Sukses

Mengharukan, 2 Bocah Ini Tidur di Atas Makam Ayah

Liputan6.com, Virginia - Sebuah foto mengharukan beredar di media sosial. Momen menyedihkan yang berhasil diabadikan itu buat banyak orang terharu.

Dalam foto yang diambil pada Desember 2017 itu terlihat dua orang bocah bernama Mason (8) dan Maylan (5) menggelar selimut cokelat dan berbaring di atas makam ayahnya, Alfred David Brazel.

Dikutip dari laman Daily Mail, Sabtu (20/1/2018), ayah dari kedua bocah itu meninggal dunia akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Pria berusia 37 tahun itu didiagnosa menderita kanker stadium IV pada Februari 2017 dan meninggal dunia enam bulan kemudian. Brazel yang berprofesi sebagai tentara Amerika Serikat itu juga meninggalkan seorang istri.

Meski kejadian ini sudah lama terjadi, video kedua bocah itu masih membuat orang sedih. Pada 20 November tahun lalu, keluarga kecil ini mengunjungi makam Brazel di Alfred di Arlington National Cemetery.

Sebelum meninggalkan pemakaman, dua bocah itu terlihat tetap di depan nisan ayahnya, kemudian memeluk batu nisan sang ayah dengan kedua lengan mungilnya.

Berikut videonya:

"Mylan merasa bisa merasakan tubuh ayahnya dan ia ingin tidur siang bersama," ujar Kait, istri mendiang Brazel.

"Mylan pun juga berusaha menceritakan pengalamannya saat mendapat seragam di kelas bela diri," tambahnya.

Kait juga mengatakan, sementara itu Mason tak mau ketinggalan. Ia mengatakan kepada ayahnya tentang bagaimana ia mendapat piala di kompetisi renang gaya dada.

"Saya hanya bisa berkata ke mereka bahwa ayah adalah orang yang kuat. Oleh sebab itu, Tuhan mengambil nyawanya terlebih dahulu," jelas Kait.

"Begitu cara Tuhan mencintai umat-Nya dan kami percaya akan itu," tambah Kait.

Anak-anak itu terlihat nyaman, namun Kait mengatakan bahwa ia menangis selama 24 selama perjalanan ke pemakaman. Sebelum ketiganya pulang, dua bocah itu memberi pelukan ke batu nisan sang ayah.

 

1 dari 2 halaman

Perasan Sang Mertua

Ibu mertua Brazel, Kathleen McElhinney menyebut bahwa sosok pria itu adalah orang yang baik bagi anak perempuan dan cucu-cucunya.

McElhinney menilai Brazel adalah menantu yang sempurna. Selama hidupnya ia aktif dan pantang menyerah.

Demi menyembuhkan Brazel, pihak keluarga telah menempuh banyak cara.

"Brazel sudah melakukan kemoterapi sejak Februari 2017. Namun, ia tak dapat selamatkan," ujar Kait.

Kini, pihak keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergian Brazel. Kait tinggal seorang diri dan mengurus dua orang anaknya.

Artikel Selanjutnya
Nasib Tragis Bocah Papua Disiksa Ibunya hingga Tewas
Artikel Selanjutnya
Top 3 Berita Hari Ini: Usai Petik Jambu, Gadis 12 Tahun Dicabuli