Sukses

Waspada, 5 Gangguan Tidur Ini Dapat Memicu Kematian

Liputan6.com, New York - Gangguan tidur akan membuat Anda merasa sangat kelelahan juga tertekan. Terlebih ketika menjalani aktivitas, hal ini akan sangat mengganggu.

Jika Anda menderita gangguan tidur, sepatutnya Anda harus mencari tahu apa penyebabnya. Tak hanya itu, cari tahu pula termasuk ke dalam jenis apa gangguan tidur yang Anda alami.

Karena ternyata, banyak sekali jenis gangguan tidur yang dapat menyerang seseorang.

Apabila Anda sudah mengetahui jenis gangguan tidur yang diderita, maka akan mempermudah dalam menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya.

Hal ini harus dilakukan agar Anda dapat berumur panjang. Pasalnya, ada beberapa jenis gangguan tidur yang dapat menyebabkan kematian.

Jika hal ini tak segera diatasi maka bahaya akan selalu mengintai. Meninggal dalam posisi tidur pun kemungkinan besar akan terjadi.

Seperti dilansir dari laman Toptenz.net, Rabu (6/12/2017), berikut 5 gangguan tidur yang dapat menimbulkan kematian:

1 dari 6 halaman

1. Fatal Familial Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang terdiri dari berbagai jenis. Salah satu gangguan tidur yang paling berbahaya adalah Fatal Familial Insomnia.

Gangguan tidur jenis ini disebabkan oleh kondisi prion herediter yang menargetkan bagian otak (pusat kendali siklus tidur dan bangunnya seseorang).

Fatal Familial Insomnia akan menyebabkan penghentian kemampuan atau keinginan untuk tidur yang tak terukur.

Gangguan semacam ini biasanya dialami oleh mereka yang berusia 32 hingga 62 tahun. Karena tak dapat tidur nyenyak, penderita akan meninggal akibat degenerasi neurologis.

2 dari 6 halaman

2. Sleep Driving

Kita semua tahu, bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk adalah hal yang sangat berbahaya. Hal semacam ini kerap ditemui di beberapa negara di belahan dunia.

Para pengemudi yang kurang tidur akan mengantuk saat keluar dari rumah. Apabila sudah seperti ini, penderita akan mencuri-curi waktu agar dapat bisa tertidur.

Contoh, ketika berhenti sejenak di lampu merah, maka penderita akan tertidur sejenak. Apabila lampu hijau sudah menyala maka bunyi klakson kendaraan di bagian belakang Anda akan terdengar.

Selain menganggu kenyamanan pengguna jalan lain, mengantuk saat berkendara akan dapat menyebabkan kecelakaan dan kematian.

3 dari 6 halaman

3. Sleeping Beauty Syndrome

Fenomena tidur non-stop selama belasan hari yang dialami Siti Raisa Miranda alias Echa, remaja putri berusia 13 tahun asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi perhatian banyak pihak. Fenomena Sleeping Beauty Syndrome tersebut dikatakan sebagai kejadian pertama yang terjadi di Indonesia.

Fenomena Sleeping Beauty Syndrome atau hipersomnia adalah salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

Kelainan ini disebut-sebut rentan diderita oleh anak muda, terutama laki-laki.

Jika hal ini terus terjadi, maka hipersomnia dapat menimbulkan kematian pada penderita. Pasalnya, penderita akan mengalami kerusakan pada kinerja sosial. Kurangnya makan dan aktivitas lain akan mengakibatkan kematian.

4 dari 6 halaman

4. Mendengkur

Mendengkur sewaktu tidur, meski selama ini banyak dikeluhkan oleh orang yang terlelap di sekitarnya, kerap dianggap hal biasa. Padahal, mendengkur bukan cuma masalah bagi orang lain, tapi juga bisa menjadi problem berat bagi si pendengkur sendiri.

Dengkuran terjadi saat semua otot lemas, termasuk yang di pangkal lidah, dengkuran akan bertambah keras jika pendengkur merasa lelah, karena aktivitas yang berlebihan sebelumnya.

Jika ini berlangsung terus menerus bisa menyebabkan serangan stroke, impotensi, dan hipertensi. Bahkan, kematian mendadak saat tidur. Siklus kehilangan napas yang berulang ini juga menyebabkan orang bangun dalam keadaan lelah, sehingga produktifitas siang harinya berkurang.

Itulah sebabnya, orang yang mendengkur panjang yang sering tiba-tiba berhenti patut diperiksa.

5 dari 6 halaman

5. Nokturia

Nokturia adalah gangguan yang terjadi saat tidur malam berupa dorongan untuk membuang air kecil dalam frekuensi yang sangat sering.

Hal semacam ini tentu akan mengganggu karena dapat mengurangi waktu tidur. Apabila hal ini terus terjadi, maka rasa kantuk akan kembali terjadi pada siang hari.

Ada beberapa penyebab terjadinya hal ini, salah satunya yaitu gaya hidup yang tak baik. Seperti alkohol dan minum kopi.

Artikel Selanjutnya
7 Kebiasaan Dianggap Baik Ini Dapat Merusak Kesehatan
Artikel Selanjutnya
4 Kondisi Ini Sebabkan Si Kecil Ngences