Sukses

Ilmuwan Temukan Bintang Pelahap 15 Planet, Berbahaya?

Liputan6.com, Princeton - Sebuah bintang yang bisa melahap planet telah ditemukan oleh para peneliti. Mereka meyakini, benda langit itu sudah menelan 15 planet.

Bintang yang menelan planet tersebut, Kronos, dan saudaranya, Krios, berusia sekitar 4 miliar tahun. Keduanya berjarak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi.

Kronos merupakan kasus bintang pelahap planet terjelas dan paling dramatis.

"Kalaupun Matahari melahap semua planet tata surya dalam, keanehannya mungkin tak akan seperti bintang ini," ujar rekan penulis David Hogg, yang merupakan pemimpin tim data astronomis di Center for Computational Astrophysics (CCA), Flatiron Institute.

Dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/10/2017), survei lebih lanjut tentang sistem tata surya Kronos, dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana sistem tersebut terbentuk dan berevolusi. Demikian seperti disampaikan astrofisika dari Princeton University, Semyeong Oh.

Bintang binari seperti Kronos dan Krios, biasanya memiliki sifat-sifat identik. Namun mereka justru memiliki kandungan kimia, seperti kandungan logam, yang berbeda.

"Kami sedang mendiskusikan apa yang membuat dua bintang yang harusnya lahir bersama, memiliki penyusun kimia yang sangat berbeda," ujar Dr Oh.

Perbedaan komposisi Kronos dan Krios paling menonjol untuk unsur-unsur seperti besi, silikon, magnesium, dan logam litium yang membentuk sebagian besar planet berbatu seperti Bumi.

Unsur-unsur tersebut terkonsentrasi di lapisan luar Kronos, bukan bercampur di dalam bintang itu sendiri.

Atas hal tersebut, para periset menyimpulkan bahwa Kronos telah melahap banyak planet berbatu, satu miliar tahun atau lebih setelah bintang itu terbentuk.

 

1 dari 2 halaman

Perkiraan Ilmuwan Berdasarkan Data

Dari data tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa Kronos telah melahap 15 planet. Namun, proses yang membuat Kronos melahap planetnya sendiri masih belum diketahui.

Meski demikian, para peneliti menyarankan sejumlah teori.

Salah satu teori paling terkemuka adalah, Kronos dan Krios pernah berada dalam jarak yang terlalu dekat. Hal itu membuat orbit planet terluar menjadi terulur.

Hal itu menyebabkan planet-planet terluar bergerak melalui bagian dalam sebuah tata surya. Orbit tersebut justru melambungkan planet-planet itu ke dalam 'orbit kematian'.

Studi sebelumnya menunjukkan bukti serupa tentang adanya bintang yang melahap planet, misalnya saja katai putih, meski tak pernah seekstrem Kronos.

Sementara itu kembaran Kronos, Krios, berada dalam jarak yang cukup jauh dari bintang lain. Hal itu membuat planetnya tidak terpengaruh atau hanya memiliki sedikit planet berbatu untuk 'dilahap'.

Menurut rekan penulis Adrian Price-Whelan, studi tersebut mengungkap kemungkinan potensial bagaimana sistem tata surya berubah dari waktu ke waktu.

"Kami berasumsi bahwa bergitu bintang lahir, unsur kimia pembentuknya akan tetap," ujar Price-Whelan.

"Namun kasus ini membuktikan bahwa lebih banyak bintang yang berubah," imbuh dia.

Artikel Selanjutnya
Peneliti Temukan Ukuran Black Hole Baru
Artikel Selanjutnya
Seperti Otak Manusia, Makhluk Misterius Ini Bikin Heboh Ilmuwan