Sukses

Detik-detik Kepiting Kelapa Raksasa Memangsa Burung Laut

Liputan6.com, Chagos Island - Seekor kepiting kelapa raksasa atau ketam kenari tertangkap sedang melakukan aktivitas yang selama ini dianggap tak lazim. Kepiting tersebut terlihat sedang memburu dan memangsa seekor burung.

Dilaporkan dari New Scientist, fenomena itu disaksikan langsung oleh peneliti dari Dartmouth College, Mark Laidre, saat ia sedang mempelajari kepiting raksasa tersebut di pulau terpencil Chagos Island, Samudra Hindia.

Menurut Laidre, kepiting itu memanjat sebuah pohon dan menyerang burung di sarangnya yang berada di ranting pohon dan terletak tidak terlalu tinggi dari tanah. Hewan dengan capit kuat itu kemudian mematahkan sayap burung yang tak berdaya dan menyebabkannya jatuh dari sarang.

Dengan capitnya, kepiting itu kemudian menyerang burung tersebut dan mematahkan sayap lainnya hingga membuatnya lumpuh.

Setelah burung tidak lagi bergerak, kepiting kelapa raksasa lainnya berdatangan dan saling menarik bagian tubuh burung tersebut. Laidre menyebut kejadian itu "cukup mengerikan."

Berikut rekaman kepiting kelapa raksasa memangsa seekor burung laut:

Kepiting kelapa atau Ketam kenari adalah hewan avertebrata terbesar yang tinggal di darat. Berat mereka dapat mencapai 4 kilogram dan tumbuh hingga satu meter. Mereka sangat mudah ditemukan di pulau karang yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

 

1 dari 2 halaman

Mempengaruhi Ekosistem?

Perilaku kepiting yang aktif dalam berburu hewan vertebrata dan memangsanya dalam jumlah besar, belum pernah terlihat sebelumnya. Hal tersebut memberikan gambaran signifikan tentang bagaimana ketam raksasa mempengaruhi ekosistem di pulau tersebut.

Sebelumnya mereka diketahui sebagai hewan pemakan bangkai. Namun, penemuan Laidre memunculkan pendapat bahwa kemungkinan ketam kenari mendominasi ekosistem mereka dan 'menakuti' hewan lainnya, terutama burung-burung yang ada di laut, yang menghuni pulau di mana mereka terpaksa harus bersarang di atas tanah.

Seperti yang dikutip dari The Guardian, Sabtu (10/11/2017), Laidre akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hipotesis tersebut. Ia memulai sebuah survei yang kemudian menunjukkan bahwa burung tidak suka tinggal di pulau yang sama dengan Ketam Kenari, begitu juga sebaliknya.

Apakah perilaku ini hanya terjadi sesekali saja atau sudah meluas, masih belum diketahui. Laidre berencana untuk memasang kamera jarak jauh di pintu masuk lubang milik kepiting untuk mengetahuinya. (Affifa Zahra)