Sukses

Cuma Jual Produk Halal, Supermarket di Paris Diancam Akan Ditutup

Liputan6.com, Paris - Sebuah supermarket halal di pinggiran kota Paris diancam ditutup oleh pemerintah setempat. Alasannya, di situ hanya menjual produk-produk halal saja. Tak ada alkohol, tak ada daging babi.

Supermarket bernama Good Price, yang terletak di Colombes, telah 'diwanti-wanti' oleh otoritas lokal agar menjelma selayaknya toko makanan pada umumnya. Pasalnya, apabila mereka hanya menjual makanan halal saja, tindakan ini dianggap menyalahi aturan. Mereka dicap tidak mematuhi kondisi sewa yang ditetapkan.

Akan tetapi, otoritas menyangkal. Pihaknya berpendapat bahwa masyarakat di kawasan tersebut tidak dilayani dengan baik, kalau ada yang mencari minuman beralkohol atau babi.

"Walikota Colombes, Nicole Goueta, pergi ke sana (Good Price) sendirian. Ia meminta pemilik toko untuk melakukan diversifikasi rangkaian produk dengan menambahkan alkohol dan daging non-halal," kata Kepala Staf Walikota, Jérôme Besnard, kepada The Telegraph, Selasa (5/12/2017).

Kemudian, Goueta menyampaikan kepada Besnard bahwa penduduk setempat, terutama orang-orang tua, mengeluh kalau mereka tak bisa lagi mendapatkan berbagai produk dengan harga bagus seperti dahulu. Ditambah, mereka harus menempuh perjalanan jauh untuk membeli barang belanjaan.

Besnard menceritakan, sebelum ditempati oleh Good Price, lahan tersebut diduduki oleh supermarket biasa yang menyediakan beragam produk makanan umum, tak ada kekhususan. Harga yang ditawarkan pun murah meriah, karena toko pendahulunya kerap membuka diskon.

"Kami menginginkan percampuran sosial. Kami tidak ingin ada daerah yang hanya untuk Muslim atau daerah dimana tidak ada Muslim," ujar Besnard menambahkan.

Pemerintah Colombes mengkritik toko tersebut, menganggapnya sebagai pelanggar prinsip Prancis yang condong ke republik. Katanya, Good Price lebih memprioritaskan kelompok masyarakat tertentu dibandingkan kelompok lain.

Alhasil, otoritas mengambil langkah hukum. Kasus ini telah diajukan ke pengadilan Nanterre, Paris, pada Oktober 2017. Mereka mengancam akan segera mengakhiri masa sewa supermarket. Padahal, Good Price sudah rela merogoh kocek mahal untuk tetap eksis sampai tahun 2019.

1 dari 2 halaman

Masalah Keamanan

Si pemilik toko, Soulemane Yalcin, mengaku bahwa ia hanya memenuhi permintaan pelanggannya di wilayah sekitar sejak tokonya dibuka pada April 2015. Ia dengan lantang menolak untuk memasok alkohol dan daging babi.

Ia tak ingin seperti toko lain. Toko lain yang menjual alkohol di daerah tersebut menghadapi masalah keamanan dan mengalami kerugian.

"Ini bisnis," ungkap Yalcin.

"Saya mencermati sekeliling saya dan itulah target saya. Aturan sewa tertulis 'toko makanan umum dan kegiatan terkait' - tapi semuanya tergantung pada bagaimana Anda menafsirkan 'kegiatan terkait' itu sendiri," ucapnya kepada surat kabar Le Parisien, seperti dikutip dari The Telegraph.

Yalcin tak gentar meghadapi tuntutan pemerintah setempat. Pasang 'kuda-kuda, ia pun menyewa seorang pengacara untuk melawan mereka.

Kasus serupa terjadi di kota lain Colombes. Kali ini di selatan Prancis.

Walikota Pennes-Mirabeau, dekat Marseille, melarang sebuah acara yang digelar di Speedwater Park. Ia punya alasan kuat untuk itu, yakni kegiatan tersebut hanya boleh diikuti oleh wanita berburkini dan anak-anak saja.

Prancis memang melarang pemakaian burkini di pantai, water park, dan di kolam renang. Walikota Pennes-Mirabeau pun menegaskan kalau ia bakal menerapkan undang-undang yang berlaku untuk menghentikan acara di Speedwater Park. Ditakutkan, kegiatan seperti itu akan menimbulkan kekhawatiran publik.

Artikel Selanjutnya
Dilema Maraknya Ponsel BM di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Pasokan Garam di Pasar Tradisional Masih Langka