Sukses

25 Orang Luka Akibat Insiden Kecelakaan MRT di Singapura

Liputan6.com, Singapura - Sebuah Kereta Singapore Mass Rapid Transit Cooperation (SMRT) rute East-West bertabrakan dengan stationary train atau kereta yang sedang berhenti di Stasiun Joo Koon MRT pada Rabu pagi, 15 November 2017 sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Insiden tersebut mengakibatkan 23 orang cedera, 23 penumpang dan dua staf SMRT.

Seperti dikabarkan Xinhua, Rabu (15/11/2017), sebuah media lokal Lianhe Zaobao, mengutip sumber keterangan Pasukan Pertahanan Sipil Singapura atau Singapore Civil Defence Force yang mengatakan bahwa 23 penumpang yang terluka dikirim ke rumah sakit, mayoritas mengalami luka ringan.

Seperti dikutip dari Yahoo News Singapore, korban mendapatkan perawatan di Ng Teng Fong Hospital dan National University Hospital.

"Pagi ini, pukul 08.18, sebuah kereta yang mengarah ke Tuas Link Station terhenti di Joo Koon Station. Pada pukul 08.19, kereta kedua berhenti di belakang kereta pertama yang mengalami masalah," demikian diungkap pihak SMRT dalam laman Facebook.

"Pada pukul 08.20, kereta kedua maju secara tak terduga dan menabrak kereta pertama."

Pihak SMRT masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut

Salah satu komuter mengunggah postingan di media sosial, yang memberitahukan bahwa ia berada dalam kereta yang mengalami kecelakaan.

Pengguna Facebook bernama Mei Anne mengatakan, ia dan penumpang lain sampai jatuh terlentang saat tabrakan. Perempuan itu mengaku kesakitan.

Kecelakaan tersebut menyebabkan penundaan jadwal kereta dan memicu frustrasi para komuter yang mengejar waktu.

Tak hanya itu yang terjadi pada Rabu pagi. Menurut Channel News Asia, kesalahan dalam sistem sinyal menyebabkan penundaan perjalanan pada rute Circle Line.

Kereta pun penuh sesak dan kerumunan besar terlihat di sebuah stasiun transit di Singapura.

1 dari 2 halaman

Terowongan MRT Banjir

Sebelumnya, SMRT terganggu oleh insiden banjir di terowongan yang terjadi pada bulan Oktober.

Sebelumnya, kerusakan pada sistem pompa memicu genangan di jalur kereta bawah tanah antara stasiun Bishan dan Braddell pada 7 Oktober 2017.

Seperti dikutip dari Straits Times, banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Negeri Singa. Akibatnya, kereta tidak dapat melintasi stasiun Ang Mo Kio hingga Newton, pada kedua arah, selama sekitar 20 jam.

Enam anggota dan tujuh staf manajer Building and Facilities Maintenance SMRT dinyatakan bertanggung jawab atas pemeliharaan sistem pompa, yang terkait dengan kejadian tersebut.

Artikel Selanjutnya
Tabrak Truk Tronton di Palikanci, 2 Orang Dikabarkan Tewas
Artikel Selanjutnya
Mobil Tabrak Halte Bus di Prancis, 1 Orang Tewas