Sukses

Ini Pengalaman Astronot Pertama yang Makan di Luar Bumi

Liputan6.com, Washington, DC - Sepanjang sejarah, para penjelajah telah banyak berkutat mengenai cara-cara untuk mengawetkan makanan agar mampu bertahan dalam perjalanan panjang nan jauh.

Dan, pada masa penjelajah ternama seperti Ferdinand Magellan, Vasco De Gama, dan Christopher Colombus, teknik pengawetan makanan menggunakan dengan cara diasinkan dan dikeringkan menjadi solusi utama.

Solusi itu dinilai efektif, namun tak dapat digunakan untuk memecah masalah pengawetan makanan untuk perjalanan dengan jarak yang super jauh, semisal, eksplorasi ke angkasa luar.

Dulu, dalam konteks perkembangan eksplorasi angkasa luar, proses mengawetkan makanan sempat menjadi isu krusial, sekaligus tantangan pelik yang mesti dihadapi oleh para ilmuwan dan antariksawan.

Tak sekedar bernutrisi, makanan para astronot juga harus memenuhi ketentuan lain yang juga tak kalah penting, seperti ringan, padat, dan -- yang paling utama -- adalah mampu bertahan selama berhari-hari tanpa menggunakan metode pengawetan konvensional, seperti diasinkan atau didinginkan.

Maka, pada 1950-an, ketika perkembangan eksplorasi antariksa sedang dalam tahap langkah pertamanya, para ilmuwan tak hanya sibuk membuat roket dan pesawat ulang-alik semata, tapi juga makanan khusus angkasa luar.

Dan, astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) John Glenn adalah orang pertama yang memakan makanan khusus tersebut di angkasa luar. Demikian seperti dikutip dari The Vintage News, Kamis (4/1/2017).

John Glenn Makan di Angkasa Luar

Menurut majalah ternama Amerika Serikat Time, ketika pesawat ulang-alik yang ditumpangi John Glenn mengorbit tepat di luar atmosfer Bumi, di atas Nigeria, Afrika, astronot itu dilaporkan mengonsumsi makanan yang menjadi cikal bakal pangan eksplorasi antariksa modern.

Saat itu, Glenn memakan dua makanan berbentuk bubur pasta yang disimpan dalam tabung alumunium (seperti pasta gigi) dengan komposisi yang beragam. Satu tabung pasta terbuat dari daging sapi, dan yang satu lagi terbuat dari sayuran dan saus apel.

John Herschel Glenn, astronot Amerika Serikat. (NASA)

Bubur pasta itu dibuat dari ransum Tentara AS pada masa Perang Dunia II dan Perang Korea, diubah menjadi cairan pasta, dimasukkan ke dalam tabung, dan disedot menggunakan sedotan atau diperas langsung ke dalam mulut.

Glenn tak sekedar memuaskan rasa laparnya kala mengonsumsi makanan berbentuk pasta itu. Tapi juga sebuah 'misi' uji coba NASA yang krusial, yakni, mengetes proses konsumsi dan penyerapan nutrisi para astronot dalam keadaan nol gravitasi.

Kabar baiknya, Glenn melaporkan bahwa selama mengonsumsi makanan tersebut, pencernaannya tak bermasalah. NASA menyimpulkan, bahwa astronot tetap bisa makan, menelan dan mencerna makanan di lingkungan tanpa gravitasi.

Tapi kabar buruknya, makanan berbentuk bubur pasta itu, tak hanya tidak sedap dari segi estetika, namun juga, soal rasa -- yang baru mengalami peningkatan kualitas pada beberapa tahun kemudian.

Di angkasa luar, astronot menggunakan sedikit energi daripada yang dibutuhkan di Bumi. Selama misi luar angkasa, para astronot diberi porsi 2.500 kalori per hari, kurang dari asupan kalori biasa sebanyak 3.000 kalori. Hampir 99 persen kelembaban dikeluarkan untuk mengurangi berat badan dengan kandungan rata-rata 51 persen karbohidrat, 32 persen lemak, dan protein 17 persen.

1 dari 2 halaman

Kiprah John Glenn

John Glenn, yang meninggal pada usia 95 di usia 2016, dikenal sebagai orang AS pertama yang sukses mengorbit Bumi.

Pada tanggal 20 Februari 1962, Glenn menerbangkan misi Friendship 7 dan menjadi pahlawan nasional seketika. Dia mengelilingi Bumi tiga kali dalam 4 jam 52 menit dengan kecepatan lebih dari 27.350 km/jam.

Misi tersebut instan membuat Negeri Paman Sam sebagai entitas negara yang serius dalam 'space race' pada masa itu.

Prestasi Glenn bahkan telah mencuat sebelum dirinya menjadi salah satu astronot NASA.

Beberapa tahun sebelumnya, Glenn adalah seorang pilot tempur terkemuka di Perang Dunia II dan Perang Korea dengan enam medali penghargaan Distinguished Flying Crosses dan 18 medali penghargaan Air Medals.

Ia juga merupakan salah satu dari Mercury Seven: sebutan untuk sekelompok pilot uji militer yang dipilih pada tahun 1959 oleh NASA sebagai astronot pertama di Amerika Serikat. Dia menerima medali NASA Distinguished Service Medal pada 1962 dan Medali Kehormatan Bidang Antariksa pada 1978.

Namun, segala prestasi mentereng itu tertutupi oleh rekor lain yang jauh lebih sepele -- namun tetap krusial dalam sejarah program pengembangan ke-antariksa-an Amerika Serikat, yakni, fakta bahwa Glenn adalah orang pertama yang makan di luar angkasa.

Artikel Selanjutnya
Di Luar Angkasa, Tinggi Badan Astronot Bisa Bertambah
Artikel Selanjutnya
Puing Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Jatuh ke Bumi Maret 2018