Sukses

25-12-1991: Mikhail Gorbachev Mundur dan Runtuhnya Uni Soviet

Liputan6.com, Moskow - Hari itu, 26 tahun lalu, 25 Desember 1991, menjadi hari terakhir bagi Mikhail Gorbachev berada di kursi kekuasaan negeri Uni Soviet. Gorbachev mengundurkan diri dari kursi kekuasaan Uni Soviet setelah sekitar 7 tahun menjabat sebagai Pemimpin Utama dan sekitar 2 tahun sebagai Presiden.

Pengumuman pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Gorbachev dalam pidatonya selama 10 menit, yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal. Pada saat yang bersamaan, sistem negara Uni Soviet berubah menjadi negara independen persemakmuran (Commonwealth of Independent States/CIS).

"Dengan transformasi saat ini, maka saya menyatakan berhenti dari aktivitas saya sebagai Prseiden Republik Sosialis Kesatuan Uni Soviet," ujar Gorbachev, seperti dimuat BBC.

Gorbachev menjelaskan bahwa pengunduran diri untuk mengikuti prinsip dan sistem negara yang baru: atas dasar memaksimalka suara dan keinginan rakyat. Selain itu, dia juga menyebutkan sejumlah pencapaiannya selama menjabat.

"Pemilihan umum yang demokratis kini sudah terlaksana di negeri ini. Kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, Kebebasan pers, kebebasan beribah, ada dewan perwakilan rakyat, dan sistem multi partai, semuanya sudah terwujud."

"Hak asasi manusia, kebebasan dalam berkreasi sudah terwujud dan ancaman-ancaman nuklir di dalam negeri kini sudah tiada," ucap Gorbachev, yang juga menyebut beberapa kelalaiannya saat memerintah, tapi menurut itu, hal itu telah diperbaiki saat ini.

Kontrol pemerintahan untuk sementara diserahkan ke Boris Yeltsin selaku Perdana Menteri Rusia, termasuk kontrol nuklir di dunia internasinal. Rusia mewarisi posisi Uni Soviet untuk posisi anggota Dewan Keamaan tetap PBB, termasuk dalam hal nuklir.

Pada saat itu juga, bendera Uni Soviet berwarna merah dan bergambarkan palu arit diturunkan di Istana Presiden di Kremlin, dan digantikan oleh negera Federasi Rusia. Hal serupa juga dilakukan di seluruh kedutaan besar Soviet di negara lain.

Transformasi yang dilakukan Gorbachev dari Uni Soviet ke Federasi Rusia ini mendapat respon positif dari Amerika Serikat dan Inggris. Presiden Amerika Serikat George Bush dan Perdana Menteri Inggris menyampaikan apresiasi tertinggi untuk Gorbachev, yang dianggap telah membawa dunia lebih aman dan damai.

Gorbachev dinilai rakyatnya dan juga publik internasional sebagai pemimpin yang visioner atas perubahannya bagi Uni Soviet dan Rusia, kendati sebagian pihak menilai dirinya terlalu naif atas langkahnya tersebut.

Sejarah lain mencatat pada tanggal 25 Desember tahun 336, merupakan hari Natal pertama yang dirayakan pada zaman Romawi kuno untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus -- atas titah Kaisar Konstantin. Di tanggal yang sama pada tahun 1932, gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang provinsi Gansu di China dan menewaskan 275 orang.

Artikel Selanjutnya
16-1-1945: Hampir Kalah, Adolf Hitler Ngumpet di Bawah Tanah
Artikel Selanjutnya
15-1-1970: Awal Muammar Khadafi Memimpin Libya Hingga 41 Tahun