Sukses

Nelson Mandela: Cerai di Penjara, Jadi Presiden Setelah Bebas

Liputan6.com, Cape Town - Nelson Mandela dan Winnie Madikizela-Mandela menikahi satu sama lain dalam situasi juga kondisi yang tak biasa. Begitu pula dengan perceraiannya.

Pada 1992, dua tahun usai dirinya dibebaskan dari penjara rezim Apartheid Afrika Selatan, sang pemenang penghargaan Nobel Perdamaian mengajukan tuntutan hukum untuk mengakhiri mahligai rumah tangganya.

Dalam sidang perceraian yang dilaksanakan pada tahun 1996, pengakuan yang keluar dari mulut Nelson cukup mengejutkan. Di hadapan hakim, sang pejuang anti-Apartheid itu bersaksi bahwa dirinya telah dikihianati oleh sang istri yang telah berselingkuh. Demikian seperti dilansir The Chicago Tribune pada 20 Maret 1996.

Nelson juga menyatakan kesaksian lain. Ia mengatakan, sejak dibebaskan dari penjara rezim Apartheid pada 1990, hanya kesepian yang ia rasakan saat membina mahligai rumah tangga dengan sang istri.

"Pernikahan kami luntur," kata Nelson.

Dalam kesaksian tersebut, Nelson juga yakin Winnie berselingkuh dengan asisten pribadinya, Dali Mpofu. Keyakinannya menguat setelah sang mantan Presiden Afrika Selatan itu menemukan surat cinta antara Winnie dan Dali.

Winnie Mandela, dalam gilirannya menyampaikan pernyataan di hadapan hakim, hanya bisa mengatakan, "Kasus (perceraian) ini adalah sesuatu yang tak biasa."

Frikkie Eloff, yang menjadi hakim sidang perceraian itu, langsung mengabulkan tuntutan Nelson Mandela untuk bercerai. Putusan sang hakim menjadi penanda putusnya rajut pernikahan pasutri yang merupakan simbol perjuangan melawan Apartheid di Afrika Selatan.

Tak Benar-Benar Menikah

Seperti dikutip dari South African History Online, Nelson dan Winnie menikah pada tahun 1958. Keduanya sama-sama aktivis yang berjuang untuk menumbangkan rezim Apartheid di Afrika Selatan.

Namun, keduanya hanya menghabiskan beberapa tahun bersama, sebelum Nelson dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh rezim, akibat aktivitasnya yang kian hari semakin menggoyah kemapanan politik berbasis warna kulit yang diterapkan di negara tersebut.

Winnie rajin menjenguk Nelson selama di mendekam di dalam bui. Namun apa daya, jeruji yang memisahkan Nelson dan Winnie turut melunturkan kasih mereka berdua.

Banyak pihak menyebut, perpisahan panjang yang dialami oleh pasutri tersebut--kala Nelson menjadi pesakitan--merupakan penyebab runtuhnya mahligai rumah tangga mereka. Sedangkan perselingkuhan Winnie dengan Dali Mpofu hanyalah akumulasi dari keterpisahannya dengan Nelson yang berlangsung selama menahun.

Seperti dikutip dari buku Knowing Mandela karya John Carlin, Winnie pernah mengatakan, "Saya tak pernah benar-benar hidup (menikah) bersama (Nelson) Mandela."

"Saya tidak pernah tahu rasanya memiliki keluarga inti yang dekat atau duduk bersama di hadapan meja makan bersama dengan suami dan anak-anak. Bahkan, ketika saya melahirkan, ia -- Nelson Mandela -- tak ada di sisi saya, meski ia sedang tak dipenjara pada saat itu," kata Winnie.

1 dari 3 halaman

Akhir dari Mahligai Nelson dan Winnie

Kisah pengkhianatan itu terjadi pada 1992 silam. Muncul sepucuk surat bertanggal 17 Maret, tak ada nama pengirim di sana. Hanya ada tulisan 'it's me'. Namun, dari tulisan tangannya, jelas itu milik Winnie.

Surat itu dikirim untuk seseorang bernama Dali, pengacara bernama lengkap Dali Mpofu yang usianya lebih muda 30 tahun.

Sebelum berita itu bocor di media, Mandela sudah mengetahui pengkhianatan istrinya. Ia tak bicara pada Winnie selama 5 bulan. Dalam surat itu, Winnie menelanjangi obsesinya pada pria 'berondong' yang merupakan bagian dari tim pembelanya dalam persidangan kasus penculikan dan penyerangan seorang aktivis anak.

"Kamu seharusnya peduli terkait fakta aku tak lagi bicara dengan Tata (Mandela) selama 5 bulan gara-gara kamu. Tapi itu tak lagi mengkhawatirkan bagimu," demikian isi surat itu seperti dimuat The Independent, 7 September 1992.

"Aku terus mengatakan padamu, situasi memburuk di rumah, tapi kau sama sekali tak terganggu karena kau memuaskan diri setiap malam dengan seorang wanita, " kata surat itu. "Aku bukan orang bodoh, Dali!"

Namun, bukan soal perselingkuhan yang membuat Winnie menyesal bukan main.

Dalam surat yang sama, ia membuka borok bahwa ia telah memberikan uang 160.000 rand pada Dali Mpofu. Uang itu berasal dari kas African National Congress (ANC). Winnie mengaku takut rekening departemen kesejahteraan sosial ANC yang ia pimpin diselidiki.

Kurang dari sebulan kemudian, Mandela mengumumkan perpisahan dari istrinya.

2 dari 3 halaman

Proses Perceraian Nelson - Winnie

Proses perceraian berlangsung empat tahun. Pada Maret 1996, pengadilan meresmikan perceraian mereka, mengakhiri pernikahan selama 38 tahun yang selamat dari hari-hari paling gelap Apartheid, tapi runtuh karena tuduhan perzinahan.

Selama proses perceraian, Nelson Mandela mengungkap perzinahan sebagai alasan cerai. Ia bertekad mengakhiri pernikahan yang "hanya di atas kertas."

Mandela mengatakan, bukti perselingkuhan istrinya dia peroleh saat editor surat kabar menunjukkan padanya surat Winnie yang ditulis untuk sang kekasih gelap.

Mandela juga bersaksi di pengadilan, ketika dibebaskan dari penjara pada 1990, setelah menjalani 27 tahun dari hukuman seumur hidup, dia tinggal dengan istrinya Winnie di rumah mereka di Soweto. Namun, tak ada keintiman. Mandela merasa menjadi "pria paling kesepian".

"Saya menjadi orang yang paling kesepian, selama periode aku tinggal dengan dia," kata Mandela yang saat itu berusia 77 tahun.

Namun, tak ada rasa sakit hati. "Cintaku untuknya sama sekali tak berkurang. Aku bagian dari dirinya tanpa saling tuduh. Aku memberinya cinta dan kasih sayang saat di dalam maupun di luar penjara..." kata Mandela.

Dua tahun kemudian pada ulang tahunnya ke-80 Mandela menikah untuk ketiga kalinya. Ia bertemu Graca Machel, janda Presiden Mozambik, Samora Machel, pada 1990.

Artikel Selanjutnya
Dua Kali dalam Tiga Bulan, Aktivis Hong Kong Kembali Dipenjara
Artikel Selanjutnya
Tentara AS yang Pernah Dipenjara Kini Calonkan Diri Jadi Senat