Sukses

Detik-Detik Hancurnya Sungai yang Membeku di Amerika Serikat

Liputan6.com, New York - Sebuah sungai yang beku di Au Sable Forks, bagian utara New York, Amerika Serikat, mendadak hancur berkeping-keping.

Fenomena ini terekam kamera CCTV yang ditempatkan di dekat sungai, pada 12 Januari 2018.

Video tersebut lalu diunggah di Twitter pada 15 Januari 2018 pukul 00.00 waktu setempat dan sontak viral di dunia maya.

Rekaman menampilkan, sungai perlahan-lahan mulai mencair sekitar pukul 14.00.

Akibatnya, permukaan sungai naik.

Sungai Au Sable yang beku mendadak kembali normal, setelah es yang menutupi sungai pecah berkeping-keping. Akibatnya, permukaan sungai ikut naik. (Twitter/NWS Burlington)

Sekitar pukul 14.30, es secara dramatis hancur berkeping-keping dan langsung memenuhi seluruh sungai.

Sungai Au Sable yang beku mendadak kembali normal, setelah es yang menutupi sungai pecah berkeping-keping. Akibatnya, permukaan sungai ikut naik. (Twitter/NWS Burlington)

Sekitar pukul 15.00, potongan es kemudian pecah menjadi bagian yang lebih kecil, mengikuti arus sungai yang tenang, dan membawa serta dahan pohon yang tumbang.

Sungai Au Sable yang beku mendadak kembali normal, setelah es yang menutupi sungai pecah berkeping-keping. Akibatnya, permukaan sungai ikut naik. (Twitter/NWS Burlington)

Video tersebut dibagikan oleh National Weather Service (NWS) di Burlington, Vermont, Amerika Serikat dengan caption: 'They happen fast!'

 

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana Ice Jam Terjadi?

Tak hanya menyebarkan video saja, lembaga layanan cuaca itu juga menjelaskan proses hancurnya es yang membekukan Sungai Au Sable.

"Hancurnya es di sungai ini disebabkan oleh naiknya suhu di sekitar sungai , lalu menekan arus sungai yang tak mengalir. Atau bisa jadi hilir sungai mampet karena sungai membeku. Hancurnya es menyebabkan arus sungai yang biasanya lancar menjadi terganggu dan air sungai naik dengan cepat. Pada akhirnya, setelah es hancur, aliran sungai kembali normal," tulis NWS, dilansir Daily Mail, Kamis (18/1/2018).

NWS juga menjelaskan, mereka mengatur mode video menjadi time-lapse, meski pada dasarnya video itu menggunakan mode real time.

Mode time-lapse mulai digunakan, karena mereka tak punya waktu untuk merekamnya menggunakan waktu nyata.

"Kami mengambil gambar setiap satu menit dan membuat selang waktu (time-lapse) per satu jam," ujar NWS.

NWS mencatat suhu di sekitar sungai yang dekat dengan Bandara Internasional Plattsburgh, Amerika Serikat ini mencapai 50 derajat Fahrenheit atau setara dengan 10 derajat Celcius.

Sedangkan pada malam hari, suhu turun di bawah titik beku, mencapai minus 25 derajat Celcius.

 

Simak video menarik di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Gempa Bumi dan Gunung Berapi Guncang Kedua Sisi Pasifik
Artikel Selanjutnya
Selain Gempa yang Guncang Jakarta, 2 Bencana Ini Melanda Dunia