Sukses

Gerah, Pria Thailand Nyalakan 3 Kipas Angin yang Membuatnya Tewas

Liputan6.com, Bangkok - Saat udara di luar sedang panas, kita akan segera menyalakan kipas angin atau AC untuk mengurangi rasa kegerahan kita.

Setelah merasa sedikit sejuk, rasa kantuk pun tak dapat dihindari.

Dilansir dari AsiaOne pada Senin, (6/11/2017), seorang pria berumur 44 tahun di Bangkok harus meninggal karena hipotermia. Hal ini disebabkan oleh tiga kipas yang dinyalakan sekaligus untuk menemani dia tidur.

Pria ini menyalakan kipas angin sebelum tidur pada Kamis malam hari. Namun, di pagi hari suhu di Distrik Muang, Chaiyaphum, mengalami penurunan. Sehingga terjadilah sebuah tragedi yang fatal. Ia tewas kedinginan. 

Setelah jasad Sobthawee Boonkua ditemukan di rumah keluarganya di Tambon Nai Muang, Kepala Polisi Thanasit Apiboonworaset dari Distrik Muang Chaiyaphum, bersama dengan petugas medis dan petugas darurat menyisir lokasi kejadian pada pukul 8.30 pagi.

Kakak laki-laki dari korban, Saravuth Boonkua mengatakan bahwa adiknya sedang tinggal di rumahnya untuk merawat ibu mereka, Udom Boonkua, yang berumur 86 tahun.

Dia juga mengatakan, Sobthawee dalam keadaan sehat, tidur dengan tiga kipas angin menyala dan mengarah langsung kepadanya. Sobthawee tak tahu jika suhu udara bisa menurun saat malam hari di Chaiyaphum.

Petugas medis yang bekerja mengatakan bahwa Sobthawee meninggal terkena hipotermia karena badannya tidak mampu menyesuaikan suhu yang tiba-tiba menjadi dingin dan menjadi kaget karenanya.

Keluarga sudah menerima kepergian Sobthawee dan akan membawa jasadnya untuk upacara keagamaan. (Affifa Zahra)

1 dari 2 halaman

Maksud Hati Ingin Tolong Nenek, Pria Ini Kena Hipotermia

Insiden hipotermia yang sempat menjadi pemberitaan juga pernah dialami oleh seorang pemuda bernama Nathan French. Remaja berusia 19 tahun itu patut berbangga hati. Pasalnya, ia mampu menaklukkan gunung Snowdon -- puncak tertinggi di Wales -- hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.

Dikutip dari laman The Guardian, padahal, bagi siapa saja yang ingin mendaki puncak gunung Snowdon, disarankan untuk mengenakan pakaian tebal. Selain udaranya yang dingin, dengan berpakaian tebal tentu akan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Usai memantapkan langkah di puncak tertinggi, Nathan mulai merasa ada hal buruk yang menimpa dirinya.

Ternyata, pria itu mengalami hipotermia karena hanya mengenakan celana pendek.

Melihat kondisi yang semakin parah, beberapa orang yang ada di sekitar Nathan langsung memanggil ambulans.

Setiba di rumah sakit, tim medis mengatakan bahwa Nathan dalam kondisi yang tak sehat. Dokter menyebut, kandungan gula dan tekanan darah Nathan menurun dan mulai terserang hipotermia.

Ternyata, ada tujuan mulia di balik misi mendaki gunung tersebut. Alasan pria tersebut mendaki gunung hanya bermodal celana pendek saja guna mengumpulkan dana untuk pengobatan sang nenek yang menderita demensia.

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Miles Hill, salah satu anggota dari regu penyelamat puncak gunung Snowdon mengatakan, "Saya sangat bersimpati dengan maksud dan tujuan pria tersebut. Namun, ia menyayangkan hal nekat yang dilakukan Nathan dan tak memperhatikan keselamatannya."