Sukses

8 Tokoh Sejarah Ini Ternyata Transgender?

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa bulan lalu, warganet dihebohkan oleh temuan video dan foto syur seseorang yang diduga Millen Cyrus.

Kemudian, pria yang terlahir sebagai Muhammad Millendaru Prakasa Samudro itu diketahui sebagai keponakan dari penyanyi cantik Tanah Air, Ashanty.

 

Millendaru atau Millen Cyrus itu pun diperbincangkan warganet karena kerap berdandan seperti wanita. Belakangan ia mengaku bukan transgender, melainkan androgini.

Lepas dari skandal Millen, ternyata, identitas transgender sudah mewarnai sejarah manusia sejak lama.

Bahkan, sejumlah tokoh dalam sejarah adalah transgender, meski tak semuanya berani terang-terangan. 

Berikut ini adalah 10 sosok sejarah yang diketahui ataupun diduga kuat sebagai transgender: 

1 dari 9 halaman

1. Chevalier d'Eon

Chevalier d'Eon. (Sumber Wikimedia Commons)

Chevalier d'Eon yang dilahirkan pada 1728 ini memiliki karier cemerlang sebagai mata-mata dan diplomat Prancis.

Ia punya karakter fisik yang androgini dan punya bakat alamiah untuk menirukan orang lain.

Setelah menghabiskan setengah hidupnya sebagai seorang pria, Chevalier mulai hadir ke hadapan Ratu Rusia Elizabeth sebagai perempuan. 

Belakangan, ia memohon kepada pemerintah Prancis agar diakui sebagai wanita.

Sementara, para dokter yang memeriksa jenazah d'Éon setelah kematiannya menemukan organ laki-laki yang terbentuk sempurna. Namun, mereka juga menemukan karakteristik feminin dalam jasadnya.

Chevalier saat itu adalah tokoh terkenal sehingga istilah "eonisme" ikut dikenal. Eonisme adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan mereka yang menampilkan karakteristik transgender.

2 dari 9 halaman

2. Michael Dillon

(Sumber Flickr/Internet Archive Book Images)

Tokoh ini dilahirkan sebagai Laura Maud pada 1915. Ia kemudian dikenal sebagai Laurence Michael Dillon.

Ia adalah transgender pertama yang melakukan faloplasti (phalloplasty), yaitu bedah pembentukan penis oleh seorang dokter untuk kemudian ditambahkan pada pasien.

Ia juga menerbitkan buku berjudul "Self: A Study in Endocrinology and Ethics" yang dipandang sebagai buku pertama tentang identitas transgender dan transisi gender.

Dalam bukunya, Dillon menjelaskan identifikasi transgender sebagai bawaan lahir dan tidak terdampak oleh psikoterapi. Ia juga menganjurkan pengobatan kedokteran menggunakan hormon dan bedah sebagai pilihan.

Dillon sendiri membantu bedah transisi yang dilakukan oleh Roberta Cowell, orang transgender pria-ke-wanita pertama yang melakukan bedah penggantian kelamin.

 

3 dari 9 halaman

3. Jean d'Arc

Jeanne d’Arc. (Sumber Wikimedia Commons)

Panglima Perang Salib Jean d'Arc dari Prancis pernah diadili karena kasus bidah oleh seuah pengadilan Inggris hingga ia kemudian dibakar hidup-hidup terkait dakwaan tersebut.

Alasan utama penghukuman tersebut adalah pengakuan Jean bahwa ia mendengar suara-suara yang memandunya selama pertempuran.

Alasan ke dua yang sama pentingnya adalah karena wanita itu bersikeras mengenakan pakaian lelaki. Ia gigih menolak mengenakan pakaian wanita atau menata rambutnya sesuai gaya rambut wanita pada masanya.

Bagi para ahli sejarah masa kini, tidak jelas apakah kegigihannya mengenakan pakaian pria mungkin terkait dengan identitas gender atau seksualitasnya, tapi hal tersebut merupakan pelanggaran serius urusan bidah pada masanya.

Dengan demikian, kekerasan hati Jean untuk terus melakukan hal tersebut memicu pertanyaan-pertanyaan.

