Sukses

Mayat hingga 'Kebun Binatang'...5 Bawaan Aneh Penumpang Pesawat

Liputan6.com, Washington, DC - Tak jarang kita mengabaikan keamanan bandara. Bisa jadi karena tak tahu bahaya yang mengintai atau memang menganggap sepele seakan-akan segalanya akan selalu berjalan mulus.

Sebagai penumpang kadang kita juga masih diliputi kebingungan soal mana barang yang boleh masuk kabin dan mana yang harus diletakkan di bagasi. Maka sering kita lihat seseorang harus membongkar barang bawaannya setelah petugas keamanan bandara mendeteksi ada benda tajam berupa gunting kuku di tas makeup-nya.

Namun sejumlah kasus, barang-barang yang terdeteksi mesin X-ray tergolong ekstrem dan di luar perkiraan siapapun.

Seperti dikutip dari listverse.com pada Kamis (30/11/2017), berikut sejumlah kejadian di berbagai belahan dunia di mana mesin X-ray bandara menemukan beberapa barang bawaan penumpang tak lazim:

1 dari 6 halaman

1. 'Akuarium'

Petugas keamanan di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat, kaget bukan main saat sistem deteksi bahan peledak mengalihkan perhatian mereka ke salah satu barang bawaan penumpang. Yang bersangkutan bepergian dengan empat koper berisi air dan di dalamnya terdapat nyaris 240 ekor ikan.

Tak dijelaskan bagaimana air bisa tetap bertahan di dalam koper.

Ikan-ikan tersebut terdiri dari jenis dan ukuran yang berbeda. Meski penumpang tersebut menempuh rute domestik dan ikan-ikan tersebut mampu bertahan, namun apa yang dilakukan bersangkutan melanggar kebijakan maskapai untuk mengangkut hewan dengan cara seperti itu.

Penumpang itu mengaku ia membeli ikan-ikan tersebut di toko hewan lokal dan hanya berusaha membawanya pulang bersamanya. Namun tetap saja ia tidak diizinkan untuk mengangkut hewan tersebut sebagai barang bawaan.

Sebagai alternatifnya, yang bersangkutan diarahkan ke meja informasi di mana ia bisa dijelaskan terkait prosedur pengiriman hewan tersebut secara legal.

2 dari 6 halaman

2. Bayi Manusia

Jika "akuarium" belum cukup menakjubkan, mungkin Anda akan terheran-heran, bagaimana mungkin bayi manusia jadi barang bawaan penumpang...

Mesin X-ray mendeteksi seorang anak di dalam koper pasangan asal Mesir saat keduanya melewati pemeriksaan bandara sebelum bertolak ke Uni Emirat Arab. Belakangan, pasangan itu diketahui menyelundupkan bayi laki-laki berusia lima bulan dengan menggunakan sebuah koper jinjing.

Aksi mereka itu terbongkar di Bandara Internasional Sharjah, Uni Emirat Arab. Dan akibat perbuatan keduanya, mereka didakwa pasal penyelundupan dan membahayakan kesehatan anak.

Ternyata, investigasi menguak bahwa pasangan tersebut terpaksa bertindak nekat karena tak sabar menunggu sang anak memiliki visa.

Sempat berada dalam kondisi drop, anak tersebut akhirnya pulih. Orangtuanya akhirnya ditahan.

Otoritas bandara prihatin dengan keputusan orangtua bayi tersebut mengingat anak mereka dapat terancam bahaya radiasi mesin X-ray.

3 dari 6 halaman

3. Mayat

Pada 2010, dua wanita di Bandara Liverpool John Lennon ditahan setelah petugas curiga tentang anggota keluarga mereka yang seolah-olah sedang tidur siang. Kedua wanita itu adalah istri dan anak tiri Curt Jarant, seorang pria yang telah meninggal dunia.

Mayat Jarant dibawa oleh istri dan anak tirinya dengan bantuan kursi roda. Mereka berkendara ke bandara dengan taksi.

Dua wanita tersebut ditahan dengan tuduhan bahwa mereka berusaha menghindari biaya angkut jenazah.

Mendiang Jarant dilaporkan menderita Alzheimer dan baru dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Laporan koroner menyatakan bahwa pria tersebut telah meninggal lebih dari 24 jam.

Meski sempat ditahan, namun dua wanita tersebut dibebaskan dengan jaminan.

Anehnya, ini bukan kejadian pertama di mana penumpang kedapatan membawa mayat. Sebenarnya, persoalan ini dianggap umum oleh petugas keamanan bandara mengingat banyak orang menghindari ongkos angkut jenazah.

4 dari 6 halaman

4. 'Kebun Binatang'

Pada 2009, seorang pria warga Afrika Selatan tertangkap di bandara setelah mencoba menyelundupkan lebih dari 70 hewan hidup. Pria hendak kembali ke rumah dari Thailand ketika petugas menemukan koleksi hewan liar seperti ular, buaya, kura-kura, laba-laba, kalajengking dan kodok.

Diyakini bahwa hewan-hewan tersebut diselundupkan ke Afrika sebagai bagian dari perdagangan global spesies yang terancam punah. Tersembunyi di balik wadah plastik, keberadaan binatang-binatang itu ditemukan oleh petugas bea cukai sebelum akhirnya dikirim ke Kebun Binatang Nasional Afrika Selatan.

Pria itu dikabarkan tidak menyadari keseriusan kejahatannya. Ia sangat terkejut saat diseret ke pengadilan dan didakwa melanggar UU Lingkungan Hidup. Aksinya menggemparkan publik sekaligus memicu komentar keras dari aktivis hak asasi hewan dan the African Wildlife Foundation.

5 dari 6 halaman

5. Peluru Meriam

Seorang penumpang yang naik pesawat di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood memicu kehebohan saat ditemukan peluru meriam di dalam kopernya.

Temuan itu segera menyebabkan evakuasi di area bagasi. Investigasi mengungkap, yang bersangkutan tidak tahu bahwa benda yang diangkutnya tersebut merupakan ancaman serius.

Pria itu mengaku ia memungut peluru meriam saat tengah menyelam di sebuah kapal karam. Ia menyimpannya sebagai suvenir dari perjalanannya.

Meski peluru meriam tersebut diambil dari kapal yang tenggelam pada 1700-an, benda itu masih dianggap berbahaya. Seorang ahli memberi tahu bahwa bahan peledak yang ditemukan di laut dapat dengan mudah diledakkan secara tak terduga.