Sukses

Fenomena Bola Api Lebih Terang dari 100 Bulan Sinari Finlandia

Liputan6.com, Helsinki - Sebuah benda berbentuk bola dengan nyala api yang begitu terang tertangkap di langit wilayah Arktik, Finlandia, pada malam hari. Bola api (meteor) yang memancarkan cahaya selama lima detik itu membuat heboh warga.

Kejadian ini sekaligus memberi petunjuk kepada ilmuwan tentang keberadaan meteor yang mampu menerangi suasana malam. Tak tanggung-tanggung, kilatan cahaya itu setara dengan 100 kali pancaran sinar bulan.

Dilansir dari laman News.com.au, Senin (20/11/2017), melihat fenomena ini, pakar di Finlandia tengah meneliti lintasan benda langit tersebut dan mencari tahu lokasi pendaratannya.

Menurut Tomas Kohout dari University of Helsinki’s Physics Department, bola api yang muncul di langit Finlandia itu merupakan salah satu benda langit yang memancarkan cahaya paling terang.

Kohout juga mengatakan, pancaran cahaya benda langit tersebut juga terlihat hingga luar negeri, seperti Norwegia bagian utara dan semenanjung Kola di Rusia.

"Saya perkirakan benda langit tersebut memiliki berat hingga 100 kilogram," ujar Nikolai Kruglikov dari Yekaterinburg’s Urals Federal University.

"Saya percaya, benda langit itu tak semuanya hancur dan sisanya diyakini jatuh di wilayah terpencil di Finlandia," ujar dia.

Sementara itu, Victor Troshenkov dari Russian Academy of Sciences mengatakan bahwa bola api itu adalah bagian dari hujan meteor produktif yang dikenal sebagai Leonids.

Aktivitas hujan meteor Leonids tersebut dilaporkan tengah mencapai puncaknya di sepenjang tahun ini.

Troshenkov juga mengatakan, bola api yang jatuh tersebut bukan satu-satunya meteor terlihat. Ia menduga ada banyak lagi bola api yang jatuh, tapi tak terlihat karena awal tebal.

 

1 dari 2 halaman

Hujan Meteor Pertama di Tahun 2017

Kemunculan hujan meteor sempat terjadi di awal 2017 tepatnya di langit Rusia. Penampakan itu terekam di kamera dasbor mobil seorang warga di sana

Seperti dikutip dari Daily Mail, dua video terpisah menunjukkan kilatan cahaya terang meninggalkan jejak menyala di wilayah Arkhangelsk, sekitar 750 mil sebelah utara Moskow.

Rekaman yang menangkap hujan meteor pertama 2017 itu direkam oleh seorang pengendara beruntung yang tengah melintas di sepanjang jalan Arkhangelsk yang tertutup salju awal pekan ini.

Menurut media lokal, meteor itu merupakan bagian dari Quadrantid, sebuah rangkaian hujan meteor tahunan yang terlihat di belahan bumi utara selama Desember dan Januari.

Fenomena itu terjadi ketika Bumi melewati sabuk asteroid, demikian dilaporkan Russian Today mengutip Pulkovo Observatory of the Russian Academy of Sciences.

Para ahli di pusat itu mengatakan kobaran cahaya api di langit itu terjadi 60 mil di atas permukaan bumi.

Rekaman 'hujan' meteor itu beredar selang beberapa pekan setelah warga di Republik Khakassia tertegun, dengan penampakan bola api besar berdiameter hingga 15 meter yang memicu langit malam bersinar lebih terang.

Setelah menerangi langit selama beberapa detik, malam kembali seperti semula. Gelap. Tiga puluh detik kemudian saksi melaporkan ledakan keras yang memicu bunyi alarm mobil.

Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Ungkap Hubungan Badai Matahari dan Terdamparnya 29 Paus
Artikel Selanjutnya
Astronom: 3 dari 7 Planet Mirip Bumi Punya Kandungan Air