Ketika ditantang terntang pilihannya untuk hanya memakai pakaian pria, Jean dilaporkan menjawab demikian, "Dengan memakai ini, saya menyenangkan Tuhan."

 

4 dari 9 halaman

4. Valerie Arkell-Smith

Valerie Arkell-Smith. (Sumber University of Colorado Boulder)

Pada 1920-an, Valerie Arkell-Smith aktif dalam partai Fasis Italia dengan menggunakan nama Victor Barker. Ia berkali-kali mencoba menikah dan menjalani kehidupan sebagai seorang pria.

Setelah sempat dipenjara sebentar karena pencurian, pemalsuan, dan luput memenuhi panggilan pengadilan, Arkell-Smith kemudian meneruskan kehidupannya menggunakan nama John Hill dan Jeffrey Norton.

Ia meninggal dalam keadaan melarat dan kacau.

 

5 dari 9 halaman

5. Willmer 'Little Ax' Broadnax

Willmer 'Little Ax' Broadnax (memakai kaca mata). (Sumber Gospel Quartet Network)

Sosok yang dijuluki "Little Ax" ini dilahirkan di Houston, Texas, pada 1916. Walau bertubuh mungil, ia adalah seorang penyanyi genre gospel yang memiliki suara nyaring.

Broadnax melakukan pertunjukan bersama dengan beberapa kelompok gospel seperti Southern Gospel Singers, Five Trumpets, Golden Echoes, Spirit of Memphis Quartet, dan – yang paling terkenal – bersama dengan Five Blind Boys of Mississippi.

Karier panggungnya terus sukses hingga ia berusia 70-an. Setelah meninggal dunia, jasadnya diotopsi dan ketahuanlah bahwa Broadnax dilahirkan sebagai seorang wanita.

 

6 dari 9 halaman

6. Coccinelle

Coccinelle Jacqueline Charlotte Dufresnoy. (Sumber Wikimedia Commons)

Seorang penghibur kelab malam bernama Coccinelle yang terkenal di Eropa pada 1950-an adalah salah satu pria pertama di Eropa yang menjalani bedah ganti kelamin.

Ia sudah menjadi penyanyi dan bintang pertunjukan terkenal, tapi transisi medisnya pada 1958 menjadi perbincangan internasional.

Di masa akhir hidupnya, ia menjadi pendamping hak-hak transgender, mendirikan Center for Aid, Research, and Information for Transsexuality and Gender Identity, dan juga organisasi Prancis bernama Devenir Femme.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

7 dari 9 halaman

7. We'wha

We 'wha. (Sumber Wikimedia Commons)

We'wha adalah seorang Pribumi Amerika anggota suku Zuni yang menjadi perhatian para ahli antropologi kulit putih pada masanya. Ia juga banyak berinteraksi dengan mereka.

Di kalangan suku Zuni, selain pria dan wanita, ada sebutan gender lain yang disebut Ihamana yang berarti "dua-roh".

We'wha sering dianggap sebagai seorang wanita dari dulunya, padahal ia terlahir sebagai seorang pria.

 

 

8 dari 9 halaman

8. Elagabalus

Kaisar Elagabalus. (Sumber Wikimedia Commons)

Selain Kaisar Caligula, Elagabalus mungkin menjadi salah seorang Kaisar teraneh pada masa Romawi Kuno. Kedudukan tersebut diraihnya saat berusia 14 tahun.

Sulit menentukan identitas gender ataupun seksualitasnya karena, seperti halnya Caligula, ia dikenal sangat serampangan dan melakukan semuanya sekehendak hati.

Ia menikah 5 kali, baik dengan pria dan wanita, dan terkadang dipandang sebagai contoh seseorang dengan identitas transgender karena sering terlihat di takhtanya sambil mengenakan kosmetik dan pakaian wanita pada zamannya.

Elagabalus juga dilaporkan menawarkan uang dalam jumlah besar kepada tabib manapun yang mampu melakukan bedah untuk memasangkan kelamin wanita pada dirinya.

Artikel Selanjutnya
6 Penyanyi Dunia Ini Dikabarkan Memuja Setan Demi Popularitas
Artikel Selanjutnya
3 Orang Ini Ternyata Sosok yang Telah Mengubah Dunia