Sukses

Berlian Perdamaian Asal Sierra Leone Laku Rp 87,8 Miliar

Liputan6.com, Freetown - Berlian berukuran 709 karat yang digali di Sierra Leone terjual di sebuah acara pelelangan di New York dengan harga Rp 87,8 miliar. Berlian itu disebut-sebut sebagai berlian terbesar ke-14 di dunia.

Dikutip dari BBC, Rabu (6/12/2017), berlian berharga tersebut akhirnya jatuh ke tangan seorang ketua Graff Diamonds yang juga seorang miliarder dari Inggris, Laurence Graff.

Batu berharga itu diberi nama "berlian perdamaian" setelah seorang pastor bernama Emmanuel Momoh, menemukannya di sebuah komunitas di desa kecil. Ia berharap berlian tersebut dapat membantu pemerintah Sierra Leone dalam mengumpulkan dana untuk mengembangkan proyek infrastruktur lokal.

Setengah dari uang hasil penjualan berlian itu akan digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki kondisi di desa Koryardu agar menjadi lebih baik, yakni dengan membiayai air bersih, pemeliharaan listrik, jalan raya, perawatan kesehatan, dan gedung serta pemeliharaan sekolah-sekolah.

"Berlian perdamaian yang dibeli oleh Laurence Graff akan merubah kehidupan, meskipun sangat disayangkan (karena) berlian tidak terjual dengan harga yang sangat mahal," kata Tobias Kormind, manajer direktur 77diamonds.com.

Momoh mengatakan, dengan menjual berlian tersebut kepada tengkulak, tidak akan menguntungkan komunitas.

"Kami kekurangan dalam segala hal. Kami tidak memiliki akses jalanan yang baik... atau (bahkan untuk) meminum air," imbuh Momoh.

Penjualan berlian itu ditangani oleh Rapaport Group, yang tidak mengambil keuntungan sepeser pun. Martin Rapaport, selaku pemimpin grup mengatakan bahwa penjualan tersebut dapat membawa angin segar kepada hubungan antara penambang berskala kecil dan pemerintah. Apalagi jika komunitas kecil mendapat keuntungan dari penjualan.

 

1 dari 2 halaman

Sempat Ditawar Rp 105 Miliar

Pada acara pelelangan sebelumnya, pemerintah Sierra Leone menolak tawaran Rp 105 miliar untuk berlian tersebut saat diadakan di Freetown, Sierra Leone. Angka tersebut dirasa sangat rendah oleh pemerintah.

"Ada alasan Tuhan memberikan berlian-berlian ini ke masyarakat paling miskin di dunia dan membuat orang paling kaya menginginkannya. Ini adalah Tikun Olam (bahasa Yahudi yang artinya memperbaiki dunia). Hal ini akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik," kata Martin Rapaport, ketua Grup Rapaport, sebuah jaringan perusahaan berlian yang akan mengatur lelang tersebut.

Berlian telah menyebabkan pecahnya perang saudara yang berlangsung satu dekade dan berakhir pada 2002.

Pada saat itu, para pemberontak memaksa penduduk sipil untuk menambang berlian dan membeli senjata dari hasil penjualan berlian hingga memunculkan istilah "berlian-berlian berdarah." (Affifa Zahra)

Artikel Selanjutnya
Bujet Skincare Presiden Prancis Emmanuel Macron Rp 400 Juta
Artikel Selanjutnya
Harta Karun, Ferrari Langka 40 Tahun Teronggok di Gudang