Sukses

Mantan Istri Donald Trump Bersikeras Adalah First Lady

Liputan6.com, Washington, DC - Candaan yang dilontarkan Ivana, mantan istri Presiden Donald Trump, memicu perseteruan antara dirinya dengan istri sah Trump saat ini, Melania.

Beberapa saat lalu, dalam wawancaranya dengan program Good Morning America yang ditayangkan ABC News, Ivana mengklaim bahwa ia menjalin komunikasi rutin dengan mantan suaminya, setidaknya sekali dalam dua pekan.

Selain itu, sembari melepas tawa, perempuan berusia 68 tahun tersebut juga mengungkapkan, "Saya punya nomor langsung, tapi tidak ingin menghubunginya, karena ada Melania di sana. Saya tidak mau memicu rasa cemburu atau semacamnya karena pada dasarnya saya adalah istri pertama Trump. Ok? Saya first lady-nya."

Kehadiran Ivana dalam program televisi tersebut untuk mempromosikan buku terbarunya, "Raising Trump".

Tak disangka, pernyataannya itu direspons pihak Melania. Melalui juru bicaranya, Stephanie Grisham, ia menggambarkan ucapan Ivana itu sebagai "upaya mencari perhatian".

"Nyonya Trump telah menjadikan Gedung Putih sebagai rumah bagi Barron dan Presiden. Ia mencintai kehidupan di Washington dan dihormati atas perannya sebagai Ibu Negara Amerika Serikat. Ia berencana untuk menggunakan gelarnya dan perannya demi membantu anak-anak, bukannya menjual buku.

"Jelas, tidak ada substansi dari isi pernyataan seorang mantan. Sayangnya, itu hanya untuk mencari sensasi," jelas Grisham.

Dan ketika muncul di program The Wendy Williams Show masih dalam rangka mempromosikan bukunya, Ivana pun membalas tanggapan Melania. Perempuan berdarah Ceko tersebut meminta Melania untuk "mengabaikan" pernyataannya soal "first lady".

"Saya katakan bahwa secara teknis saya adalah first lady Trump. Saya istri pertamanya," ujar Ivana.

"Saya tidak tahu apa yang jadi masalah bagi Melania. Dia hanya harus mengabaikannya. Dia adalah first lady AS, tapi saya adalah first lady Trump," imbuhnya.

Ivana mengaku kaget dengan respons yang diberikan pihak Melania.

"Saya tidak tahu mengapa dia melakukannya, karena saya tidak pernah bilang bahwa saya adalah first lady Amerika. Terus terang, dia lebih baik daripada saya," terang Ivana.

Ivana dan Trump mengikat janji suci sehidup semati pada tahun 1977. Pasangan ini dikaruniai tiga anak, yakni Donald Trump Jr, Ivanka dan Eric.

Pada 1992 keduanya bercerai setelah Trump berselingkuh dengan Marla Maples yang kemudian menjadi istri keduanya. Dari pernikahannya dengan Maples, Trump memiliki seorang putri, yakni Tiffany.

Sementara itu, pernikahan Trump dan Melania terjadi pada tahun 2005. Keduanya memiliki seorang putra bernama Barron.

Artikel Selanjutnya
Kisah Cinta Sempat Kandas, Lady Gaga: Hidup Itu Nyata