Sukses

Misteri 109 Bangkai Kuda Nil Mengambang di Sungai Namibia

Liputan6.com, Windhoek - Lebih dari 100 kuda nil ditemukan mati di Namibia. Mereka diduga kuat terinfeksi virus antraks, meski penyebabnya belum dapat dipastikan.

Para penjaga di Taman Nasional Bwabwata mengatakan, 109 kuda nil dilaporkan mati sejak pekan lalu. Gambar puluhan bangkai yang sudah  membengkak mengambang di air keruh kemudian beredar di media sosial, salah satunya dimuat di Daily Mail, dikutip Selasa (10/10/2017).

Para pekerja menduga kematian kuda nil itu akibat wabah antraks, yang disebabkan oleh bakteri spora secara alami.

Wakil Direktur Taman Nasional di wilayah timur laut Namibia, Apollinaris Kannyinga, mengatakan kepada The Namibian bahwa wabah semacam itu hal biasa. Bangkai biasanya muncul di Sungai Kavango saat perairan itu sedang dangkal.

Kendati demikian, dokter hewan masih perlu mengonfirmasi penyebabnya. Mereka mengatakan, jumlah kuda nil dan binatang lain yang mati bisa bertambah karena burung pemakan bangkai dan buaya telah mengonsumsi sisa-sisa hewan tersebut.

Pejabat pemerintah memperkirakan bahwa populasi kuda nil di Namibia ada sekitar 1.300 sebelum kematian massal terjadi.

Seorang menteri menambahkan, dia khawatir kematian akan terus berlanjut di taman nasional, yang merupakan salah satu tempat wisata terkemuka di negara itu.

Beberapa negara juga memerangi antraks yang digunakan dalam serangkaian kasus serangan racun di AS pada 2001. Lima orang tewas dan 17 lainnya keracunan setelah spora itu dikirim ke kantor surat kabar dan dua anggota partai Demokrat.

1 dari 2 halaman

Penampakan Monster di Filipina

Sebelumnya, sebuah foto benda seperti monster berbulu putih terdampar di sebuah pantai di Filipina, viral di media sosial.

Para penduduk lokal terlihat berswafoto di sebelah benda misterius itu yang terdampar di Pantai Cagdianao, Kepulauan Dinagat.

Dilansir dari News.com.au pada 24 Februari 2017, beberapa benda laut yang aneh sebelumnya juga terdampar di kepulauan itu -- setelah gempa melanda wilayah tersebut pada pekan lalu.

Keberadaan benda-benda aneh itu memicu spekulasi bahwa makhluk laut mampu mendeteksi gempa yang akan melanda kawasan tersebut.

Dalam kasus ini, benda misterius berambut putih yang berukuran jumbo itu terlihat mengambang dan mengeluarkan semacam darah.

Beberapa orang berspekulasi bahwa "monster" itu adalah sebagian tubuh paus raksasa, tapi sebagian lainnya menebak itu alien.

Misteri Makhluk Berbulu Putih Terdampar di Pantai Filipina (Facebook/News.com.au)

Kemunculan benda itu menambah daftar makhluk aneh laut dalam di Filipina. Warga di pantai utara Mindano menemukan ikan mirip ular sepanjang 30 kaki atau 6 meter setelah gempa 6,7 skala Ritcher (SR) yang menewaskan enam orang serta melukai 120 jiwa.

Keberadaan makhluk putih berbulu itu merupakan kemunculan benda aneh di laut dalam beberapa minggu terakhir.

Pada akhir Desember lalu, turis di Pantai Auckland di Selandia Baru dibuat kaget dengan objek raksasa berselimut remis.

Objek tersebut mengingatkan pada peristiwa yang terjadi setelah Selandia Baru diguncang gempa 7,8 SR.

Kala itu, lindu tersebut mengangkat dasar laut sepanjang 2 meter, lalu meledak.

Akibat kejadian tiba-tiba itu, sejumlah makhluk laut, termasuk lobster dan kerang-kerangan, terdampar.

Laut menyimpan banyak misteri. Tak jarang hal-hal misterius tersapu hingga ke tepi pantai. Salah satunya adalah bentuk-bentuk makhluk aneh dan menyeramkan wujudnya.

Temuan makhluk aneh itu disebut "globster". Ini adalah istilah teknik dari ahli hewan asing, yang didefinisikan sebagai 'bagian massa organik yang tersapu dari laut atau sumber air lainnya'.

Sebutan itu diciptakan oleh Ivan T Sanderson pada 1962, untuk mendeskripsikan bangkai hewan laut yang ditemukan di Laut Tasmania pada 1960, yang dikatakan "tak memiliki mata, kepala, dan struktur tulang yang berwujud jelas".