Sukses

Tragis, Lebih dari 100 Ekor Rusa Tertabrak Kereta di Norwegia

Liputan6.com, Oslo - Lebih dari 100 ekor rusa kutub dilaporkan mati tertabrak kereta barang di Norwegia bagian utara. Kejadian ini dianggap sebagai peristiwa 'pertumpahan darah' di musim dingin.

Dilansir dari laman Straits Times, Selasa (28/11/2017), kejadian bermula ketika sebuah kereta barang tengah melintas. Pada momen itu, ada ratusan rusa yang secara bergerombolan melintas.

Awalnya ada 65 ekor rusa yang mati di tempat. Kemudian, satu hari setelahnya 45 ekor rusa menyusul.

"Saya sangat marah dan bingung dengan hal ini," ujar Ole Henrik Kappfjell pemilik rusa-rusa tersebut.

"Ini tragedi yang tak masuk akal. Ini mimpi buruk," tambahnya.

Norwegia adalah rumah bagi sekitar 250 ribu rusa semi-domestik dan kebanyakan dari hewan itu tinggal di negara di bagian utara.

Saat ini, pengembala rusa menemui banyak kendala. Pasalnya, ada banyak ancaman yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah kasus kecelakaan, baik tabrakan kereta api maupun mobil.

Sebuah foto yang diambil oleh Jon Erling Utsi, pembuat film dokumenter menunjukkan tumpukan salju yang penuh dengan darah.

"Hal yang buruk adalah ketika melihat kecelakaan tersebut. Rusa-rusa itu terbunuh dan tergeletak begitu saja," tambahnya.

Berdasarkan catatan, lebih dari 2.000 rusa kutub menyusuri jalur kereta api antara tahun 2013 hingga 2016.

Para penggembala rusa meminta agar operator kereta memasang pagar di sepanjang jalur. Namun, pihak terkait mengatakan, belum ada dana untuk hal tersebut.

 

1 dari 2 halaman

Norwegia Rencanakan Pembunuhan Massal Rusa, Ini Alasannya

Norwegia berencana untuk melakukan pembunuhan massal rusa. Tindakan ini ditempuh demi menghentikan penyebaran penyakit Chronic Wasting Disease (CWD) atau sapi gila pada rusa.

Menurut laporan The Local yang dikutip Telegraph, para ahli mengatakan, seluruh kawanan rusa harus dibunuh untuk mencegah penyakit menghancurkan populasi hewan tersebut di Norwegia.

Ribuan rusa yang sudah disisihkan kabarnya akan dibunuh di kawasan pengunungan barat laut Oslo.

Kasus pertama terkait penyakit jenis ini di Eropa terkuak April 2016 pada seekor karibu muda. Tak lama, gangguan serupa ditemukan pada tiga ekor rusa.

Setidaknya, terdapat 2.200 hewan di Nordfjella, wilayah di mana tiga rusa terinfeksi itu berada.

Layaknya penyakit sapi gila pada hewan lainnya, CWD juga menyebabkan penurunan berat badan kronis sebelum akhirnya binatang itu mati.

Ahli Keamanan Pangan Norwegia dilaporkan telah melakukan penguji ekstensif demi memastikan sejauh mana penyakit tersebut telah menyebar.

Pekan lalu, Komite Ilmiah Norwegia untuk Keamanan Pangan mempublikasikan penilaian terkait risiko dan merekomendasikan langkah-langkah komprehensif yang harus diambil untuk memberantas penyakit itu.

Mereka juga menyerukan agar rusa milik penduduk lokal yang terkena dampak untuk disembelih sebagai tindakan pencegahan.

"Jika pemerintah ingin memberantas penyakit ini, maka kita punya peluang emas sekarang. Karena sepertinya, penyebarannya masih terbatas pada bagian utara Nordfjella," ujar salah seorang anggota komite.

"Bila tujuannya untuk memberantas maka jalan terbaik adalah menembak seluruh kawanan (rusa)," imbuhnya.