk Rusak Situs Kuno Peru

Liputan6.com, Lima - Pihak berwenang di Peru menahan seorang sopir truk yang dituduh merusak bagian dari garis Nazca yang terkenal di dunia.

Seperti dikutip dari News.com.au, Senin (5/2/2018), Kementerian Kebudayaan Peru mengatakan bahwa Jainer Flores Vigo memasuki bagian tidak sah dari situs Warisan Dunia PBB pada akhir pekan. Ia meninggalkan jejak dan merusak tiga baris.

Garis Nazca adalah pola besar yang menggambarkan tokoh imajiner, makhluk dan tumbuhan yang tergores di permukaan gurun pesisir antara 1500 dan 2000 tahun yang lalu.

Hal tersebut diyakini sebagai bagian dari ritual astronomi.

"Flores Vigo ditangkap dan diduga mengabaikan tanda peringatan dan meluncur di situs Warisan Dunia UNESCO," kata kementerian tersebut.

Pihak berwenang  menemukan jejak ban dalam area seluas 50 meter dengan jarak 100 meter di lokasi dan kerusakan tiga geoglif.

Kendati demikian menurut Jaksa Agung Peru, dia dibebaskan setelah seorang hakim mengatakan tak ada cukup bukti untuk membuktikan tindakannya sengaja dilakukan.

 

1 dari 3 halaman

Dikecam

Pengguna media sosial mengecam pria itu. "Apakah Anda bercanda?"

Lainnya menyebut si pria "bodoh" dan "idiot".

Situs geoglif dan garis tersebut berasal dari 500 Sebelum Masehi sampai tahun 500 Masehi. Mewakili hewan, tumbuhan dan tokoh-tokoh luar biasa lainnya. Beberapa memanjang sejauh beberapa kilometer dan membentuk suatu bentuk.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan pengawasan di lokasi arkeologi, untuk menghindari insiden lain, meskipun ada tantangan logistik. Demikian kantor berita pemerintah Andina melaporkan.

"Sementara Kementerian Kebudayaan memantau daerah dengan konsentrasi geoglif terbesar setiap hari, maka situs tersebut mungkin tidak sepenuhnya dilindungi. Masuk dan transit dimungkinkan melalui lembah dan aliran di mana area arkeologi menyebar," juru bicara Ica, bagian dari Kementerian Kebudayaan Peru, Johnny Isla kepada Andina.

Ini bukan pertama kalinya situs Warisan Dunia UNESCO rusak. Aktivis Greenpeace sebelumnya tercatat pernah merusak jalur tersebut dengan meninggalkan jejak kaki di gurun yang berdekatan dalam sebuah acara di tahun 2014.

2 dari 3 halaman

Situs Kuno

Garis Nazca meliputi area padang pasir 450 kilometer persegi, karya seni kuno yang terpampang di dataran Peru. Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal.

Rangkaian geoglif ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca selama periode 1.000 tahun antara 500 SM dan 500 Masehi, tapi tidak ada yang tahu mengapa dan untuk apa. Meski menyandang status Warisan Dunia, pemerintah Peru mengalami kesulitan melindungi garis-garis itu dari penghuni liar -- yang bahkan beternak babi di antara situs kuno itu.

Sementara itu, para arkeolog mencoba untuk mempelajari garis-garis itu sebelum ia binasa.

Sejumlah klaim awal menyebut, desain garis Nazca adalah bagian dari penanggalan astronomi -- klaim itu dibantah. Sejak tahun 1997 para peneliti yang menjadi bagian dari kolaborasi tim Peru - Jerman telah mengalihkan perhatian mereka ke sejarah dan budaya dari orang-orang yang menciptakan garis-garis itu -- bagaimana mereka hidup dan apa terjadi pada mereka.

Sementara, pada 2012 lalu, Yamagata University di Jepang mengumumkan pembukaan pusat riset di situs tersebut, sebagai bagian dari proyek 15 tahun untuk mempelajari lebih dari 1.000 gambar kuno itu.

Artikel Selanjutnya
Kerangka Manusia Berbaju Pink Ditemukan di Gunung Halimun Salak
Artikel Selanjutnya
Kecelakaan Kereta di Italia, 3 Tewas dan 100 Lebih Luka-Luka