Sukses

Saksi Kunci Penembakan Massal Las Vegas Menghilang, tapi...

Liputan6.com, Las Vegas - Keberadaan Jasus Campos, saksi kunci dalam penembakan massal Las Vegas, dikabarkan hilang. Campos adalah petugas keamanan Mandala Bay, hotel di mana Stephen Paddock menghujani peluru ke kerumunan penonton festival musik country dari lantai 32.

Campos dipuja-puja sebagai pahlawan karena dia pertama kali yang memergoki Paddock tengah menembaki penonton. 

Campos pula-lah orang yang memberi tahu lokasi Paddock kepada polisi dan membantu evakuasi tamu-tamu hotel.

Pria itu adalah salah satu dari sedikitnya saksi mata yang mampu menjelaskan kronologi penembakan massal Las Vegas. Hingga saat ini, pihak keamanan belum bisa menemukan motif mengapa Paddock melakukan aksi itu.

Namun, keberadaan Campos sebagai saksi mata kunci tak jelas. Tak satu pun orang, termasuk polisi, yang bisa menghubungi pria itu sejak minggu lalu.

Mengutip New.com.au pada Rabu (18/10/2017), terakhir kali Campos bisa dihubungi kala ia tiba-tiba membatalkan wawancara dengan televisi dari Fox, CNN, CBS, ABC dan NBC. Alasannya, dia harus bertemu dengan dokter.

Merespons "hilangnya" saksi mata, MGM Resorts-perusahaan induk Hotel Mandala Bay--mengatakan, "Campos ingin mengungkapkan cerita versi dirinya di waktu dan tempat yang ia inginkan."

"Dia minta semua orang untuk menghormati privasinya," ujar juru bicara MGM Resorts, Debra DeShong.

Meski demikian, DeShong tidak memberi tahu keberadaan Campos.

Kabar "menghilangnya" Campos diperkuat dengan pernyataan David Hickey, ketua serikat pekerja profesional jasa keamanan di AS.

Hickey mengatakan, pada hari Kamis pekan lalu, ia bersama Campos untuk mengatur serangkaian wawancara dengan sejumlah televisi.

Namun, di hari Jumatnya, Campos mengirim pesan pesan singkat bahwa dia tak bisa hadir.

"Kami tak ada lagi kontak semenjak itu. Tapi saya tahu, pasti ada orang lain yang tahu di mana dia," ujar Hickey kepada Los Angeles Times.

Namun, ternyata keberadaan Campos terungkap. Rupanya Campos "diculik" oleh Ellen DeGeneres untuk hadir dalam talk show "Ellen".

Campos tampil dengan setelan abu-abu dan dengan tongkat. Ia datang bersama teknisi Stephen Schuck, orang pertama yang merespons panggilan radio Campos saat ia mendengar ada suara peringatan pintu darurat dibuka. 

Kepada DeGeneres, Campos mengatakan bahwa dia mendengar suara dering peringatan pintu emergency yang terbuka di lantai 32. Dia naik tangga dari lantai 31 ke lantai 32, tapi pintu tangga telah diblokir--kemungkinan oleh pelaku--jadi dia harus menempuh rute lain untuk sampai ke lantai itu.

Saat berada di lantai 32 dan mencapai pintu tangga darurat yang rupanya dekat dengan ruangan tambahan suite yang disewa Paddock, Campos menemukan lempengan logam yang menahan pintu ke tangga darurat.

Dia mengatakan bahwa dia memanggil petugas keamanan lainnya agar menghubungi teknisi gedung untuk mengecek pintu.

"Saat itu saya mendengar suara bor," kata Campos kepada DeGeneres seperti dikutip dari LA Times. 

Saat Campos berjalan menyusuri lorong, jauh dari suite Paddock, tiba-tiba pintu yang tidak terblokir tertutup keras di belakangnya.

"Saya rasa itulah yang menarik perhatian si penembak," kata Campos. "Saat saya berjalan, saya mendengar suara rentetan peluru dan saya langsung berlindung."

"Orang bersenjata itu menembaki pintu kamar hotelnya. Saya tidak tahu bagaimana dia menembak."

Campos merasakan "sensasi terbakar" dan mengangkat kakinya. Berdarah. Ia menyadari bahwa ia telah tertembak.

"Saat itulah saya memberi tahu ke radio saya bahwa terkena tembakan," kata Campos.

Teknisi bernama Schuck adalah orang pertama yang menanggapi laporan Campos. Ia berjalan menuju ujung lorong Paddock. Lalu dia melihat Campos dan mendengar suara tembakan.

"Pada saat itu saya tidak tahu itu penembakan," kata Chuck.

Campos mengatakan "berlindung, berlindung," kata Schuck. "Dalam milidetik, jika Campos tidak mengatakan itu, saya pasti tertembak."

Salah seorang tamu wanita keluar dari kamarnya mendengar keributan itu. Namun, Campos menyuruhnya untuk berlindung di kamarnya.

Kesaksian Campos di Ellen memberikan spekulasi bahwa ia dibayar mahal oleh acara itu.

Namun, DeGeneres memastikan bahwa pihaknya tak mengeluarkan sepeser pun untuk mengundang Campos ke studio. Dia juga mengatakan bahwa Campos tak akan memberikan wawancaranya kepada televisi lain.

 

1 dari 2 halaman

Kesaksian Campos yang Mengubah Kronologi Polisi

Campos dianggap penting sebagai saksi mata karena keterangannya telah mengubah kronologi polisi.

Pada awalnya, Sheriff Joe Lombardo mengatakan Campos tiba di lokasi saat Paddock tengah menembak. Kedatangan Campos sempat menghentikan tembakan.

Polisi mengatakan, saat berhenti, Paddock menembak Campos lalu meneruskan aksinya.

Namun, Lombardo mengubah kronologis yang mengatakan Campos terluka pada pukul 21.59. Itu berarti enam menit sebelum penonton konser melaporkan tembakan terjadi dan datang dari Mandala Bay.

Lombardo mengubah kronologi itu lagi Jumat lalu, mengatakan bahwa Campos telah berada di lantai 32 pada pukul 21.59 malam dan benar-benar terluka di lorong sebelum tembakan dimulai pukul 22.05.

Namun, petugas polisi yang datang ke lantai itu, tiba 12 menit setelah Paddock menembaki penonton. Itulah yang membuat pertanyaan, betapa cepat hotel menginformasikan kepada polisi atas laporan Campos.

Selain motif yang belum terungkap, kronologi waktu yang dikatakan polisi juga masih menjadi tanda tanya.