Sukses

30-12-1922: Revolusi Besar Mengawali Berdirinya Uni Soviet

Liputan6.com, Moskow - Tepat hari ini pada tahun 1922, Union of Soviet Socialist Republics (USSR) atau yang lebih dikenal oleh rakyat Indonesia dengan sebutan Uni Soviet didirikan.

Dikutip dari History.com, Sabtu (30/12/2017), Uni Soviet bangkit dan berdiri usai Revolusi Rusia dan memiliki nama resmi Uni Soviet. USSR sendiri terdiri dari Konfederasi Rusia, Belarus, Ukraina, dan Federasi Transkaukasus.

Federasi Transkaukasus akhirnya terpecah pada tahun 1936 dan memunculkan Georgia, Azerbaijan, dan Republik Armenia.

Uni Soviet sendiri menjadi negara pertama di dunia yang menganut paham sosialisme Marxis. Awal berdirinya negara ini terjadi setelah Partai Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin mendominasi pasukan Soviet di Revolusi Rusia tahun 1917.

Uni Soviet juga terdiri dari koalisi para buruh dan tentara yang menyerukan pembentukan sebuah negara sosialis di wilayah bekas Kekaisaran Rusia tersebut.

Kemudian pada tanggal 30 Desember 1922, Uni Soviet berdiri. Semua tingkatan kekuasaan pemerintah jatuh ke tangan Partai Komunis dan Politbiro yang secara efektif memimpin negara itu.

Politbiro atau Politicheskoye Buro adalah sebuah biro politik yang dikelola oleh Partai Komunis Uni Soviet. Biro ini berfungsi sebagai pembuat kebijakan pusat dan badan pelaksana di partai tersebut.

Di bidang industri misalnya, segala hal akan dikelola oleh negara. Sedangkan lahan pertanian akan dibagi menjadi kolektif yang dikelola oleh negara.

Setelah beberapa puluhan tahun terbentuk, Uni Soviet menjadi salah satu negara yang paling kuat serta berpengaruh pada eranya karena mencakup 15 republik (Rusia, Ukraina, Georgia, Belarus, Uzbekistan, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Turkmenistan, Tajikistan, Latvia, Lithuania, dan Estonia).

Namun, setelah beberapa dekade berdiri, pada tahun 1991, Uni Soviet bubar seiring runtuhnya pemerintah komunis di sana.

Pada tanggal yang sama pada tahun 2000, serangkaian ledakan bom meledak di sejumlah tempat di Metro Manila, Filipina. Sebanyak orang 22 tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Sementara pada 30 Desember 2014, kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang menghilang saat penerbangan dari Surabaya ke Singapura mendapat secercah titik terang. Puing-puing kapal terbang itu dilaporkan ditemukan.

Artikel Selanjutnya
Angkat Kisah Sahabat Nabi, Film Animasi Ini Siap Dobrak Hollywood
Artikel Selanjutnya
19-1-1983: Barbie, Sang Jagal Nazi Terciduk di Bolivia