Sukses

Studi: Membunyikan Jari Tak Memicu Radang Sendi, tapi...

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Sebagian besar orang mungkin gemar membunyikan jari atau sendi yang lain jika bagian tubuh mereka terasa pegal. Meski demikian, pernah beredar rumor bahwa aktivitas itu dapat memicu artritis atau radang sendi.

Namun, hal tersebut dibantah oleh konsultan rematologi dari Universiti Malaya Specialist Centre, Dr Sargunan Sockalingam.

Menurut Dr Sargunan, tidak ada peningkatan prevalensi artritis antara mereka yang membunyikan buku-buku jari dengan mereka yang tak melakukannya.

Hal itu ia katakan berdasarkan studi yang diterbitkan dalam The Journal of the American Board of Family Medicine. Menurutnya, sejumlah penelitian lain tentang hal ini pun berada pada kesimpulan yang sama.

Meski tak memicu artritis, membunyikan jari dapat menyebabkan hal lain.

"Ada sejumlah laporan yang menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat menyebabkan jari bengkak dan melemahkan cengkeraman," ujar Dr Sagunan, seperti dikutip dari Asia One, Senin (30/10/2017).

"Jadi lebih baik hindari aktivitas ini, karena hingga hari ini tak ada bukti yang menyebut membunyikan sendi menguntungkan," imbuh dia.

Dr Sargunan juga mengatakan bahwa ada berbagai macam teori penyebab suara "kretek" saat membunyikan jari.

"Dalam sebuah studi baru-baru ini di Kanada, mengindikasikan bahwa suara berasal dari pembentukan rongga di dalam cairan sinovial ketika sendi merenggang," kata Dr Sargunan.

Meski demikian, Dr Sargunan mengatakan bahwa asal suara itu masih menjadi misteri dan tak ada jawaban pasti, setidaknya hingga saat ini.

 

1 dari 2 halaman

Faktor Penyebab Radang Sendi

Meski membunyikan sendi tak memicu radang sendi, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat memicu artritis.

Berdasarkan National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases Amerika Serikat, kata artritis sering digunakan sebagai istilah umum yang merujuk kepada penyakit sendi apa pun.

Menurut Dr Sargunan yang juga merupakan Presiden Arthritis Foundation Malaysia, setidaknya terdapat 100 bentuk artritis yang diketahui hingga saat ini.

Ia mengatakan, penyebab artritis bergantung pada penyakit itu sendiri, di mana yang paling umum adalah osteoartritis, reumatoid artritis, psoriasis artritis, dan asam urat.

Dr Sargunan mengatakan, merupakan hal yang sulit bagi seseorang untuk mencegah artritis, seperti reumatoid artritis yang disebabkan autoimun.

Meski demikian, menjalani pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah sejumlah tipe artritis.

Misalnya saja osteoartritis dapat dicegah dengan menjaga berat badan agar ideal dan diet seimbang. Sementara itu, asam urat dapat dicegah dengan menurunkan level asam urat di dalam darah.

Kontras dengan mitos bahwa hanya orang-orang tua yang dapat mengalami radang sendi, Dr Sargunan mengatakan bahwa beberapa jenis artritis dapat terjadi di semua golongan usia.

Artikel Selanjutnya
Gejala Nyeri Dada yang Bisa Mengancam Nyawa
Artikel Selanjutnya
4 Kondisi Ini Sebabkan Si Kecil Ngences