Sukses

Bayi di Kandungan Tendang Rahim Ibunya hingga Robek

Liputan6.com, Beijing - Saat hamil, sensasi merasakan tendangan jabang bayi di kandungan kerap menimbulkan perasaan bahagia. Rasanya semakin tak sabar ingin bertemu sang buah hati.

Namun, bagaimanakah jika tendangan si jabang bayi justru jadi 'bumerang', baik bagi ibu maupun si orok. Dalam kasus yang langka, aktivitas tersebut bisa merobek rahim dan membahayakan nyawa keduanya. Atau dalam istilah medis dikenal dengan ruptur uteri. 

Inilah yang menimpa seorang calon ibu bernama Zhang di China. Dia nyaris tewas setelah bayi di kandungannya menendang dengan keras sehingga rahimnya robek. 

Melansir News.com.au pada Kamis (12/10/2017), Zhang yang tengah hamil 35 minggu tiba-tiba merasakan sakit yang amat luar biasa di perutnya pada dini hari 2 Oktober lalu.

Awalnya dikira sakit perut biasa, namun, lama-kelamaan ia merasakan nyeri yang semakin parah. Zhang pun mulai lemas dan berkeringat dingin.

Pada pukul 10.00, ia segera ke ruang gawat darurat Peking University Shenzhen Hospital in China. Kepada dokter ia mengaku sakit luar biasa, namun bukan mules seperti kontraksi hendak melahirkan.

Tekanan darahnya pun tiba-tiba drop. Nadi serta nafasnya lalu berubah cepat.

Para dokter menduga kandungannya bermasalah. Dan saat di USG, terlihat kaki kecil janin merobek dinding rahim. Paha si bayi terjebak di situ.

Bayi di Kandungan Ini Tendang Rahim Ibunya hingga Robek (Peking University Shenzhen Hospital)

Dalam waktu lima menit, para dokter segera membawa Zhang ke ruang operasi. Mereka memutuskan untuk melakukan proses Caesar, khawatir terjadi pendarahan dalam yang bisa membahayakan jiwanya.

Si jabang bayipun dikhawatirkan meninggal gara-gara infeksi akibat dinding rahim yang robek.

Ahli bedah Zhang Lei, Zhang Yanping dan Zhong Shilin pun berhasil membidani kelahiran si bayi perempuan, hanya dalam kurun waktu 10 menit.

Mereka mendapati perdarahan di perut si ibu, dan robekan 7 cm di dinding rahimnya.

Menurut riwayat medis Zhang, terungkap bahwa dia telah menjalani operasi untuk menghilangkan fibroid dari rahimnya pada tahun 2016. Proses tersebut meninggalkan bekas bekas luka di dinding rahimnya, yang menyebabkan dinding itu lemah.

Dokter mengatakan bahwa ibu dan bayi dalam kondisi baik setelah momen kelahiran si kecil ke dunia yang begitu traumatis.

1 dari 2 halaman

Ruptur Uteri yang Membahayakan Jiwa

Robeknya rahim atau ruptur uteri selama kehamilan merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi dan bisa mengancam nyawa.

Robek rahim biasanya terjadi di tempat bekas luka di bagian operasi caesar yang terdahulu. Jika robeknya besar hingga membuat air ketuban pecah dan menembus seluruh dinding rahim, hal itu bisa sangat berbahaya.

Sebagian besar ruptur uteri terjadi saat seorang ibu tengah dalam persalinan, tapi bisa terjadi sebelumnya - seperti dalam kasus Zhang.

Kondisi itu bisa menimpa mereka yang pernah operasi caesar atau ibu yang sebelumnya pernah dioperasi untuk mengangkat fibroid atau memperbaiki rahim yang cacat. Keduanya berisiko besar mengalami ruptur uteri.

Perempuan dengan kondisi itu harus memberitahu dokter spesialis kandungan di awal kehamilan. Biasanya dokter akan menyarankan melahirkan operasi caesar yang terjadwal.

Artikel Selanjutnya
Tulang Kepala Amblas, Bayi Ini Malah Diabaikan Orangtuanya