Sukses

6-1-1992: AS Tangguhkan Penggunaan Silikon untuk Implan Payudara

Liputan6.com, Washington, DC - Tepat 25 tahun lalu, yakni 6 Januari 1992, Pemerintah Amerika Serikat menyarankan dokter untuk menangguhkan penggunaan silikon implan payudara, sambil menunggu penyelidikan keamanannya.

Langkah tersebut dilakukan setelah terdapat kekhawatiran di seluruh dunia bahwa implan payudara silikon dapat bocor, pecah, hingga menyebabkan luka atau penyakit.

Food and Drug Administration (FDA) AS mengatakan bahwa ahli bedah harus menangguhkan tindakan operasi implan payudara selama 45 hari, sementara bukti baru diperiksa oleh panel khusus.

Pada November tahun sebelumnya, FDA menerima 2.500 keluhan dari perempuan yang menjalani prosedur implan silikon di payudaranya. Mereka mengeluh mengalami masalah seperti rasa sakit terus-menerus, pengerasan jaringan payudara, dan memburuknya kesehatan.

Banyak ahli bedah Inggris menuduh Pemerintah AS menyebarkan kekhawatiran atas kasus tersebut. Mereka bersikeras bahwa implan payudara aman dilakukan, meski ada beberapa efek samping yang dilaporkan sejak diperkenalkan lebih dari 30 tahun lalu.

"Kami masih menunggu bukti yang menunjukkan pengamatan ilmiah bahwa ada bahaya dari implan," ujar Dr Paul Levick dari National Hospital for Aesthetic Plastic Surgery, seperti dimuat dalam BBC On This Day.

"Ada banyak histeria yang muncul dan ada banyak hasil yang menyesatkan."

"Kami masih menunggu bukti yang menunjukkan pengamatan ilmiah bahwa ada bahaya dari implan ini," imbuh dia.

Pada tahun itu, setidaknya dua juta wanita di Amerika dilaporkan memiliki implan payudara, di mana 80 persennya untuk alasan kosmetik.

Di Inggris, sekitar 100.000 perempuan telah menjalani operasi pembesaran payudara dan sekitar setengahnya dilakukan untuk merekonstruksi payudara setelah melakukan operasi pengangkatan payudara akibat kanker.

Tidak hanya penangguhan operasi implan payudara, pada tanggal yang sama tahun 1907, terjadi ledakan di tambang batubara di Monongah, Virginia Barat, Amerika Serikat. Sebanyak 362 pekerjanya dilaporkan meninggal dunia.

Sedangkan pada 6 Januari 2006, NASA mengungkap foto yang diambil oleh Mars Global Surveyor yang menunjukkan keberadaan cairan di Mars.

Artikel Selanjutnya
Cara Jitu Hilangkan Noda Hitam pada Ketiak dengan Bahan Alami
Artikel Selanjutnya
Karena Sebuah Busana, Brand Fashion Asal Swedia Dikritik Netizen