Sukses

Demi Jadi Dokter hingga Donasi, Ini 6 Kasus Lelang Keperawanan

Liputan6.com, New York - Baru-baru ini, netizen dikejutkan dengan pemberitaan seorang wanita model berusia 19 tahun dari Amerika Serikat yang mengaku telah menjual keperawanannya kepada seorang pebisnis Abu Dhabi dengan harga 2,5 juta euro, setara dengan hampir Rp 40 miliar.

Situs web Cinderella Escorts yang berkedudukan di Jerman mengatakan bahwa angka pemenang lelang senilai 2,5 juta euro tersebut mengalahkan US$ 2,4 juta dari "aktor Hollywood" dan US$ 1,8 juta dari "politisi Rusia."

Situs web tersebut diketahui menganjurkan kaum wanita muda untuk melakukan lelang keperawanan mereka kepada kaum lelaki yang jauh lebih tua.

Wanita yang dikenal sebagai Giselle itu menjelaskan melalui pernyataan yang diterbitkan melalui situs web bahwa hasil lelang itu adalah "mimpi yang menjadi kenyataan," demikian seperti dikutip dari News.com.au.

Menurutnya, "Setiap wanita harus memutuskan sendiri apakah sepadan memberikan keperawanannya tanpa bayar kepada kekasih yang kemudian putus hubungan, atau menjualnya."

"Tapi saya telah membuat keputusan dan sekarang bisa kuliah apapun sesuka saya, membeli rumah baru, dan berkeliling dunia. Penjualan itu memberikan saya begitu banyak kesempatan."

Giselle mengatakan bahwa tren penjualan keperawanan kaum wanita sebagai “suatu bentuk emansipasi” dan ia mengatakan "kaget" ada orang-orang yang menentang hal itu.

Tak hanya Giselle, ternyata kejadian lelang perawan juga pernah terjadi. Ada beberapa orang yang rela menjual keperawanan demi hal yang mereka inginkan.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut 6 kasus lelang jual perawan yang bikin heboh:

 

1 dari 7 halaman

1. Demi Jadi Dokter, Wanita Ini Jual Keperawanan

Seorang mahasiswi cantik menjual keperawanannya di dunia maya, melalui laman perusahaan jasa 'escort' di Eropa.

Ariana (20), wanita cantik yang berasal dari Rusia itu mengaku memerlukan uang untuk biaya kuliah.

Walaupun sebenarnya ada cara-cara lain untuk mencari uang, Ariana sudah menetapkan hati untuk menjual keperawanannya, sebagai cara tercepat dan termudah untuk menggalang dana.

Dikutip dari News.com.au, ia mengaku terpaksa. "Banyak mahasiswa yang memiliki masalah saat berkuliah. Orang harus bekerja supaya bisa membayar pendidikan," kata dia.

Selain Ariana, temannya yang bernama Lolita juga melelang keperawanannya. Ariana mengatakan bahwa orangtuanya tidak mengetahui caranya meraih pendanaan dan menambahkan bahwa ia tidak sungkan menjelaskan. (Sumber Cinderella Escorts)

"Aku ingin pindah ke negara lain untuk meneruskan kuliah kedokteran. Universitas mahal sekali. Biaya tempat tinggal juga tinggi."

"Aku membayangkan sulitnya tinggal di negara lain, karenanya aku ingin tuntas dengan beban keuangan supaya bisa fokus pada kuliah kedokteran."

Ariana mengatakan bahwa orangtuanya tidak mengetahui caranya meraih pendanaan dan menambahkan bahwa ia tidak sungkan menjelaskan kepada mereka sekiranya ketahuan.

Menurut mopo24.de, lelang dimulai pada angka 150 ribu euro atau Rp 2,2 miliar.

Ternyata, Ariana tidak sendirian dalam melakukan lelang. Sahabatnya yang bernama Lolita juga melelang keperawanannya. Harga buka lelang juga 150 ribu euro.

2 dari 7 halaman

2. Butuh Modal Bisnis, Mahasiswi Lelang Keperawanan

Seorang mahasiswi berusia 26 tahun asal London, Inggris membuka penawaran tak biasa. Demi mendapatkan uang dalam jumlah besar, gadis tersebut nekat menjual keperawanannya.

Dilansir dari laman Daily Mail, wanita tersebut diketahui bernama Jasmine. Ia sengaja mendaftarkan namanya ke dalam situs Cinderella Escort yang bermarkas di Jerman.

Cinderella Escort sendiri adalah situs lelang perawan. Ada banyak perempuan yang tertera dalam daftar, lengkap beserta foto.

Penawaran yang diminta oleh Jasmine terbilang fantastis. Ia menjual keperawannya dengan harga 90 ribu pound sterling atau setara dengan Rp 1,6 miliar. Bahkan, ia berharap ada seseorang yang dapat memberi harga lebih.

