Sukses

Putin: Semua Sektor Bisnis Harus Siap Penuhi Kebutuhan Perang

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa seluruh sektor bisnis milik negaranya, harus siap untuk memenuhi kebutuhan perang kapanpun jika dibutuhkan.

Hal itu disampaikan oleh Putin dalam pertemuan degan para pemimpin militer dunia di Sochi, Rusia pada Rabu 23 November 2017 lalu. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (23/11/2017).

"Kemampuan ekonomi kita untuk meningkatkan produksi dan layanan militer pada waktu tertentu adalah salah satu aspek terpenting," kata Presiden Putin.

"Untuk tujuan itu, semua perusahaan strategis dan berskala besar harus siap," tambahnya.

Pernyataan itu datang sehari setelah Presiden Putin mengatakan bahwa Rusia harus menggeser kedigdayaan teknologi militer dari tangan Barat.

"Jika kita ingin menang, kita harus melakukan lebih baik lagi," paparnya.

Pada 1990-an, anggaran militer Rusia sempat mengalami penurunan drastis, dipicu oleh pecahnya wilayah-wilayah Uni Soviet menjadi sejumlah negara berdaulat.

Namun sejak 2000, anggaran militer Negeri Beruang Merah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dan pada 2004, anggaran tersebut melonjak dua kali lipat dan lebih cepat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2017, dana sektor militer dan pertahanan mereka diproyeksikan mencapai US$ 52 miliar.

Sekarang ini, Rusia merupakan negara dengan anggaran militer terbesar ketiga di dunia, di belakang Amerika Serikat dan China.

Teranyar, Kremlin mengklaim tengah mengembangkan resimen tank berteknologi mutakhir, serumpun persenjataan rudal nuklir generasi terbaru, dan mengembangkan pesawat bomber supersonik.

Artikel Selanjutnya
Menperin Ingin Bea Masuk Mobil Listrik Turun Jadi 5 Persen
Artikel Selanjutnya
Menhan Minta BUMN Strategis Tak Lambat Garap Order Alutsista