Sukses

Gajah Ini Bunuh dan Sembunyikan Jasad Majikannya

Liputan6.com, Krabi - Seorang pria asal Thailand ditemukan meninggal dunia secara tragis. Diduga, pria itu tewas diinjak oleh gajah peliharaannya.

Dilansir dari laman AsiaOne, Selasa (28/11/2017), insiden itu terjadi di distrik Khao Phanom, Krabi pada Minggu, 26 November 2017.

Pria yang diketahui bernama Amorn Morakot itu ditemukan di balik pohon dalam kondisi ditutupi oleh dedaunan.

Kerabat Amorn mengatakan, jasad saudaranya itu sengaja di sembunyikan oleh gajah agar tak ditemukan oleh orang lain.

Hasil autopsi menunjukkan, pria berusia 50 tahun itu tewas setelah bagian wajahnya ditendang oleh gajah. Tak hanya itu, ia juga diinjak-injak di beberapa bagian tubuh.

Kini, gajah tersebut sudah dirantai oleh kerabat Amorn di sebuah perkebunan karet.

Mulanya, keluarga mengira bahwa Amorn kabur dari rumah. Ternyata, Amorn yang dikira sudah pergi jauh ditemukan tak bernyawa.

Kejadian gajah yang membunuh manusia kerap kita dengar, beberapa hari yang lalu juga insiden serupa terjadi. Pria berusia 40 tahun asal India tewas setelah diinjak gajah.

Insiden yang terjadi di Benggala, India tersebut berlangsung begitu cepat.

Kejadian bermula ketika Rehman yang bekerja sebagai petugas keamanan bank, sedang berwisata ke sebuah taman nasional di kota Bengal menggunakan bus.

Dalam perjalanan terlihat seekor gajah tengah melintas. Ternyata, pria tersebut malah keluar dan mendekati gajah.

Menurut keterangan dari saksi mata, pria itu ingin memberi hormat. Tak disangka, gajah itu malah datang menghampiri dan menginjak-ijak tubuh Rehman hingga tewas.

 

1 dari 2 halaman

4 Pengungsi Rohingya Tewas Diinjak Gajah Liar

Insiden manusia yang tewas diinjak oleh gajah sempat menghebohkan dunia internasional. Pasalnya, empat orang yang meninggal tersebut adalah pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh.

Empat pengungsi Rohingya tewas diinjak seekor gajah. Peristiwa ini terjadi di area pengungsian Cox's Bazaar di Bangladesh pada Oktober 2017.

Seperti dikutip dari The New York Times, para korban yang terdiri dari seorang wanita dan tiga anak kecil, tewas saat hewan berbelalai tersebut menyerbu tempat penampungan sementara mereka di kamp Balukhali.

Kematian keempat pengungsi Rohingya tersebut dikonfirmasi oleh Md Abdul Khayer, seorang pejabat kepolisian di kantor polisi Ukhiya.

Sementara itu, enam orang lainnya terluka dan telah dirawat di rumah sakit.

Insiden ini merupakan tragedi terakhir yang "menyerang" warga Rohingya, etnis minoritas di Myanmar yang terpaksa mengungsi setelah kekerasan yang diduga dilakukan pihak militer pecah di kampung halaman mereka di Rakhine sejak Agustus lalu.

PBB dalam laporannya menyebutkan bahwa tindakan keras militer Myanmar bertujuan untuk pembersihan etnis.

Kini, diperkirakan lebih dari setengah juta warga Rohingya telah meninggalkan Rakhine untuk menyelamatkan diri ke Bangladesh. Namun, kondisi di pengungsian yang kurang memadai memicu kekhawatiran lain akan bahaya berbagai penyakit serta yang terkini serangan hewan liar.

"Ini adalah tempat di mana gajah biasanya berkeliaran. Mungkin mereka (pengungsi) tidak tahu," ujar Khayer merujuk pada pengungsi Rohingya yang baru tiba.

Organisasi Internasional untuk Migrasi, salah satu badan PBB, turut mengonfirmasi tewasnya empat pengungsi Rohingya. Organisasi tersebut mencatat bahwa gajah telah terlihat sebelumnya di kawasan tersebut saat mereka melakukan survei di sana.

Selama ini, kebanyakan pengungsi Rohingya tiba di Teknaf, distrik paling selatan di Cox's Bazaar, Bangladesh, sebelum akhirnya mereka pindah ke distrik Ukhiya yang memiliki tempat penampungan lebih baik di utara.

Para pengungsi ini tiba dalam kondisi lelah dan kelaparan setelah berhari-hari menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Tak banyak barang yang bisa mereka bawa selain pakaian yang dikenakan.