Sukses

5 'Manusia Sakti' di Dunia Nyata, Salah Satunya dari Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Orang-orang yang skeptis mungkin punya cukup alasan untuk membantah keberadaan kekuatan paranormal.

Apalagi, menurut definisi, hal-hal supernatural tak bisa dijelaskan dengan hukum-hukum alam. Akan tetapi, cukup sering kita mendengar tentang kemampuan supernatural yang bertolak belakang dengan metode ilmiah.

Misalnya inedia, yaitu kemampuan untuk hidup tanpa makanan yang lazim ada di India, terutama di kalangan penganut sekte-sekte Jain dan Vaishna.

Seorang yogi bernama Devraha Baba disebut-sebut hidup selama 700 tahun tanpa makanan padat dan baru meninggal pada 1990.

Yang lebih dekat ke masa sekarang adalah Pahlad Jani dari Gujarat yang hidup tanpa makan atau air selama 70 tahun. Ia menjadi bagian penelitian Sterling Hospital di Ahmedabad pada 2003 (selama 10 hari) dan 2010 (selama 15 hari).

Penelitian 2010 mendapat dana dari Organisasi Penelitian Pengembangan Pertahanan India, sehingga hasilnya pun menarik perhatian dunia.

Atau mungkin kita ingat Stargate Project oleh CIA. Peneliti Targ dan Edwin May pun tetap yakin bahwa persepsi luar indra adalah hal nyata.

Misalnya, pengujian terhadap tabib wanita Rusia bernama Djuna Davitashvili yang berhasil meramalkan keberadaan seseorang di San Francisco dalam dua jam ke muka walaupun ia sendiri berada di Moskow.

CIA belakangan menolak temuan-temuan Stargate Project dan menganggapnya tidak berguna atau bahkan palsu. Akan tetapi, kesuksesan Davitashvili diulangi di tempat lain.

Diringkas dari toptenz.net pada Jumat (10/11/2017), berikut adalah beberapa kisah supernatural yang mengundang penasaran:

 

 

 

 

 

1 dari 6 halaman

1. Gomchen dari Lachen

 	Lachen Gomchen Rinpoche. (Sumber Wikimedia Commons)

Gomchen berarti "pertapa agung". Seorang gomchen dari Lachen ini tinggal di sebuah gua pegunungan Himalaya pada ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut, dekat perbatasan dengan Tibet.

Ia jarang bertemu orang lain, tapi kisahnya yang mampu terbang dan mengusir setan telah menarik perhatian pihak luar, termasuk seorang penjelajah wanita Prancis bernama Alexandra David-Néel.

David-Néel melakukan perjalanan berbahaya untuk menemui sang pertapa secara langsung, terutama untuk mempelajari mistisisme dan praktik perdukunan kuno Tibet.

Ia setuju belajar selama tiga tahun bersama sang gomchen, termasuk mempelajari tumo yang berarti "seni menghangatkan diri tanpa api di salju".

Ia menuliskan bahwa kemampuan melakukan tumo diukur berdasarkan jumlah lembaran kain basah yang bisa dikeringkan ketika menempel di kulit murid baru yang bergadang di luar ruang.

Yang menarik, beberapa penelitian terhadap para rahib Indo-Tibet pada 1989, 2002, dan 2013 telah menegaskan adanya kemampuan tersebut.

2 dari 6 halaman

2. Maharishi Mahesh Yogi, Tirumalai Krishnamacharya

 	Maharishi Mahesh Yogi. (Sumber Wikimedia Commons)

Maharishi Mahesh Yogi paling dikenal melalui gerakan Transcendental Meditation (TM). Ia juga mengaku mengajar "yoga terbang" sebagai bagian dari program TM-Sidhi tiga tingkat.

Para murid yang paling mahir disebut-sebut bisa melayang sesukanya dan kembali ke permukaan. Akan tetapi, semua muridnya ternyata hanya belajar melompat-lompat dalam posisi bersila bak bunga teratai.

Yang lebih menarik adalah "Dampak Maharishi" ketika pertama kalinya diamati pada 1976. Dalam fenomena ini, terjadi penurunan angka kejahatan suatu daerah yang lebih dari 1 persen warganya ikut dalam TM.

Salah satu penelitian, misalnya yang dilakukan di Washington DC pada 1993, mengungkapkan korelasi kuat antara praktik TM oleh 4000 warga dan 23,3 persen penurunan angka kejahatan di kota. Korelasi seperti itu hanya ada dua di antara 1 miliar kejadian.

Sementara itu, Tirumalai Krishnamacharya yang dijuluki "bapak yoga modern" karena memisahkan unsur agama dari yoga, pada 1930-an pernah memeragakan menghentikan jantungnya selama 1 menit di hadapan para tamu raja Mysore. Beberapa dokter hadir untuk melakukan pemantauan.

Orang yang tak percaya menuduh ia mengempit lemon pada ketiaknya agar menekan nadi sehingga menghentikan jantung. Akan tetapi, para dokter yang memantau berada di sampingnya sambil memasang stetoskop.

Sepanjang usia yang mencapai 101, ia telah menunjukkan kemampuan-kemampuan gaib termasuk menghentikan laju mobil dengan menggunakan tangan dan mengangkat beban dengan gigi-gigi.

