Sukses

27-10-1995: Kisah Pertanda Jelang Longsor Maut Islandia

Liputan6.com, Flateyri - Tepat hari ini pada tahun 1995, hujan badai dahsyat melanda wilayah Flateyri, Islandia. Badai yang terjadi dalam durasi cukup lama tersebut mengakibatkan bencana yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Dikutip dari laman History.com, Jumat (27/10/2017), malapetaka itu berupa longsor salju yang mematikan.

Sedikitnya ada 20 orang yang ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun salju. Bahkan banyak rumah yang terkubur dan tak terlihat lagi.

Pertanda akan adanya longsor besar sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh warga sekitar. Pada tanggal 17 Januari 1995, desa nelayan di desa Sudavik mengalami longsor serupa yang mengakibatkan 16 orang tewas.

Angin kencang yang menerpa bulan Oktober memang semakin tak terelakkan. Sebelum longsor terjadi, angin kencang sudah melanda desa tersebut. Tiang-tiang listrik yang miring hingga rubuh dihempas angin, jadi sinyal.

Melihat kejadian alam yang tampak murka, pada tanggal 26 Oktober 1995 malam, warga mulai waspada. Dan ternyata, apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Tepat pukul 04.00 pagi tanggal 27 Oktober waktu setempat, warga mendengar suara yang begitu keras.

Ternyata bongkahan bebatuan yang berpadu dengan tanah dan salju sudah mengubur 17 rumah warga.

Penduduk setempat berusaha melakukan upaya penyelamatan, namun longsor itu begitu cepat sehingga ada beberapa yang tak bisa menyelamatkan diri.

Menanggapi bencana tersebut, pemerintah setempat langsung menerjunkan 600 petugas penyelamatan dan anjing pelacak. Hingga akhinya ditemukan 20 orang korban tewas.

Pada tanggal yang sama tahun 2015, sebuah rekor tercatat di Guinness World Records. Istana pasir tertinggi buatan Ted Siebert (USA) memecahkan rekor dunia.

Pada 27 Oktober tahun 1682 merupakan momen di mana Philadelphia, Pennsylvania didirikan. Sementara pada 27 Oktober 1954, Benjamin O. Davis Jr menjadi jenderal di United States Air Force atau Angkatan Udara AS pertama yang berasal dari keturunan Afrika.