Sukses

Stephen Hawking: Bumi Akan Berubah Menjadi Bola Api Raksasa...

Liputan6.com, Beijing - Ahli fisika terkemuka Stephen Hawking kembali mengeluarkan sebuah peringatan bagi planet Bumi dan manusia yang menghuninya.

Kali ini, menurutnya, kita hanya memiliki waktu kurang dari 600 tahun sebelum Bumi menjelma menjadi sebuah bola api raksasa.

Menurut Hawking, seperti dikutip dari AOL.com pada Rabu (8/11/2017), jika kita tidak segera meninggalkan Bumi, maka kelebihan populasi (overpopulation) akan meningkatkan konsumsi energi dan membunuh kita semua.

Namun demikian, Hawking memiliki suatu rencana. Dalam perhelatan Tencent WE Summit di Beijing, China, ia mengajak para investor untuk mendukung rencananya melakukan perjalanan ke Alpha Centauri.

Sistem tata surya itu terletak sekitar 4 tahun cahaya. Jadi, sistem itu menjadi bintang tetangga terdekat matahari kita.

Solar sail yang digadang-gadang menjadi wahana angksa pembawa manusia ke planet-planet lain. (Sumber Wikimedia Commons)

Proyek itu disebutnya Breakthrough Starshot dan memanfaatkan sebuah pesawat angkasa mungil yang melakukan perjalanan pada kecepatan cahaya.

Sistem seperti itu bisa mencapai Mars dalam waktu kurang dari 1 jam atau tiba di Pluto hanya dalam beberapa hari, lalu melewati Voyager dalam waktu seminggu dan tiba di Alpha Centauri dalam waktu 20 tahun.

Dalam perhelatan yang sama, Pete Worden, direktur Breakthrough Starshot sekaligus mantan kepala AMES Reserch Center di bawah naungan NASA, mengatakan, "Mungkin, jika semua berjalan mulus, kira-kira setelah pertengahan abad ini kita akan bisa mendapatkan gambar-gambar pertama planet lain berkehidupan yang mengorbit bintang terdekat itu."

 

1 dari 2 halaman

Peringatan Berulang

Ini bukan pertama kalinya Profesor Stephen Hawking mengeluarkan peringatan tersebut. Pada pertengahan tahun, dalam sebuah festival sains Starmus di Trondheim, Norwegia, ia juga mengeluarkan peringatan senada.

Saat itu, Hawking menyampaikan bahwa manusia harus mulai meninggalkan Bumi dalam kurun 30 tahun untuk menghindari kemusnahan akibat kelebihan penduduk dan perubahan iklim.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengutarakan pentingnya pembangunan koloni di Mars dan Bulan guna menciptakan dunia baru di dua lokasi tersebut.

"Saya yakin bahwa manusia harus meninggalkan Bumi. Bumi menjadi terlalu kecil bagi kita, sumber daya fisik kita terkuras pada tingkat yang mengkhawatirkan," ujar pria kelahiran 8 Januari 1942 itu.

"Kita telah memberi Bumi hadiah bencana, seperti perubahan iklim, kenaikan suhu, berkurangnya lapisan es kutub, penggundulan hutan, dan berkurangnya spesies hewan."

"Ketika kita telah mencapai krisis yang sama di dalam sejarah, biasanya ada tempat lain untuk dijajah, Columbus melakukannya pada tahun 1492 ketika ia menemukan dunia baru."

"Tapi sekarang tidak ada dunia baru. Tidak ada utopia di sekitar Bumi. Kita kehabisan ruang dan satu-satunya tempat untuk dikunjungi adalah dunia lain."

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Astronom Tangkap 15 Sinyal Misterius, Alien?
Artikel Selanjutnya
Astronom: 3 dari 7 Planet Mirip Bumi Punya Kandungan Air