Demikian juga dengan Yogi Satyamurti yang menghentikan detak jantungnya selama enam hari sambil dipantau menggunakan ECG saat warga Udaipur itu telah berusia 60 tahun.

3 dari 6 halaman

3. Joseph dari Cupertino

 	Joseph dari Cupertino. (Sumber Wikimedia Commons)

Joseph dari Cupertino adalah seorang biarawan mistis pada Abad ke-17 dan dikenal juga sebagai "Biarawan Terbang". Ia sering terlihat melayang antargereja dan mengambang di atas pohon.

Fenomena itu menarik banyak orang dan diduga menjadi tanggapan tak sengaja terhadap pengangkatan religius yang biasanya diawali dengan isakan atau jeritan.

Dalam suatu kejadian, ketika seorang ahli bedah sedang membakar luka pada pahanya, Joseph disebut-sebut sangat kesurupan dan mengambang beberapa sentimeter dari kursinya. Dikisahkan juga adanya seekor lalat yang mendarat pada bola matanya.

Di permukaan, sepertinya tidak banyak alasan untuk percaya kisah ini karena keadaan mengambang (levitation) merupakan tipuan lazim dan disukai para pelaku pertunjukan jalanan di seluruh dunia.

Akan tetapi, ada beberapa perincian yang membedakan kasus ini. Kemampuan Joseph dikuatkan oleh 150 kardinal, dokter, dan para prajurit dalam rentang waktu 35 tahun dan semuanya membenarkan bahwa lilin tidak berkedip ketika ia melintas.

Apalagi ada motivasi gereja untuk mencegah mujizat palsu sehingga pihak gereja berusaha keras membantah kisah Joseph agar tidak dipermalukan seandainya terbukti palsu.

Tidak ada yang bisa memastikan apakah Joseph memang terbang, tapi bukti yang ada telah cukup bagi Paus Benediktus XIV yang dikenal ketat dan teliti memeriksa mukjizat-mukjizat.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 dari 6 halaman

4. Tadashi Kanzawa

 	Kanzawa Tadashi. (Sumber cuplikan video AsiaNewsTV)

Tadashi Kanzawa dikenal bisa menenangkan hewan dari kejauhan yang diakuinya dilakukan dengan memancarkan chi, yang dalam ilmu bela diri dikenal sebagai tenaga dalam.

Hal itu dilakukan terhadap berbagai spesies, mulai dari gajah, kanguru, berang-berang, tikus loncat, kerumunan domba, dan bahkan seekor harimau Bengal.

Suatu kali, di hadapan beberapa pakar, Kanzawa menyebabkan sekelompok kecil bison berbaring. Padahal, bison jarang berbaring ketika ada manusia di dekatnya.

Ia juga pernah mendorong jatuh alpaca (llama) dalam satu kandang, termasuk seekor betina dominan (alpha female) di siang hari. Menurut pemilik hewan-hewan, hal itu sangat jarang terjadi.

Setahun kemudian, melalui blog, pemilik hewan-hewan menambahkan bahwa Kanzawa juga menggunakan chi untuk menyembuhkan hewan sakit yang tidak bergerak, makan, atau menanggapi penyembuhan biasa.

Walau beberapa hal yang dilakukannya seakan tipuan, Kanzawa seakan dipandang sebagai pakar di Jepang dan ada beberapa buku yang ditulisnya.

Menurutnya, kemampuan itu datang mendadak ketika ia sedang tidur dan merasa ada kejutan-kejutan kuat yang mengguncang seluruh tubuhnya.

5 dari 6 halaman

5. John Chang dari Surabaya, Indonesia

 	John Chang. (Sumber cuplikan video Indo Magic)

Seorang mistis dari Indonesia bernama John Chang, yang dikenal juga sebagai Dynamo Jack atau Majusi Jawa, amat dikenal di kalangan praktisi neigong.

Ia ditemukan pada 1980-an oleh seorang awak film di Surabaya dan mengaku menggunakan chi sebagai sarana untuk menyembuhkan orang. Chi itu dialirkan melalui dua tangannya ke dalam tubuh pasien dalam bentuk kejutan listrik.

Dengan kemampuan chi menurut yin dan yang, ia juga diduga mampu mendorong atau menarik dari kejauhan, menghentikan tembakan peluru senapan angin dengan tangan, dan bahkan membakar sesuatu dengan tangan kosong.

Beberapa tahun setelah pertemuan pertama, awak film yang dimaksud kembali mengunjungi Chang bersama dengan sekelompok dokter yang skeptis.

Setelah demonstrasi kejut-kejut dari chi, mereka memeriksa seluruh tubuhnya dengan alat deteksi logam untuk mencari perangkat tersembunyi dan tidak berhasil menemukan apapun.

Chang menjelaskan sesudahnya, yaitu bahwa chi tidak terbaca karena keberadaanya bukanlah dalam bentuk listrik. Yang jelas, tim peneliti gagal menemukan bukti pemalsuan apapun.

Konon kabarnya, John Chang kaget dengan ketenarannya di Barat. Kemudian, ia menghilang begitu saja dan tak ada kabarnya. 

Artikel Selanjutnya
Ini 20 Negara Terindah di Dunia, Indonesia Jadi Salah Satunya
Artikel Selanjutnya
Indonesia Siap Tebar Pesona di Europalia Arts Festival 2017