Sukses

Hendak Beri Salam Hormat, Pria Ini Malah Tewas Diinjak Gajah

Liputan6.com, Benggala - Sadik Rehman tak pernah menyangka akan menemui ajal ketika hendak memberi salam kepada seekor gajah. Pria berusia 40 tahun asal India tersebut dilaporkan tewas diinjak-injak oleh hewan berbelalai panjang itu.

Dilansir dari situs The Indian Express, Sabtu (25/11/2017), insiden yang terjadi di Benggala, India tersebut berlangsung begitu cepat.

Kejadian bermula ketika Rehman yang bekerja sebagai petugas keamanan bank, sedang berwisata ke sebuah taman nasional di kota Bengal menggunakan bus.

Dalam perjalanan terlihat seekor gajah tengah melintas. Ternyata, pria tersebut malah keluar dan mendekati gajah.

"Tak ada yang tahu mengapa pria itu mendekati gajah dan hanya berdiam diri saja. Saya rasa pria itu tengah mabuk," ujar seorang polisi di wilayah tersebut.

"Gajah yang menyeberang jalan raya sudah biasa terlihat. Semua kendaraan secara otomatis akan berhenti saat hewan bertubuh besar itu hendak melintas," tambahnya.

Namun, Rehman malah turun dan mendekati gajah. Menurut keterangan dari saksi mata, pria itu ingin memberi hormat.

Tak disangka, gajah itu malah datang menghampiri dan menginjak-ijak tubuh Rehman hingga tewas.

"Saksi mata yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa Rehman meninggal dengan cara yang mengenaskan," ujar polisi.

Hingga kini, belum ada yang dapat menjelaskan apa hal yang telah membuat gajah tersebut mengamuk. Tak dijelaskan pula ke mana tubuh Rehman akan dibawa.

 

1 dari 2 halaman

4 Pengungsi Rohingya Tewas Diinjak Gajah Liar

Insiden manusia yang tewas diinjak oleh gajah sempat menghebohkan dunia internasional. Pasalnya, empat orang yang meninggal tersebut adalah pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh.

Empat pengungsi Rohingya tewas diinjak seekor gajah. Peristiwa ini terjadi di area pengungsian Cox's Bazaar di Bangladesh pada Oktober 2017.

Seperti dikutip dari The New York Times, para korban yang terdiri dari seorang wanita dan tiga anak kecil, tewas saat hewan berbelalai tersebut menyerbu tempat penampungan sementara mereka di kamp Balukhali.

Kematian keempat pengungsi Rohingya tersebut dikonfirmasi oleh Md Abdul Khayer, seorang pejabat kepolisian di kantor polisi Ukhiya.

Sementara itu, enam orang lainnya terluka dan telah dirawat di rumah sakit.

Insiden ini merupakan tragedi terakhir yang "menyerang" warga Rohingya, etnis minoritas di Myanmar yang terpaksa mengungsi setelah kekerasan yang diduga dilakukan pihak militer pecah di kampung halaman mereka di Rakhine sejak Agustus lalu.

PBB dalam laporannya menyebutkan bahwa tindakan keras militer Myanmar bertujuan untuk pembersihan etnis.

Kini, diperkirakan lebih dari setengah juta warga Rohingya telah meninggalkan Rakhine untuk menyelamatkan diri ke Bangladesh. Namun, kondisi di pengungsian yang kurang memadai memicu kekhawatiran lain akan bahaya berbagai penyakit serta yang terkini serangan hewan liar.

"Ini adalah tempat di mana gajah biasanya berkeliaran. Mungkin mereka (pengungsi) tidak tahu," ujar Khayer merujuk pada pengungsi Rohingya yang baru tiba.

Organisasi Internasional untuk Migrasi, salah satu badan PBB, turut mengonfirmasi tewasnya empat pengungsi Rohingya. Organisasi tersebut mencatat bahwa gajah telah terlihat sebelumnya di kawasan tersebut saat mereka melakukan survei di sana.

Selama ini, kebanyakan pengungsi Rohingya tiba di Teknaf, distrik paling selatan di Cox's Bazaar, Bangladesh, sebelum akhirnya mereka pindah ke distrik Ukhiya yang memiliki tempat penampungan lebih baik di utara.

Para pengungsi ini tiba dalam kondisi lelah dan kelaparan setelah berhari-hari menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Tak banyak barang yang bisa mereka bawa selain pakaian yang dikenakan.

Artikel Selanjutnya
3 Cerita Pilu Saat Polisi Hadapi Kekerasan Pengendara
Artikel Selanjutnya
Detik-Detik Istri Hajar Suami yang Kepergok Gendong Penari Erotis