Sukses

Detik-Detik Drone Milik Polisi Temukan Nenek-Nenek yang Tersesat

Liputan6.com, North Carolina - Seorang nenek berusia 81 tahun yang dilaporkan tengah tersesat di sebuah ladang jagung berhasil ditemukan. Lokasi ladang jangung itu sendiri terletak di negara bagian North Carolina, Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Fox News, Kamis (9/11/2017), tim kepolisian setempat berhasil menemukan nenek tersebut dengan cara tak biasa, yaitu dengan bantuan drone. Hanya dalam waktu 30 menit, nenek ini ditemukan oleh tim kepolisian.

Nenek tersebut diketahui bernama Mary Brown. Kala itu, ia tengah berjalan sendirian tak jauh dari rumahnya. Namun, ia malah tersesat karena tak ingat dengan jalan. Insiden itu sendiri terjadi pada Minggu, 5 November 2017 pagi waktu setempat.

Kepolisian wilayah Randolph County membantu upaya pencarian nenek Brown dengan mengerahkan penggunaan teknologi drone yang dilengkapi kamera.

Awalnya, tim kepolisian sudah mencari dengan cara yang konvensional. Akan tetapi, pihaknya menemui kendala, yaitu lokasi pencarian yang sangat susah diakses.

Lewat bantuan drone, polisi akhirnya mendapatkan sang nenek tengah duduk di antara ladang jagung yang mulai mengering. Selepas itu, barulah sang nenek dievakuasi dan dibawa oleh polisi.

Kepolisian Randolph County kemudian mengunggah video detik-detik penemuan nenek Mary lewat akun Facebook pribadi miliknya.

Rekaman video itu menunjukkan sang nenek tengah berdiri di dekat pinggir ladang jagung.

"Adam Krolfifer, pilot dari drone tersebut menemukan target hanya dalam waktu 30 menit," ujar Robert A Graves dari kepolisian setempat.

"Penggunaan drone merupakan salah satu program dari kepolisian Randolph County dan digunakan untuk pelayanan masyarakat," tambahnya.

Penggunaan drone bukan kali pertama, dua bulan lalu, kepolisian Randolph County menggunakan drone untuk mencari lokasi pembunuhan dan menangkap seorang tersangka narkoba.

 

1 dari 2 halaman

Tersesat, Turis Ini Coba Berjalan Pulang 1.500 Kilometer

Seorang wisatawan terpisah dari rombongannya yang sedang mengunjungi Kota Terlarang di Beijing. Karena tidak mengerti harus melakukan apa, pria berusia 73 tahun itu kemudian memutuskan pulang untuk berjalan kaki.

Masalahnya, rumah pria lanjut usia itu berada di Provinsi Zhejiang yang berjarak 1.500 kilometer dari Beijing. Demikian dilansir dari laman Shanghaiist.com.

Untunglah, pria yang hanya disebutkan nama marganya, Yu, ditemukan oleh pihak yang berwajib di Tianjin, enam hari sesudah ia memulai perjalanan pulang. Saat itu, ia sudah berjalan sekitar 100 kilometer.

Yu menggunakan matahari sebagai petunjuk arahnya dan tidur di tepi jalan setiap kali ia kelelahan. Ia masih memiliki sedikit uang untuk membeli makanan ketika lapar.

Yu yang pensiunan itu berpendidikan rendah dan kesulitan membaca dan menulis. Bukan hanya itu, ia berbicara dengan logat khas kampung halamannya di Kabupaten Rui’an di Provinsi Zhejiang sehingga kesulitan mengerti bahasa baku Putonghua.

Ia ditengarai enggan bertanya karena kesulitan masalah bahasa tersebut sehingga memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.

Sejak awal, pihak keluarganya sudah diberi kabar mengenai menghilangnya sang kakek, tapi upaya pencarian yang dilakukan tidak membawa hasil.

Ketika pihak yang berwenang menemukannya, Yu tidak memiliki telepon genggam ataupun tanda pengenal jati diri. Penemuan pria ini oleh polisi terasa seperi mujizat.

Sementara itu, pencarian menggunakan Google Maps menunjukkan bahwa perjalanan dengan kaki sejauh 1.653 kilometer dari Kota Terlarang di Beijing menuju Rui'an di Zhejian dapat ditempuh dalam waktu 346 jam, setara dengan lebih dari 14 hari 10 jam, jika tanpa tersesat.