Sukses

Ilmuwan Temukan Mineral Alien di Pulau Terpencil Skotlandia

Liputan6.com, Skye - Sejumlah ilmuwan menemukan mineral alien atau asing di situs meteor prasejarah di sebuah pulau terpencil di Skotlandia, Isle of Skye.

Sejumlah ahli geologi dari Birkbeck, University of London, menjadi bagian dari tim yang meneliti batuan vulkanik di Skye itu. Di sana, mereka menemukan sejumlah bentuk mineral yang belum pernah dilihat di Bumi sebelumnya.

Secara spesifiknya, mereka menemukan osbornite yang kaya akan vanadium dan niobium. Kedua mineral alien itu sebelumnya diketahui dalam awan debu yang diperoleh NASA dalam misi angkasa luar.

Awalnya, ilmuwan berpikir bahwa mereka akan melihat aliran vulkanik yang disebut ignimbrite. Namun, ketika mereka menggunakan microprobe electorn (EMP), mereka justru menemukan material angkasa luar yang langka.

"Ketika kami menemukannya, kami sangat terkejut karena kita tak mengantisipasi hal itu," jelas dosen di Department of Earth and Planetary Sciences Birkbeck, Dr Andy Beard, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (20/12/2107).

Para periset memeriksa dasar arus lava berusia 60 tahun saat mereka menemukan osbornite. Menurut para ahli geologi, karena mineral itu tak mencair, kemungkinan mineral tersebut merupakan bagian asli meteorit.

Daerah tempat ditemukannya osbornite sangat curam dan berawa. Menurut dosen di Departemen Ilmu Bumi dan Planet, Dr Simon Drake, medan tersebut mungkin telah menghalangi para peneliti sebelumnya untuk menjelajahi situs tersebut.

"Ketinggian rawa itu sepaha kami. Saya ingat dengan jelas telah mengatakan kepada Andy Beard, 'Ini akan bernilai'. Itu layak dilakukan," ujar Drake dalam pernyataan tersebut.

Para ahli mengatakan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah dampak hantaman meteor itu memicu keluarnya lava vulkanik pada saat bersamaan.

Situs kedua yang berjarak tujuh kilometer dari situs pertama, mengungkap mineral langka serupa yang dikenal sebagai "ejecta" -- material yang dikeluarkan dari kawah.

Temuan mineral alien itu telah dipublikasikan di jurnal GeoScienceWorld.

 

1 dari 2 halaman

Asteroid Merah 'Si Pembawa Pesan' Diduga Miliki Teknologi Alien

Pada Oktober lalu sebuah asteroid alien yang berbentuk seperti cerutu telah memasuki sistem tata surya kita, setelah ratusan juta tahun berpetualang di alam semesta.

Asteroid dengan panjang 400 meter berwarna merah gelap itu bernama Oumuamua. Dalam bahasa Hawaii, asteroid itu memiliki arti "pembawa pesan".

Oumuamua pertama kali diamati oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawaii. Ia diyakini merupakan batuan angkasa luar pertama dari luar tata surya yang pernah diamati oleh para astronom.

Astronom dijadwalkan akan menggunakan salah satu teleskop terbesar di dunia untuk memeriksa benda alien atau asing yang hingga kini masih berselimut misteri itu.

Dimuat The Guardian, teleskop Green Bank di West Viriginia akan mendengarkan kemungkinan adanya sinyal radio yang dipancarkan dari Oumuamua.

Ilmuwan di proyek Breakthorugh Listen, yang mencari bukti peradaban alien, mengatakan bahwa tahap pertama pengamatan diperkirakan berlangsung selama 10 jam dan akan disesuaikan dengan empat pita transmisi radio berbeda.

"Kemungkinan besar sinyal itu berasal secara alami, namun karena sangat aneh, kami ingin memeriksa apakah ada tanda-tanda buatan, seperti emisi radio," ujar profesor astronomi di Harvard Univeristy dan seorang pejabat proyek Breakthorugh Listen.

"Jika kita mendeteksi sinyal buatan, kita akan segera tahu," imbuh dia.

Artikel Selanjutnya
Planet Mars Sempat Dihuni Alien Purba?
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Gua Bawah Air Terpanjang di Dunia