Sukses

Tragis, Bocah 9 Tahun Tewas Ditindih Wanita Berbobot 140 Kg

Liputan6.com, Florida - Seorang wanita asal Florida, Amerika Serikat ditangkap oleh kepolisian setempat gara-gara membunuh seorang bocah perempuan. Korban yang masih berusia sembilan tahun itu diketahui meninggal dunia, usai ditindih oleh saudara sepupunya yang memiliki berat badan mencapai 140 kilogram.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (20/10/2017), salah satu alasan pelaku menindih tubuh bocah perempuan hingga tewas karena ia dianggap tak patuh dan nakal.

Pelaku, si wanita berusia 64 tahun itu diketahui bernama Veronica Posey.

Kejadian bermula ketika ibu korban menyuruh Posey untuk membantu mendisiplinkan putrinya yang bernama Dericka Lindsay.

Bukannya mendidik Lindsay dengan cara yang baik, wanita tersebut malah berbuat kasar hingga menyebabkan nyawa korban melayang.

Bocah tersebut diduga tewas usai terkena serangan jantung saat tubuhnya diduduki oleh pelaku.

Menurut keterangan dari kepolisian setempat yang didapatkan dari ayah korban, Posey duduk di atas badan Lindsay selama 10 menit. Bocah itu sempat mengatakan bahwa ia tak bisa bernapas. Namun wanita dengan bobot 140 kg itu tak lantas percaya dan masih menindih tubuh korban.

Tak lama setelah Posey bangkit, tubuh bocah itu sudah tak bergerak sama sekali. Meski sudah dibangunkan, Lindsay tetap tak sadarkan diri.

Akibat perbuatannya, Posey ditahan polisi setempat untuk dimintai keterangan dan menunggu dakwaan dari pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam laporannya, polisi juga menyebut bahwa sebelum menindih tubuh korban, wanita tersebut sempat memukuli Lindsay menggunakan penggaris dan pipa logam.

Melihat sepupunya tak sadarkan diri, Posey langsung menghubungi layanan darurat 911 dan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) -- sebagai usaha untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan fungsi sirkulasi.

Namun, nyawa bocah malang itu tak dapat tertolong. Kurang dari satu jam setelah ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis, ia dinyatakan meninggal dunia.

1 dari 2 halaman

Tewas Ditendang Ibu Kandung Gara-gara Tak Mau Sikat Gigi

Kenakalan anak di bawah umur yang membuat orang dewasa kesal juga pernah terjadi di Amerika Serikat.

Saat itu, seorang bocah berusia 4 tahun dilaporkan tewas dalam bath tub atau bak mandi di kamar mandi. Ia dilaporkan ditendang oleh ibu kandung di bagian perut. Alasannya diduga sepele, gara-gara balita itu tak mau gosok gigi.

Informasi tersebut disampaikan oleh polisi di Maryland pada tanggal 3 Februari 2017.

Menurut sebuah rilis yang dikeluarkan Kepolisian Montgomery County, personel layanan darurat awalnya menanggapi telepon gawat dari wanita berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Iris Hernandez Riva.

Saat itu ia melapor, menemukan anaknya dalam kondisi tak bergerak.

Rilis tersebut menyebutkan bahwa Hernandez Riva mengatakan kepada petugas, putrinya masuk ke kamar mandi.

Selang 15 sampai 20 menit kemudian, suara gaduh terdengar dari kamar mandi, sehingga ia bergegas memeriksa keadaan sang buah hati.

Ketika Hernandez Riva memasuki kamar mandi, dia mengatakan kepada polisi, putrinya itu sudah tengkurap di bak mandi, tak bergerak sama sekali.

Ia juga mengatakan kepada polisi bahwa mula-mula kepala sang putri terbentur dinding ruang tamu, kemudian tubuhnya terjerembab ke lantai -- sebelum masuk kamar mandi dalam kondisi lunglai.

"Hernandez Riva mengaku, saat memeriksa kamar mandi, posisi anaknya sudah tengkurap," kata polisi seperti dikutip dari News.com.au.

Namun, kecurigaan muncul saat diketahui bahwa perempuan itu baru menghubungi layanan darurat 911 sejam kemudian.

Bocah malang itu dilarikan ke rumah sakit lokal dalam kondisi kritis, sebelum diterbangkan ke Rumah Sakit Anak Medical Center di Washington DC, AS di mana ia dinyatakan meninggal pada 1 Februari 2017.

Polisi mengidentifikasi korban sebagai Nohely Alexandra Martinez Hernandez.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa sehari setelah insiden itu terjadi, Hernandez Riva diduga kuat mengaku pada penyelidik bahwa ia menendang putrinya di bagian perut.

Alasannya, ia murka karena putri kecilnya itu tak mau menggosok gigi.

Keterangan pihak kepolisian tersebut juga menyebutkan bahwa tersangka mengaku, putrinya mengalami sejumlah memar di tubuhnya -- bekas sabetan sabuk beberapa hari sebelum insiden fatal terjadi.

Hingga akhirnya, wanita itu didakwa kasus kekerasan terhadap anak dan tuduhan penyerangan tingkat pertama.