Sukses

22-10-1974: Teror Bom Pemberontak Hancurkan Kelab Malam London

Liputan6.com, London - Tahun 1974, Inggris kerap diteror kelompok pemberontak Irish Republican Army/Tentara Republik Irlandia (IRA). Sejumlah titik di negeri itu pun diteror ledakan bom. Salah satunya kelab malam Brooks Club, London.

22 Oktober 1974, tepat 43 tahun silam, kelab malam Brooks Club pun hancur karena ledakan bom. Sejumlah pengunjung sempat berlarian kabur. Sementara tiga pelayan kelab terluka parah.

Menurut BBC on This Day, sejumlah korban luka dan trauma akibat ledakan bom tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.

Seorang saksi mata yang menjadi bartender di kelab, Michael Plank menuturkan, saat kejadian ia sedang duduk di balik meja kerjanya dekat pelayan lain yang sedang mencuci piring. Tiba-tiba ada ledakan dan beberapa orang terpental.

"Kami mendengar seperti ada peralatan masak yang meledak," ujar Plank.

Di dekat kelab, lokasi ledakan, diketahui ada seorang pejabat oposisi yang sedang makan malam. Dia adalah Edward Heath, pemimpin Partai Konservatif.

Heath pun menuturkan kesaksiannya. Dia meyakini bahwa ledakan bom di kelab malam itu tidak ditujukan kepadanya.

"Saya tidak mengira bom itu menargetkan saya. Saya terlalu malam ke sini, secara tiba-tiba. Tak direncanakan sebelumnya," ujar Heath.

Dijelaskan tokoh partai tersebut, kelab mengalami kerusakan sangat parah akibat ledakan bom. "Ada banyak kerusakan. Plafon ambruk dan berantakan."

Berdasarkan hasil investigasi polisi, bom diperkirakan sengaja ditaruh di dalam kelab oleh seseorang -- karena pusat ledakan teridentifikasi di bagian dalam tempat hiburan tersebut. Dalang peristiwa ledakan diduga kuat dilakukan oleh kelompok IRA yang menuntut pembagian kekuasaan dengan Kerajaan Inggris.

Meski telah meyakini bahwa bom kelab malam itu tak ditujukan padanya,  Heath menjadi target tak lama kemudian. Teror bom terjadi di rumahnya di London pada 22 Desember. Beruntung, Heath (kembali) selamat.

Sebelumnya, pada September di tahun yang sama, 1974, bom dari IRA juga mengguncang 2 pusat perbelanjaan di London yakni King Cross dan Euston Station. Belasan orang terluka akibat insiden tersebut.

Sejarah lain mencatat pada 22 Oktober 1990, The Royal Geographical Society mengungkap bukti bencana ekologis paling buruk di muka Bumi: Danau Laut Aral.

Dulu, Laut Aral adalah salah satu danau terbesar di dunia, dengan luasnya yang mencapai 68.000 kilometer persegi. Kala itu, ada 1.500 pulau di dalamnya. Kini ia kering kerontang, nyaris tinggal sejarah. Menuju kematiannya.

Sementara pada tanggal yang sama tahun 1978, Paus Yohanes Paulus II dilantik. Ia adalah Pemimpin Takhta Suci Vatikan pertama yang berasal dari luar Italia sejak Paus Adrianus VI.