Sukses

Aktor Steven Seagal Temui Presiden Duterte, Ini yang Dibahas

Liputan6.com, Manila - Aktor laga Hollywood, Steven Seagal (65), bertatap muka dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (72) di Istana Malacanang pada Kamis 12 Oktober.

Pihak istana kepresidenan menjelaskan bahwa Seagal tengah berada di Filipina untuk meninjau lokasi pembuatan film terbarunya yang berkisar tentang obat-obatan terlarang dan kejahatan. Demikian seperti dikutip dari New York Post pada Jumat (13/10/2017).

Dilansir Rappler, dalam keterangannya pula, pihak Istana Malacanang menyatakan bahwa pertemuan antara Duterte dengan Seagal turut didampingi oleh mantan Gubernur provinsi Ilocos Sur, Chavit Singson.

"Kepada Seagal disampaikan bahwa film merupakan refleksi kehidupan, Presiden Duterte juga mengulang sikap tegasnya dalam melawan obat-obatan terlarang karena dapat memperbudak manusia," demikian keterangan Istana Malacanang.

Sejak memangku jabatan sebagai orang nomor satu di Filipina pada Juni 2016, Duterte telah melancarkan perang kontroversial terhadap narkoba. Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas dalam perang tersebut.

Teranyar, Presiden Duterte memerintahkan Kepolisian dan Angkatan Bersenjata Filipina untuk menghentikan keterlibatan mereka dalam perang narkoba. Ia meminta agar seluruh operasi itu ditangani oleh agensi khusus yang yang melakukan penegakan hukum anti-narkotika saja.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, Seagal dalam sebuah konferensi pers di Manila mengatakan bahwa ia tidak melihat Filipina sebagai "tempat yang berbahaya" -- merujuk pada perang narkoba Duterte yang dikritik banyak pihak.

"Ini merupakan tempat yang tepat dan berada di bawah kepemimpinan baru," muat the Philippine Star mengutip pernyataan Seagal.

Duterte dijuluki "The Punisher", akibat ketegasannya terhadap kejahatan dan narkoba selama 22 tahun menjabat sebagai Wali Kota Davao City. Sementara, sosok Seagal adalah seorang mantan instruktur yang terkenal dengan berbagai peran pahlawannya dalam film blockbuster tahun 1990-an seperti "Under Siege" dan "Hard to Kill".

Artikel Selanjutnya
Bahas Terorisme, Donald Trump Undang PM Najib ke AS
Artikel Selanjutnya
SBY Hadiri HUT RI di Istana, Presidential Club Segera Terbentuk?