Sukses

Korban Tewas Lumpur Longsor California Bertambah Jadi 17 Orang

Liputan6.com, Montecito - Ratusan orang dari tim penyelamat menyisir reruntuhan di California Selatan setelah belasan orang dilaporkan hilang akibat lumpur longsor di Montecito. Hingga saat ini, korban jiwa terus bertambah, yakni menjadi 17 orang.

Dikutip dari BBC, Kamis (11/1/2018), sebanyak 28 orang dilaporkan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Lebih dari 100 rumah hancur dan 300 lainnya pun rusak.

Sheriff Santa Barbara County, Bill Brown, mengatakan bahwa masih ada 13 orang yang dilaporkan hilang. Ia menambahkan, korban jiwa bertambah pada 10 Januari siang setelah dua jasad ditemukan.

Usai lumpur longsor terjadi, lebih dari 50 orang berhasil diselamatkan. Namun, masih banyak tempat yang tidak dapat diakses.

Sejumlah jalan pun tak dapat dilewati, termasuk jalan utama Highway 101, di mana otoritas California mengatakan bahwa jalan tersebut tak akan dibuka hingga Senin, 15 Januari 2018.

"Kita masih berada dalam mode pencarian dan penyelamatan aktif," ujar juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran California, Chris Elms. Ia memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah.

"Itu adalah ketakutan kami. Kami masih berharap bahwa dapat menemukan korban yang hidup," imbuh dia.

1 dari 3 halaman

Lingkungan Kelas Atas Montecito Ikut Terdampak

Lingkungan kelas atas Montecito merupakan rumah bagi sejumlah selebritas, seperti aktor Rob Lowe, pembawa acara Ellen DeGeneres, dan taipan media Oprah Winfrey.

Melalui video yang ia unggah di Instagram, Oprah mengatakan bahwa rumahnya berhasil lolos dari lumpur longsor. Namun, ia mengatakan bahwa rumah tetangganya hancur.

"Terima kasih semuanya atas doa dan perhatiannya. Rumahku baik-baik saja. Sejumlah lumpur dan kerusakan kecil tak ada apa-apanya dibanding dengan yang dialami tetanggaku #mudslides" demikian tulis dalam keterangan video yang diunggahnya.

Berdasarkan laporan BBC, bebatuan seukuran mobil kecil menggelinding dari lereng bukit sehingga menghalangi jalan di California Selatan itu.

Bahkan menurut juru bicara Pemadam Kebakaran Santa Barbara, Mike Eliason, sejumlah rumah terangkat dari pondasi bangunannya akibat terjangan lumpur.

2 dari 3 halaman

Kebakaran Hebat Pemicu Longsor

Kebakaran hutan pada Desember 2017, termasuk apa yang disebut dengan Thomas Fire, termasuk di dekat wilayah yang terimpa longsor, menyapu daerah vegetasi yang berfungsi untuk mencegah banjir dan longsor.

Setelah kebakaran terjadi, vegetasi yang terbakar dan tanah yang hangus menciptakan lapisan yang menghambat penyerapan air. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya risiko longsor dan banjir.

"Daerah yang baru-baru ini terbakar akan sangat rentan di mana aliran lumpur dan puing-puing berbahaya kemungkinan terjadi disana," demikian pernyataan dari National Weather Service.

Menurut Federal Emergency Management Agency, risiko banjir masih tetap tinggi hingga lima tahun usai terjadinya kebakaran hutan.

Badan tersebut pun mengeluarkan peringatan yang menyebut bahwa rumah yang dahulunya tak pernah diterjang banjir, saat ini berisiko.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Korban Tewas Lumpur Longsor California Bertambah Jadi 17 Orang
Artikel Selanjutnya
1 Korban Jembatan Penangkaran Rusa Bogor Ambruk Meninggal Dunia