Sukses

Pangeran Charles Pimpin Upacara Penghormatan Jasa Militer Inggris

Liputan6.com, London - Pangeran Charles memimpin upacara penghormatan jasa para anggota militer Inggris yang tewas dalam pertempuran. Upacara itu dilaksanakan pada Minggu 12 November 2017.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah monarki Britania Raya, perhelatan tahunan yang dikenal dengan nama 'Remembrance Sunday' itu tak dipimpin langsung oleh Ratu Elizabeth II, meski dirinya ada di Inggris saat upacara tersebut berlangsung. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Senin (13/11/2017).

Sebelumnya, Pangeran Charles pernah memimpin Remembrance Sunday pada 1983 dan 1999. Namun kala itu, ia menggantikan posisi Ratu yang tengah melaksanakan lawatan.

Dalam upacara tahun ini, Pangeran Charles mewakili Ratu Elizabeth II meletakkan karangan bunga milik pemimpin monarki itu secara simbolis di tugu pahlawan (Cenotaph) di Whitehall, London.

Mengheningkan cipta selama dua menit juga diadakan pukul 11.00 waktu setempat kala sejumlah elite kerajaan dan pejabat Inggris ikut menyusul bergantian meletakkan karangan bunga.

Termasuk di antara rombongan adalah, Pangeran William, Pangeran Harry, Pangeran Andrew, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Menteri Luar Negeri Boris Johnson dan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn.

Pangeran Charles pun ikut menaruh karangan bunga miliknya sendiri.

Di saat yang sama, Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, Putri Camilla, Duchess of Cambridge Kate Middleton menyaksikan prosesi itu dari atas balkon gedung Kementerian Luar Negeri Inggris yang tak jauh dari lokasi Cenotaph di Whitehall.

1 dari 2 halaman

Pangeran Charles Mulai Ambil Alih Tugas dan Peran Ratu?

Remembrance Sunday adalah peristiwa penting dalam tradisi monarki Inggris.

Menurut tradisi, Ratu Elizabeth II memberi komando langsung upacara itu, sebagai simbol bahwa dirinya tengah memimpin bangsa dalam mengingat jasa prajurit yang tewas dalam seluruh pertempuran demi kepentingan Inggris.

Seperti dikutip dari The Guardian, Istana Buckingham mengumumkan perubahan kepemimpinan perhelatan Remembrance Sunday sejak bulan lalu. Kebijakan itu dipandang sebagai bagian dari pergeseran halus terkait pelaksana tugas kepala negara dari sang Ratu ke pewaris takhta.

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II dari Inggris, telah lebih dulu mundur dari sejumlah tugas kerajaan sejak Agustus lalu. Selama menjadi anggota kerajaan Britania Raya, pria bergelar Duke of Edinburgh itu telah tampil solo pada sejumlah tugas publik monarki sebanyak 22.000 kali.

Seperti dikutip dari Channel News Asia pada Agustus 2017, Duke of Edinburgh dan Ratu Elizabeth II telah mengurangi porsi tugas publiknya sejak beberapa tahun terakhir.

Tugas itu sedikit demi sedikit tampak mulai diserahkan kepada pewaris takhta Pangeran Charles dan anaknya, Pangeran William. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Istana Buckingham terkait hal ini.