Sukses

3 Pria Bertopeng Tembak Jemaah di Masjid Inggris, Teror?

Liputan6.com, Bradford - Seorang pria yang sedang menjalankan salat Jumat di Masjid Jamia Abu Hanifa di Bradford, Inggris ditembak dari jarak 100 meter. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (21/10/2017), saksi mata mengatakan, ada tiga pria misterius yang mengenakan balaclava berhenti di dekat masjid dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang jadi korban tersebut.

Seorang pria yang salat di masjid tersebut mengatakan kepada Bradford Telegraph: "Saya melihat banyak polisi dan seorang pria tersungkur di lantai setelah ditembak. Kami mendengar suara tembakan saat sedang salat."

"Ada ambulans dan sekitar lima kendaraan polisi termasuk dua van anti huru-hara tiba di lokasi kejadian. Saya diberitahu ada tiga orang mengenakan balaclava berhenti dan menembak dari dalam mobil".

Saat ini korban penembakan telah dibawa ke rumah sakit dengan luka di bagian kaki. Polisi bersikeras, insiden itu bukan konflik agama.

"Polisi dipanggil ke Undercliffe Street, Bradford pukul 13.57 waktu setempat dengan laporan ada penembakan," jelas pihak kepolisian.

"Petugas tiba dan menemukan seorang pria berusia dua puluhan dengan luka di kaki. Cedera itu diyakini tak membahayakan nyawanya, dan dia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut."

"Kini investigasi tengah dilakukan di lokasi penembakan... Siapa pun yang memiliki informasi, diminta menghubungi pihak berwenang...".

1 dari 2 halaman

Serangan di 2 Masjid Afghanistan

Serangan saat salat Jumat sebelumnya juga terjadi di Afghanistan. Dalam dua insiden terpisah terhadap masjid di sana, sekitar 60 orang dilaporkan tewas.

Seperti diberitakan BBC, seorang pria bersenjata memasuki masjid Syiah di Kabul sebelum melepaskan tembakan dan meledakkan sebuah bahan peledak, menewaskan sedikitnya 39 jemaah.

Serangan lain terhadap masjid muslim Sunni di Provinsi Ghor menewaskan 20 orang.

Sejauh ini ISIS mengaku pihaknya sebagai dalang serangan Masjid Imam Zaman di Kabul, tapi mereka tak memberikan bukti untuk klaim tersebut. Sebelumnya, kelompok tersebut telah menargetkan masjid Syiah di Afghanistan.

Serangan terbaru di Kabul menambah jumlah korban tewas akibat serangan bom di seluruh Afghanistan pekan ini menjadi 176 orang.

Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa situasi di masjid Imam Zaman, di barat Kabul, seperti kondisi "garis depan" dalam pertempuran.

Menurut keterangan saksi lainnya, Mahmood Shah Husaini, orang-orang akan salat saat pengebom meledakkan diri.

Penyerang tersebut dilaporkan telah melepaskan tembakan saat jemaah berkumpul untuk salat Jumat, sebelum meledakkan bom.

Juru bicara polisi Kabul, Basir Mojahid, mengonfirmasi insiden serangan di masjid Syiah di Kabul, tapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Adapun seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, para penyidik ​​sedang menyelidiki kasus ledakan tersebut.

Sementara itu, menurut laporan yang beredar, serangan terhadap masjid Sunni di Ghor, Afghanistan tengah, dilaporkan membunuh seorang komandan milisi pro-pemerintah.

Rincian serangan belum dipublikasikan, sementara jumlah korban kemungkinan akan meningkat. "Puluhan jemaah juga terluka," kata Kementerian Kesehatan Afghanistan.

 

Artikel Selanjutnya
Kepolisian Finlandia Tangkap Terduga Pelaku Penusukan Massal
Artikel Selanjutnya
Dalam Setahun, 5 Tabrakan Maut Ini Mengguncang Eropa