Ingin membuka bisnis baru dan membutuhkan modal adalah salah satu alasan utama Jasmine nekat melelang dirinya. Ia pun mengklaim, bahwa kedua orangtuanya setuju dengan upaya yang ia lakukan.

Ingin membuka bisnis baru dan membutuhkan modal adalah salah satu alasan utama Jasmine nekat melelang dirinya (Cinderella Escort)

Orangtua Jasmine mengatakan, melelang keperawanan adalah ide yang bagus dari pada menunggu orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup.

"Saya benar-benar menghormati pemikiran banyak orang, yaitu melepas keperawanan setelah menikah. Tetapi saya rasa usia 26 tahun adalah waktu yang tepat. Saya sudah terlalu lama menunggu dan ingin memilih jalan sendiri," ujar Jasmine.

Jan Zakobielski, pendiri dari situs Cinderella Escort memulai bisnisnya di Dortmund, Jerman. Pria berusia 27 tahun itu menyamakan wanita perawan seperti minuman anggur mahal dan mobil mewah.

Situs Cinderella Escort mengklaim keperawanan yang mereka lelang sudah dapat dibuktikan dengan sertifikat dokter.

3 dari 7 halaman

3. Lelang Keperawanan untuk Donasi

Demi menolong sesama serta membangun rumah untuk keluarga miskin, seorang mahasiswa Brasil menempuh jalan yang ekstrem dan membuat orang geleng-geleng kepala yaitu melelang keperawanannya.

Catarina Migliorini menolak disebut pelacur dan menegaskan bahwa dia masih percaya cinta. Ia mengaku, melihat kesempatan melelang keperawanannya itu untuk membuat hal yang baik pada dunia, juga untuk dirinya.

Enam perempuan dari berbagai negara ini rela untuk melelangkan keperawanannya di situs online untuk berbagai kepentingan.

"Jika kau melakukannya hanya sekali seumur hidup, itu artinya bukan PSK. Seperti halnya jika seseorang menghasilkan foto luar biasa sekali dalam hidupnya, bukan berarti ia seorang fotografer." kata Catarina.

Keputusan mahasiswa pendidikan jasmani itu menuai kontroversi saat ia mengizinkan tim kru Australia mengikutinya setiap saat, dalam pembuatan film dokumenter bertajuk, "Virgin Wanted".

Proses lelang telah berakhir di angka US$780 ribu atau sekitar Rp 7,49 miliar. Pemenangnya adalah seorang pria Jepang bernama Natsu.

Ia bersaing ketat dengan dua pria asal AS, Jack Miller dan Jack Right, serta pria India bernama Rudra Chatterjae. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi bisa berkencan semalam suntuk dengan perempuan itu.

Keputusan pemudi yang pada saat itu berusia 20 tahun memang dinilai cukup berani.

4 dari 7 halaman

4. Menjual Keperawanan 'Atas Nama Cinta'

Sebuah rumah bordil legal di Nevada didatangi oleh seorang gadis berusia 20 tahun. Katherine Stone, namanya, mengatakan kepada sang pemilik tempat pelayanan seks itu bahwa dia ingin bekerja untuknya. Tapi, bukan berhubungan seksual.

Seperti dikutip dari CNN, Katherine yang bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara itu berencana menjual sesuatu yang perempuan lain di rumah bordil itu tak bisa suguhkan yaitu keperawanannya.

Keputusan perempuan 20 tahun itu untuk menjual keperawanan menjadi pro-kontra di mata beberapa kelompok orang. Terutama mereka yang menganggap bahwa 'kesucian' itu hanya bisa diberikan atas nama cinta.

Ilustrasi PSK di lokalisasi. (Istimewa)

Namun bagi Katherine, itu lah yang kini tengah ia lakukan, 'memberikan keperawanannya atas nama cinta'.

Pada 2014 Katherine dan keluarganya hampir menjadi tunawisma ketika rumahnya yang berada di kawasan Seattle, Washington, ludes dilahap si jago merah.

Tanpa memiliki asuransi bangunan, Katherine bersama dengan keluarganya terpaksa tetap menghuni rumah hangus mereka.

Hingga pada suatu hari Katherine menemukan sebuah artikel menarik mengenai prostitusi legal dari halaman utama media sosial Facebook-nya.

Setelah membaca dan mempelajari tempat tersebut, perempuan yang kala itu terpaksa menghuni rumah kosong tersebut akhirnya memutuskan untuk menghubungi salah satu rumah bordil di wilayahnya dan menjual keperawanannya.

5 dari 7 halaman

5. Transgender Jual Perawan Demi Operasi

Lelang keperawanan ternyata juga dilakukan oleh seorang wanita transgender. Seorang transgender bernama Lila Rose membuka penawaran langka. Ia berjanji akan memberikan keperawanannya kepada siapa saja. Asal orang tersebut bersedia membiayai operasi ganti kelamin sebesar Rp 266 juta.

