Sukses

Hidup di Air hingga Musnahnya Nyamuk, Ini 3 Skenario Liar Manusia

Liputan6.com, New York - Apa yang akan terjadi jika segala sesuatu hal yang ada di dunia tak berjalan dengan semestinya. Kaki di kepala dan kepala di kaki. Atau manusia harus hidup di Bumi tanpa air. Skenario liar seperti inilah yang kemudian banyak dipertanyakan.

Salah satu contoh skenario liar yang muncul di benak sebagain orang adalah soal kepadatan bumi yang sangat luar biasa, dihuni oleh miliaran orang menjadi ketakutan tersendiri bagi satu sama lain. Kurangnya pasokan oksigen sangat dikhawatirkan.

Belum lagi masalah polusi, tingginya gas buangan dari kendaraan bermotor akan menjadikan udara yang kita hirup dipenuhi oleh karbon monoksida (CO2).

Ancaman seperti ini memicu pemikiran banyak orang bagaimana jika bumi benar-benar kehabisan oksigen.

Seperti dilansir dari laman Toptenz.net, Kamis (2/11/2017), berikut 3 skenario liar yang ada di benak manusia:

 

1 dari 4 halaman

1. Dunia Tanpa Nyamuk

Siapa yang tak sebal apabila bagian tubuhnya digigit oleh nyamuk. Selain merasa sakit, gigitan nyamuk ini bahkan dapat menimbulkan bentol pada kulit.

Tak hanya itu, gigitan pada nyamuk dapat menyebabkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, kaki gajah dan penyakit lain. Bahayanya gigitan hewan penghisap darah ini bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Jika sudah seperti ini, tentu pemikiran liar akan mulai timbul dan berkembang di dalam kepala. Banyak teori menulis, nyamuk jadi salah satu bagian dari rantai makanan. Jika nyamuk punah, maka hewan-hewan pemakan nyamuk seperti katak, ikan dan cicak akan punah pula.

Namun, seorang Ahli Entomologi di Manitoba University, Kateryn Rochon mengatakan bahwa dunia tak akan berubah apabila nyamuk musnah di dunia.

Dalam jangka panjang, ekosistem akan bertahan daan tak bergantung pada nyamuk.

2 dari 4 halaman

2. Manusia Tinggal di Dalam Air

Aduh panas... aduh dingin... Seperti itulah hal yang kerap dikeluhkan oleh banyak orang selama tinggal di daratan. Cuaca yang berubah-ubah tentu menjadi permasalahan bagi manusia. Seperti penyakit flu dan deman yang disebabkan oleh pancaroba.

Apabila kondisi ini terus terjadi, pikiran liar serupa akan muncul. Apa yang akan terjadi jika manusia tinggal di dunia lain seperti air.

Menurut situs Digg yang sempat mewawancarai dokter kulit mengatakan. Kulit manusia terdiri dari lapisan kulit luar (epidemis) dan lapisan tengah yaitu (dermis).

Jika manusia tinggal di dalam air dalam waktu yang lama, permukaan kulit akan menggelembung kemudian mengelupas.

Sama halnya yang terjadi dengan David Blaine yang kala itu pernah menghabiskan hari-harinya di dalam air selama tujuh hari di sebuah tangki.

Hal ini tak akan mungkin terjadi, karena kulit manusia tak dapat bertahan lama di air.

3 dari 4 halaman

3. Nuklir Meledak

Salah satu hal yang menjadi ketakutan sebagaian masyarakat dunia adalah akan adanya Perang Dunia III. Serangan bom, tembakan, hingga nuklir menjadi hal yang identik dalam peperangan.

Terlebih sudah banyak negara di dunia yang menguji senjata nuklirnya seperti Korea Utara.

Satu pertanyaan yang muncul, apa yang akan terjadi pada dunia apabila terjadi perangt nuklir?

Menurut Federasi Ilmuwan Amerika, ada sekitar 14.900 senjata nuklir di dunia. Sebagian besar dari mereka berada di tangan Rusia dan Amerika Serikat.

Rusia dan Amerika Serikat memiliki senjata termonuklir, sementara negara seperti Korea Utara memiliki gaya fisi.

Salah satu senjata nuklir Amerika yang paling kuat adalah B83. Ini sama kuatnya dengan bom atom 'Little Boy - yang pernah dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.

Apabila dijatuhkan, nuklir ini akan menimbulkan bola api sebesar 5 kilometer dan meratakan semua bangunan.

Artikel Selanjutnya
6 Banjir Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
Artikel Selanjutnya
Sleman Bakal Krisis Air Tahun 2029, Benarkah?