Sukses

Misteri Kepunahan Harimau Tasmania Terkuak

Liputan6.com, Hobart - Baru-baru ini para peneliti dari Melbourne University, Australia, mengaku telah memecahkan teka-teki kepunahan Thylacinus cynocephalus atau lebih dikenal sebagai harimau Tasmania.

Satwa ini dinyatakan punah 80 tahun lalu, sekitar abad ke-20. Harimau Tasmania adalah marsupial karnivora masa modern terbesar yang pernah diketahui.

Para ilmuwan melakukan ekspedisi "memburu" Tasmania untuk mengumpulkan bukti-bukti kepunahan harimau langka itu, di antaranya melalui sampel DNA.

Temuan yang dipublikasikan pada hari Selasa, 12 Desember 2017 tersebut menunjukkan, Tasmania memiliki kondisi genetik buruk selama ribuan tahun sebelum kepunahannya.

Ilmuwan memetakan secara genetik hewan yang dikenal sebagai thylacine ini menggunakan gen dari sampel seekor anakan Tasmania yang disimpan selama lebih dari satu abad di dalam toples.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution itu menguak fakta bahwa makhluk tersebut mulai mengalami penurunan keragaman genetik lebih dari 70.000 tahun yang lalu.

Hal itulah yang membuat mereka kurang tahan terhadap perubahan lingkungan. Dengan kata lain, rentannya harimau Tasmania terhadap kepunahan sudah terjadi jauh sebelum suku Aborigin menghuni benua Australia pada 65.000 tahun lalu.

"Kami berharap akan ada banyak thylacine yang bisa memberi tahu tentang basis genetik kepunahan mereka, demi membantu spesies lain," kata co-author penelitian Andrew Pask, dikutip dari AFP, Rabu (13/12/2017).

Pask menambahkan, penelitian ini membuka kesempatan bagi ilmuwan lain untuk mengkloning harimau Tasmania dan menghidupkannya kembali dari kepunahan.

"Karena genom ini adalah salah satu spesies terlengkap yang masuk dalam spesies punah, secara teknis penelitian kami merupakan langkah pertama untuk membawa mereka (harimau Tasmania) kembali, meski kemungkinan itu kecil," sambungnya.

 

 

1 dari 2 halaman

Punah Karena Faktor Alam dan Manusia

Harimau Tasmania sendiri pernah tersebar luas di seluruh Australia. Sayangnya, hewan ini telah hilang dari daratan sekitar 3.000 tahun lalu.

Kemungkinan besar, hal itu disebabkan oleh kekeringan. Mereka sebelumnya dapat bertahan di negara bagian Tasmania selatan, Australia, hingga tahun 1936.

Para ilmuwan menemukan genetika hewan tersebut lebih dekat dengan sesama marsupial Australia, Tasmanian devil (Sarcophilus harrisii), dibandingkan dingo (anjing asli Australia).

Dengan kepala seperti serigala, badan bergaris seperti harimau, dan kantung seperti kanguru, harimau Tasmania memang sangat unik.

Spesies karnivora ini terlihat seperti kucing atau anjing, tapi harimau Tasmania adalah contoh dari evolusi konvergen, sebuah proses evolusi independen berupa munculnya individu dengan bentuk morfologi yang mirip, walaupun berasal dari garis keturunan berbeda.

Thylacinus cynocephalus dinyatakan punah pada 1986, setelah banyak yang dibunuh sampai tahun 1920. Harimau Tasmania terakhir diketahui mati di penangkaran Kebun Binatang Hobart pada 1936.

Dulunya, harimau Tasmania menjelajahi kawasan Australia, Papua Nugini, dan Tasmania. Beberapa faktor yang menyebabkan kepunahannya antara lain penyakit, domestikasi anjing liar, permukiman manusia, dan tentu saja perburuan.

Pada 1900-an perburuan terhadap harimau Tasmania dilakukan secara masif. Kala itu, manusia khawatir binatang tersebut merusak stok makanan mereka. 

Artikel Selanjutnya
Penguin Ini Tiba-Tiba Lompat ke Kapal, Penasaran dengan Manusia?
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Fosil Hutan Berusia 280 Juta Tahun di Antartika