Dikutip dari laman News.com.au, wanita transgender yang berprofesi sebagai vlogger tersebut berasal dari Shepherd's Bush di London Barat.

Selama satu tahun terakhir, ia telah melakukan beberapa perubahan fisik dan melakukan suntik hormon.

Bagian payudara Lila pun sudah membesar layaknya wanita pada umumnya. Ukuran branya pun sudah mencapai 34C. Tetapi ukuran tersebut belum memuaskan hatinya.

Lila Rose, wanita transgender yang kini tinggal di London berencana menjual keperawanannya (Instagram/@lilarosetheprecious)

Lila menginginkan ukuran yang lebih besar. Ia belum secara gamblang menyebut ukuran yang sesuai. Tetapi, biaya operasi yang telah ia ajukan tersebut sudah cukup untuk menambah ukuran payudaranya.

Selain menambah volume payudara, ada satu bagian yang tak luput dari pandangan Lila yaitu bokongnya. Ia ingin pantatnya lebih besar.

"Keputusan ini sudah saya pikir secara matang-matang. Setelah menjalani operasi, saya akan memberikan keperawanan saya kepada pemberi dana," ujar Lila yang kini berusia 25 tahun.

"Saya akan menjadi wanita baru dan tentunya terlihat lebih segar. Sistemnya sederhana, penawar tinggi akan menerima hadiahnya," tambahnya.

Sejak kecil, Lila sangat ingin menjadi perempuan. Kegundah-gulanaannya kian dirasa setelah mengalami tekanan dalam keluarga. Jiwanya seperti terperangkap dalam tubuh yang salah. Terlebih ia harus bersikap baik karena tumbuh besar dalam keluarga yang taat beribadah.

Setelah pindah dari Paris ke London, barulah ia berani mengenakan pakaian seperti wanita. Belajar mengenakan make-up dan pergi ke salon layaknya wanita pada umumnya.

Kariernya sebagai sosok yang terkenal dimulai saat ia mulai membuat tutorial make up di sosial media miliknya.

Kini, Lila tinggal menunggu operasi pergantian alat kelamin yang selama ini ia dambakan.

6 dari 7 halaman

6. Model Seksi Lelang Keperawanan Rp 32 Miliar

Setelah namanya dikenal dunia tahun 2016 lalu karena melelang keperawanan. Kini model bernama Alexandra Khefren yang baru berusia 18 tahun itu kembali menjadi sorotan, masih dalam kasus yang sama.

Khefren menjadi selebriti online karena gebrakannya pada akhir tahun lalu, ketika keperawanannya ditawar sebesar 1,4 juta dolar.

Itu jumlah yang sangat besar untuk transaksi seksual, tetapi ternyata tak cukup baginya. Ia pun menunggu hingga akhirnya mendapat tawaran yang nilainya tak bisa ditolak.

Seperti dikutip dari AsiaOne, dia sudah memutuskan untuk melepas keperawanannya kepada pengusaha Hong Kong dengan bayaran 2,3 juta euro atau sekitar Rp 32 miliar. Khefren membuat pengumumannya di website Cinderella Escorts, lembaga bermarkas di Jerman yang mengiklankan lelang keperawanan gadis remaja secara online.

Model seksi yang melelang keperawanan. (Facebook Alexandra Khefren)

Model cantik ini mengaku ia mendapat ide untuk menjual keperawanan saat melihat film Hollywood Indecent Proposal, di mana Robert Redford membayar US$ 1 juta untuk berhubungan seks dengan Demi Moore.

Keputusannya melelang keperawanan menuai amarah orangtuanya. Kendati demikian, Khefren bersikeras dengan hal itu dan menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi kehidupan yang lebih baik. Seperti membeli rumah dan juga untuk biaya pendidikan untuk dirinya sendiri.

Tak hanya dari orangtua, kritik untuk Khefren pun ramai di media. Namun ia tetap gigih dengan keputusannya.

"Aku lebih suka mendapatkan keuntungan dari penjualan keperawananku daripada memberikannya kepada seseorang yang mungkin nantinya akan meninggalkanku," kata Khefren.

Tak hanya Khefren yang mendapat keuntungan dari lelang keperawanan yang dilakukannya. Pemilik agensi, pria 26 tahun bernama Jan Zakobielski juga kecipratan.

Zakobielski akan mendapat 20 persen dari uang yang diterima Khefren dari lelang keperawanan.

Artikel Selanjutnya
Penjelasan Istri Pria Dibakar soal Isu Penyimpangan Bantuan
Artikel Selanjutnya
Kondisi Sakit Ini Dapat Pengecualian Vaksin MR?