Sukses

Diserang Bakteri Ganas, Ibu Hamil Kehilangan Bayi dan Diamputasi

Liputan6.com, Florida - Seorang wanita berusia 31 tahun harus menanggung sakit fisik dan batin setelah kehilangan janin yang ada di dalam kandungannya. Kala itu, Kayleigh Ferguson-Walker tengah hamil enam bulan dan menderita flu berat yang mengharuskan dirinya di rawat di rumah sakit.

Selain kehilangan jabang bayi, wanita itu juga harus kehilangan kedua lengan dan kakinya.

Dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (7/11/2017), Kayleigh dilaporkan terinfeksi sepsis berbahaya. Sepsis adalah suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteri atau mikroorganisme lain.

Saat dilarikan ke rumah sakit, Kayleigh sempat tak sadarkan diri hingga akhirnya koma. Bayi yang dikandung oleh Kayleigh dalam kondisi kritis, kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Penderitaan Kayleigh tak berhenti di situ saja, selama masa koma berlangsung kondisi wanita tersebut semakin diperparah ketika mengalami gangren ditunjukkan dengan bagian tangan dan kaki yang mulai membusuk.

Gangren adalah kondisi serius yang muncul ketika banyak jaringan tubuh mengalami nekrosis atau mati. Kondisi ini terjadi setelah seseorang mengalami luka, infeksi, atau masalah kesehatan kronis yang memengaruhi sirkulasi darah.

Untuk itu, satu-satunya cara yang diambil oleh dokter adalah melakukan amputasi agar gangren tak menyebar ke anggota tubuh yang lain.

Ketika terbangun dari koma semalam dua minggu, Kayleigh kaget bukan main saat melihat kedua tangan dan kakinya sudah tiada.

"Nekrosis terjadi begitu cepat, sehingga harus diambil tindakan sesegera mungkin," ujar Dr. James Fletcher di Broward Health Medical Center Fort Lauderdale, Florida.

Dokter menduga, sepsis yang dialami oleh Kayleigh mengacu pada komplikasi kehamilan yang dialami oleh wanita tersebut.

Dr. James Fletcher menjelaskan kepada Kayleigh dan keluarga, pilihan tim medis mengamputasi tangan dan kaki wanita tersebut karena alasan hidup dan mati.

1 dari 2 halaman

Kehidupan Baru

Kini Kayleigh harus menyesuaikan hidup tanpa tangan dan kaki. Ia menghabiskan waktu bersama anak pertama bernama Aaliyah yang masih berusia tiga tahun.

Berdasarkan hasil survei, hampir dua juta orang telah diamputasi di Amerika Serikat.

Namun, amputasi yang disebabkan oleh sepsis seperti Kayleigh terbilang langka.

Agar Kayleigh dapat beraktivitas seperti biasa, sebuah perusahaan di Florida, AS menyediakan kaki dan tangan palsu bagi wanita tersebut.

Salah satu tantangan terberat yang kini dialami oleh Kayleigh adalah harus belajar menggunakan alat bantu tersebut. Pasalnya, tak semua orang dapat menggunakannya, terlebih Kayleigh masih belum terbiasa.