Sukses

5 Makanan Mengandung Racun Ini Mungkin Ada di Dapur Anda

Liputan6.com, New York - Makanan adalah sumber energi terbesar bagi tubuh manusia. Tanpa mengonsumsinya, manusia akan kurang maksimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Misalnya, dalam suatu kondisi Anda lupa sarapan atau makan siang. Pasti tubuh menjadi lemas dan lesu karena tak berenergi.

Proses pencernaan dalam tubuhlah yang kemudian menentukan pasokan energi.

Proses pencernaan bermula dari makanan yang masuk ke dalam mulut. Saat dikunyah, akan menjadi potongan-potongan kecil yang akan membuat pencernaan lebih efisien. Setelah dikunyah, akan turun ke perut melalui kerongkongan dan dinding perut secara otomatis membesar dan menampung pasokan makanan yang masuk.

Proses selanjutnya menuju usus kecil dan terjadilah penyerapan ke aliran darah.

Dalam makanan, karbohidratlah yang paling cepat dihasilkan. Zat tersebut berubah menjadi glukosa dan didistribusikan ke seluruh tubuh.

Dari sanalah terciptanya energi yang memberikan kekuatan untuk menjalankan aktivitas.

Kendati demikian, tak semua jenis makanan yang kita makan dianggap sehat. Ternyata ada beberapa jenis yang semula dianggap aman, ternyata mengandung racun mematikan bagi tubuh.

Berikut ini 5 bahan makanan yang dapat mengancam keselamatan Anda, seperti dikutip dari laman Fox News:

1 dari 6 halaman

1. Almond

Kacang berbentuk lonjong berwarna kecokelatan itu dikenal akan kelezatan dan manfaatnya, baik untuk kesehatan maupun kecantikan.

Namun, Anda harus mewaspadai jenis almond pahit. Ternyata varietas tersebut mengandung hidrogen sianida dengan jumlah yang besar.

Hanya dengan mengonsumsi 7 hingga 10 almond pahit mentah, dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan bagi orang dewasa, dan bisa mematikan jika dikonsumsi oleh anak-anak.

2 dari 6 halaman

2. Kentang Hijau

Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang dekat dengan kehidupan kita. Selain rasanya enak, makanan yang berasal dari umbi-umbian itu juga dikenal akan manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan.

Namun, kentang yang berusia muda dan masih berwarna hijau memiliki zat racun glycoalkaloids. Zat ini biasanya ditemukan di bunga kecubung, juga ditemukan di dalam daun, batang, dan kecambah kentang.

Zat tersebut dapat terbentuk bila membiarkan kentang dalam waktu yang terlalu lama, terutama jika terpapar cahaya.

Mengonsumsi glycoalkaloids dapat menyebabkan kram, diare, pusing, atau bahkan koma dan kematian. Hanya dengan mengonsumsi 3 sampai 6 miligram zat tersebut, dapat mengakibatkan hal fatal.

Pada tahun 1899, lima puluh enam tentara Jerman mengalami gejala keracunan solanin yang mengakibatkan diare akut, sakit kepala parah, koma, dan berujung pada kematian.

Seorang manusia bisa mati terbunuh jika mengonsumsi satu pon kentang hijau beracun.

3 dari 6 halaman

3. Biji Ceri

Ceri adalah buah-buahan yang tergolong sebagai anggota Prunus -- genus dari pohon dan semak-semak.

Meski punya rasa yang manis, ada bahaya yang mengintai di balik buah nan cantik ini. Sama halnya seperti buah apel. Kandungan sianida ternyata juga dapat ditemukan di dalam buah ceri.

Biji dari buah ceri mengandung komponen cyanogenic yang mengeluarkan hydrogen cyanide. Satu buah ceri mengandung 0,17 gram sianida di dalam bijinya.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk tak mengunyah biji yang sudah terlanjur berada di dalam mulut.

4 dari 6 halaman

4. Singkong

Sama seperti apel dan ceri, singkong kayu juga mengandung zat berbahaya yang dapat mengancam keselamatan tubuh. Zat tersebut adalah sianida yang dapat cepat bereaksi dan membunuh.

Namun, tak semua singkong kayu itu beracun. Ada jenis-jenis tertentu. Seperti contoh singkong tahunan yang baru menghasilkan umbi setelah beberapa tahun.

Apabila buah itu dikonsumsi maka beracun. Untuk menghilangkan racun Anda harus merendamnya. Itupun tak menjadi jaminan pasti.

5 dari 6 halaman

5. Tuna

Tuna adalah salah satu jenis ikan yang dagingnya kaya akan protein yang baik untuk tubuh. Tuna paling enak dijadikan sushi -- makanan khas Jepang yang sudah terkenal dimana-mana.

Mengonsumsi tuna bagi anak dan ibu hamil sangatlah baik. Namun, Anda patut berhati-hati.

Pasalnya, ada saja ikan tuna yang mengandung zat-zat berbahaya. Laut yang tercemar zat merkuri dapat membahayakan ekosistemnya, terutama ikan.

Maka dari itu Anda patut berhati-hati saat membeli ikan tuna. Pastikan tak ada kandungan merkuri dalam ikan yang Anda dan keluarga santap.

Artikel Selanjutnya
Bisa Cepat Langsing, 13 Makanan Ini Bantu Bakar Lemak di Perut
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Bisa Membawa Kematian untuk Sejumlah Orang