Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Demi Dongkrak Penjualan, Bos Paksa Karyawati Menari Telanjang

Liputan6.com, Warsawa - Sebuah kejadian mengejutkan datang dari dunia pekerja. Kali ini, seorang karyawati telanjang dan berkeliling bak model di catwalk di antara rekan-rekannya.

Kabarnya, perempuan itu diperintahkan oleh bos perusahaan untuk bugil menghibur rekan-rekannya demi meningkatkan penjualan.

Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (2/11/2017) insiden itu direkam dan tersebar di dunia maya. Adegannya mengingatkan kepada salah satu cuplikan filmĀ The Wolf of Wall Street. Si wanita pekerja berambut coklat gelap itu lenggak-lenggok, sementara para salesman berbaris di kedua sisi. Suara auman serigala, siulan dan sorak sorai ditujukan untuk si wanita.

Perempuan itu tidak mengenakan apa-apa, hanya kacamata gelap dan sepatu bot hitam. Kabarnya, insiden itu terjadi ruang penjualan di sebuah kantor di Warsawa, Polandia.

Dalam film The Wolf of Wall Street, karakter Leonardo DiCaprio menyewa sekelompok penari telanjang untuk berjalan di sekitar kantor dan menari di atas meja.

Menurut laporan lokal, karyawan wanita Polandia dibayar oleh bosnya untuk berjalan telanjang agar memotivasi para karyawan lainnya.

Kenyataannya, wanita yang tidak diketahui ini bekerja di kantor di mana para salesman menelpon pelanggan dan membujuk mereka untuk membeli saham, terlihat menampilkan jari tengahnya di hadapan kamera.

Beberapa saat kemudian dia mengenakan pakaiannya dan kembali ke mejanya untuk bekerja.

Para penonton bereaksi marah. Seorang bernama Buu berkomentar: "dunia akan berakhir... orang berperilaku seperti binatang. Untuk apa? Untuk secarik kertas mereka menjual diri mereka sendiri, menurunkan martabat dan kehormatan mereka. Sedih dan menyedihkan."

Akun bernama Mossad menulis: "tidak ada nilai, uang mengatur dunia yang kotor ini." Seorang mengaku bernama Adam juga berkomentar: "bos harus malu pada dirinya sendiri. Dan begitu juga dia (wanita itu)."

Tetapi tak sedikit yang membela si wanita itu.

Kalksztain memposting: "aku tidak mengerti skandal ini. Bos menantang gadis itu dan dia tidak ada alasan (untuknya) untuk malu. Dia memiliki bentuk tubuh yang indah."

Sementara Elf81 menulis: "saya tidak mengerti mengapa orang marah. Gadis ini ingin telanjang dan dia melakukannya. Saya tidak menyukainya tetapi kita jangan munafik. Saya merasa beberapa orang di sini tidak pernah melihat seorang wanita telanjang sebelumnya."

Menurut laporan lokal, wanita itu segera mengundurkan diri setelah videonya muncul di media sosial.

Psikoterapis Katarzyna Kucewicz mengatakan kepada media lokal: "situasi dia sekarang pasti sangat trauma. Kejadian ini sama seperti dengan pemerkosaan. Dalam kasus perkosaan, trauma tumbuh dari waktu ke waktu. Dan di sini mungkin serupa, dalam minggu pertama gadis ini mungkin merasa telah menerima apa yang dia lakukan, mungkin bahkan tertawa.

"Tapi kita belum tahu apakah dia akan mulai memunculkan gejala post-traumatic stress disorder atau gangguan stres pasca-trauma. Jiwa kita lebih rapuh daripada yang kita sadari," jelas Kucewicz. (Affifa Zahra)