Sukses

Akibat Pemanasan Global, Penyu Betina Lebih Banyak dari Pejantan

Liputan6.com, Queensland - Akibat pemanasan global, populasi penyu hijau di kawasan Great Barrier Reef Australia saat ini didominasi oleh jenis betina.

Dikutip dari laman nydailynews.com, pada Selasa (9/1/2017), jurnal ilmiah Current Biology menyebut bahwa temperatur lingkungan di sekitar lokasi pengeraman telur penyu hijau memengaruhi jenis kelamin bakal bayi. Semakin hangat sarang, kecenderungan yang akan menetas adalah bayi-bayi betina.

Hal tersebut dianggap krusial karena populasi total penyu hijau yang hidup di negara bagian Queensland saat ini tidak lebih dari 200.000 ekor.

Jika populasi penyu hijau betina kian mendominasi dan mengancam eksistensi pejantan, maka kemungkinan untuk lestari pun akan menipis.

Para ilmuwan menemukan perbandingan yang cukup signifikan antara populasi penyu hijau di bagian utara dan selatan karang raksasa.

Penyu hijau di bagian utara yang beriklim lebih hangat memiliki sekitar 99 persen populasi betina. Sedangkan di bagian selatan karang yang beriklim lebih sejuk, populasi penyu hijau betina sebesar 69 persen.

 

1 dari 2 halaman

Kenaikan Suhu Bumi Pengaruhi Perkembangbiakan Penyu

Banyak ilmuwan meyakini bahwa perubahan iklim telah memengaruhi berbagai spesies dan ekosistem di berbagai penjuru dunia.

"Dampak kenaikan suhu bumi sangat memengaruhi spesies yang penentuan hasil jenis kelaman pada kegiatan reproduksinya bergantung pada temperatur inkubasi di lingkungan hidupnya," ujar para ilmuwan.

Tanpa adanya pejantan, penyu hijau akan kian terancam punah. Padahal saat ini populasinya yang tidak seberapa telah terusik oleh polusi laut, aktivitas jaring nelayan, dan berbagai kegiatan yang membuat ruang hidup mereka menyempit.

Dengan rata-rata kenaikan suhu global yang diprediksi mencapai 2,6 derajat celsius pada 2100 mendatang, populasi penyu hijau pun kian terancam oleh gagal menetasnya telur dan dominasi varian betina yang perlahan berujung pada kepunahan.

Artikel Selanjutnya
Pemanasan Global: Suhu Bumi Meningkat dalam 3 Tahun Terakhir
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Fosil Hutan Berusia 280 Juta Tahun di Antartika